Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta-Fakta Teror Ancaman Bom Palsu Ratusan Sekolah di 4 Negara Eropa
Ilustrasi bom (magnific.com/kjpargeter)
  • Ratusan sekolah di Irlandia Utara, Skotlandia, Hungaria, dan Serbia menerima ancaman bom lewat email pada 19 Oktober 2026, memicu kepanikan serta pengosongan sejumlah gedung.
  • Pemeriksaan polisi tidak menemukan bom atau benda berbahaya; sekitar 300 sekolah di Irlandia Utara terdampak, sementara ancaman juga menyasar puluhan hingga ratusan institusi di negara lain.
  • Aparat lintas negara mengerahkan tim kejahatan siber, menelusuri jejak digital dan bertukar data forensik untuk mengungkap pengirim serta dugaan keterkaitan antarwilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan sekolah di Irlandia Utara, Skotlandia, Hungaria, dan Serbia menerima ancaman bom secara serentak melalui surat elektronik (email) pada Senin (19/10/2026). Pesan teror tersebut sempat memicu kepanikan dan pengosongan ruang kelas sebelum polisi memastikan bahwa peringatan bahaya itu hanyalah kabar bohong.

Kepolisian di keempat negara tersebut langsung menggelar penyelidikan mendalam guna melacak asal pesan dan mencari dugaan keterkaitan antarwilayah. Langkah pengamanan pun segera diperketat agar kegiatan belajar-mengajar para siswa dapat kembali berjalan dengan aman dan tenang.

1. Penyelidikan ancaman bom palsu di Irlandia Utara

ilustrasi bendera Irlandia Utara (unsplash.com/samuelsteele)

Di Irlandia Utara, sekitar 300 sekolah menerima pesan ancaman bom palsu bertepatan dengan jam masuk kelas. Hasil pelacakan digital menunjukkan bahwa surat elektronik tersebut dikirim dari komputer peladen (server) yang berada di luar wilayah Inggris. Petugas kepolisian langsung menyisir dan memeriksa seluruh sudut bangunan sekolah hingga memastikan tidak ada bahan peledak yang ditemukan.

Menteri Pendidikan Irlandia Utara, Paul Givan, mengecam keras aksi teror yang telah mengganggu kenyamanan belajar para siswa tersebut. Meski sejumlah sekolah sempat memulangkan murid-muridnya, sebagian besar sekolah kembali melanjutkan kegiatan belajar setelah mendapatkan jaminan keamanan resmi dari pihak kepolisian.

"Kami menanggapi insiden ini dengan sangat serius dan memahami kekhawatiran masyarakat, murid, serta para orang tua atas gangguan yang terjadi," kata Asisten Kepala Kepolisian Irlandia Utara, Ryan Henderson.

2. Ancaman bom serupa di sekolah Skotlandia, Hungaria, dan Serbia

ilustrasi ruang kelas (unsplash.com/2y.kang)

Gelombang ancaman serupa juga merambat ke Skotlandia hingga memicu lebih dari 300 panggilan darurat ke kantor polisi setempat. Sejumlah gedung sekolah di wilayah Stirling, Midlothian, serta Argyll and Bute sempat dikosongkan sebelum aparat menyatakan situasi aman.

Di Hungaria, pesan ancaman menyasar lebih dari 70 institusi pendidikan di ibu kota Budapest dan daerah sekitarnya, sedangkan kepolisian Serbia menyisir lebih dari 100 sekolah di kota Beograd dan Subotica. Pemeriksaan ketat di ketiga negara tersebut membuktikan bahwa seluruh teror itu murni berita bohong tanpa adanya bom atau benda berbahaya.

"Berdasarkan penyelidikan yang telah kami lakukan sejauh ini, seluruh ancaman bom tersebut sama sekali tidak terbukti," ujar Menteri Dalam Negeri Hungaria, Gábor Pósfai, dilansir CTV News.

3. Kerja sama penyelidikan kejahatan siber lintas negara

ilustrasi bendera Skotlandia (Unsplash/chris robert)

Guna mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror ini, aparat penegak hukum mengaktifkan tim penyelidik kejahatan internet lintas negara. Unit Siber Kepolisian Skotlandia bertugas menelusuri jejak digital pengirim pesan, sementara otoritas kepolisian Hungaria membuka penyelidikan terkait dugaan tindakan terorisme.

Para penyelidik di kawasan Inggris Raya dan Eropa Tengah kini saling bertukar data forensik untuk memetakan jalur komunikasi pesan serta membongkar kemungkinan keterlibatan kelompok yang terorganisasi.

Penyebaran ancaman bom palsu ini dinilai sengaja dirancang untuk mengacaukan jadwal belajar puluhan ribu siswa dan menyibukkan petugas kepolisian. Seluruh kepolisian lintas negara kini mempererat koordinasi penanganan kasus agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu ketertiban umum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article