Jakarta, IDN Times - Ratusan sekolah di Irlandia Utara, Skotlandia, Hungaria, dan Serbia menerima ancaman bom secara serentak melalui surat elektronik (email) pada Senin (19/10/2026). Pesan teror tersebut sempat memicu kepanikan dan pengosongan ruang kelas sebelum polisi memastikan bahwa peringatan bahaya itu hanyalah kabar bohong.
Kepolisian di keempat negara tersebut langsung menggelar penyelidikan mendalam guna melacak asal pesan dan mencari dugaan keterkaitan antarwilayah. Langkah pengamanan pun segera diperketat agar kegiatan belajar-mengajar para siswa dapat kembali berjalan dengan aman dan tenang.
