Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tolak Selidiki Gangguan Starlink di Ukraina, Pentagon Dikritik Senat AS
Bendera AS (unsplash.com/Cristina Glebova)
  • Kantor Inspektur Jenderal Pentagon menolak menyelidiki gangguan Starlink dan Starshield di Ukraina, dengan alasan evaluasi operasional berada di bawah kewenangan Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa AS.
  • Sembilan senator bipartisan mengkritik penolakan itu karena gangguan akses dan penurunan kecepatan satelit dinilai menghambat koordinasi taktis, membahayakan tentara, serta melemahkan pertahanan udara Ukraina.
  • Setelah muncul silang pendapat terkait penyebab pembatasan jaringan, Ukraina menyatakan gangguan Starlink dan Starshield telah pulih sepenuhnya, memulihkan koordinasi pertahanan dan komunikasi intelijen militer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kantor Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menolak menyelidiki gangguan operasional jaringan satelit Starlink dan Starshield di Ukraina. Penolakan tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada anggota parlemen dengan alasan bahwa kantor pengawas bukan pihak yang berwenang menangani persoalan tersebut.

Keputusan ini menuai sorotan luas di tingkat internasional. Pasalnya, gangguan koneksi satelit milik SpaceX tersebut terjadi tepat saat militer Ukraina tengah menghadapi gelombang serangan rudal dan drone dari pasukan Rusia.

1. Alasan pengawas Pentagon menolak selidiki kontrak satelit

Pelaksana tugas Inspektur Jenderal Pentagon, Platte Moring, menjelaskan kepada anggota parlemen bahwa gangguan jaringan dalam beberapa pekan terakhir merupakan ranah kontrak kerja. Menurutnya, evaluasi terhadap kendala operasional tersebut lebih tepat ditangani oleh Angkatan Udara dan Angkatan Luar Angkasa AS yang memegang kontrak resmi pengadaan layanan pertahanan dengan SpaceX.

"Jika ada informasi baru yang terungkap, kami siap mempertimbangkannya kembali," ujar Juru Bicara Kantor Inspektur Jenderal Pentagon, Mollie Halpern, dilansir CNN.

Halpern menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan internal yang matang, meski pihaknya tetap membuka ruang evaluasi lanjutan apabila ditemukan bukti-bukti baru.

2. Gangguan jaringan satelit menuai kritik senator lintas partai

Gangguan berupa penurunan kecepatan hingga pemutusan akses satelit memicu kritik luas karena dinilai mengganggu koordinasi taktis militer Ukraina. Sebelumnya, desakan untuk mengaudit masalah ini diajukan secara lintas partai oleh sembilan senator AS di bawah pimpinan Senator Jeanne Shaheen dari Partai Demokrat dan Senator Thom Tillis dari Partai Republik.

Para senator mengingatkan bahwa terputusnya komunikasi dapat membahayakan keselamatan tentara dan memperlemah pertahanan udara Ukraina dari serangan musuh. Shaheen pun menyayangkan sikap pengawas Pentagon, seraya menegaskan bahwa pengawasan independen sangat penting demi memastikan transparansi kontraktor pertahanan swasta serta keandalan komunikasi di medan perang.

3. Pemulihan operasional jaringan satelit Starlink di Ukraina

Terkait kendala tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sempat menyebut bahwa pembatasan jaringan satelit berasal dari kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Isu ini sempat memicu silang pendapat antara Gedung Putih dan SpaceX mengenai pihak yang bertanggung jawab atas gangguan akses sistem Starshield di garis depan pertempuran.

Kini, otoritas kedua negara memastikan bahwa gangguan teknis tersebut telah teratasi sepenuhnya. Presiden Zelenskyy bersama Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan performa Starlink dan Starshield sudah kembali normal, sehingga koordinasi pertahanan serta komunikasi intelijen militer dapat beroperasi optimal di lapangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article