Presiden AS Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Peringatan di Pentagon ini menjadi kehadiran Trump selama dua tahun berturut-turut setelah dia terakhir kali mendatangi upacara di New York pada 2024. Seperti dilansir TRT World, Trump sebelumnya telah mengeluarkan proklamasi yang menetapkan peringatan tahun ini sebagai Patriot Day 2026 seraya berjanji memperkuat pertahanan negara. Dalam acara di dekat Gedung Putih pada Selasa, dia menegaskan komitmennya untuk tidak melupakan para korban dari peristiwa bersejarah tersebut.
Di New York, Vance direncanakan hadir bersama mantan presiden George W. Bush yang menjabat saat serangan terjadi, serta Joe Biden, Barack Obama, dan Bill Clinton. Acara di kawasan Manhattan bawah ini digelar tanpa pidato resmi dari para tokoh yang hadir. Pihak keluarga korban membacakan langsung nama-nama korban tewas, disertai dentangan lonceng untuk menandai momen-momen penting penyerangan.
Serangan teror pada 2001 tersebut dilancarkan melalui pembajakan empat pesawat komersial oleh 19 anggota Al Qaeda yang menabrak Menara Kembar World Trade Center, Pentagon, dan ladang di Shanksville setelah para penumpang melawan. Peristiwa tersebut menjadi pemicu Perang Melawan Teror yang mencakup invasi ke Irak dan Afghanistan. Berdasarkan proyek Cost of War dari Brown University, rangkaian konflik tersebut menelan korban jiwa yang diperkirakan mencapai 4,5 juta hingga 4,7 juta orang.