Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Ancam Blokir Penjualan Pesawat Bombardier Kanada di AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump mengancam melarang Bombardier menjual pesawat di AS jika produsen Kanada itu tidak memindahkan produksi ke Amerika Serikat, di tengah memanasnya sengketa dagang kedua negara.
  • Gedung Putih belum menjelaskan mekanisme pemblokiran, sementara pesawat Bombardier telah disetujui FAA dan memenuhi USMCA; perusahaan juga mempekerjakan 3.500 pekerja serta memiliki pabrik di AS.
  • Trump pernah mengancam mencabut sertifikasi dan mengenakan tarif 50 persen pada pesawat Kanada pada Januari 2026, tetapi langkah itu tidak terealisasi setelah Kanada menyertifikasi pesawat Gulfstream.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memblokir penjualan pesawat Bombardier di AS. Trump mengatakan, produsen pesawat asal Kanada tersebut harus mulai memproduksi pesawat di AS jika ingin tetap mengakses pasar negara itu. 

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya perang dagang antara AS dan Kanada. Namun, belum jelas bagaimana pemerintahan Trump akan menjalankan ancaman tersebut.

1. Trump minta Bombardier produksi pesawat di AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Owen.outdoors)

Trump menyampaikan ancaman tersebut melalui unggahan di Truth Social pada Senin (7/9/2026). Ia mengatakan bahwa Bombardier tidak lagi diperbolehkan menjual pesawat di AS jika perusahaan tersebut tidak memproduksinya di negara itu. 

"Jika mereka menginginkan pasar kami, mereka harus membangunnya di sini dan berhenti memperlakukan Amerika seperti 'celengan'," tulis Trump, dikutip Reuters. 

Pernyataan itu muncul ketika perselisihan dagang antara AS dan Kanada kembali memanas. Kanada dijadwalkan mulai memberlakukan tarif balasan terhadap sekitar 700 jenis barang AS senilai hampir 20 miliar dolar AS pada Selasa (8/9/2026), dilansir Al Jazeera. 

2. Belum jelas bagaimana Trump akan memblokir penjualan Bombardier

ilustrasi bendera Kanada (pexels.com/Jared VanderMeer)

Gedung Putih belum memberikan penjelasan mengenai langkah yang akan ditempuh Trump untuk menghentikan pengiriman pesawat Bombardier ke AS. Pesawat perusahaan tersebut telah mendapat persetujuan Federal Aviation Administration (FAA) dan mematuhi perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). 

Richard Aboulafia, analisis dirgantara AS, juga mengaku tidak melihat bagaimana Trump dapat menghentikan penjualan pesawat tersebut. Menurutnya, sebagian besar jet pribadi Bombardier menggunakan mesin buatan perusahaan AS, yakni Honeywell Aerospace dan GE Aerospace.

Bombardier sendiri mempunyai 3.500 pekerja di AS dan jaringan sekitar 2.800 pemasok. Perusahaan ini juga memiliki pabrik dan pusat layanan di negara tersebut, termasuk memproduksi sayap untuk jet Global 8000 di Texas. 

3. Trump sebelumnya ancam tarif 50 persen untuk pesawat Kanada

Bombardier Global Express (commons.wikimedia.org/Wo st 01)

Ini bukan kali pertama Trump mengancam Bombardier. Pada Januari 2026, Trump menyatakan akan mencabut sertifikasi jet bisnis Bombardier Global Express dan mengenakan tarif impor 50 persen terhadap seluruh pesawat buatan Kanada. Ancaman itu disampaikan karena Trump menilai proses sertifikasi sejumlah pesawat Gulfstream buatan AS oleh regulator Kanada terlalu lama. 

Namun, pencabutan sertifikasi dan tarif 50 persen terhadap pesawat tersebut pada akhirnya tidak terealisasi. Pada Februari 2026, Kanada kemudian menyertifikasi sejumlah pesawat Gulfstream yang sebelumnya jadi pokok perselisihan. 

BBC melansir bahwa Bombardier menegaskan kontribusinya terhadap perekonomian Amerika Serikat melalui ribuan pekerja dan kemitraannya dengan pemasok di negara tersebut. Perusahaan juga menyatakan akan terus berinvestasi pada pekerja, pelanggan, dan komunitasnya di AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article