Trump Klaim Salah Satu Eks Presiden AS Dukung Serangan ke Iran

- Donald Trump mengklaim salah satu mantan presiden AS mendukung serangan ke Iran dan pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, namun ia menolak menyebutkan nama demi alasan keamanan.
- Trump menyatakan bahwa eks presiden yang dimaksud berasal dari Partai Demokrat dan memuji kecerdasan serta kesukaannya terhadap gaya kepemimpinan Trump.
- Meskipun begitu, Trump dikenal sering mengejek para mantan presiden dari Partai Demokrat seperti Clinton, Obama, dan Biden, bahkan sempat dituduh membuat video rasis tentang Obama.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengklaim salah satu pendahulunya sangat mendukung serangan yang dilakukan AS ke Iran. Selain itu, ia juga mengklaim eks presiden AS tersebut sangat mendukung pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026 lalu.
Namun, Trump tidak menyebut siapa eks presiden AS yang ia maksud. Saat ditanya oleh media, presiden yang kini berusia 79 tahun tersebut juga enggan menjawab. Sebab, Trump tidak mau orang yang ia maksud berada dalam bahaya karena pernyataannya.
“Dia berkata, 'Saya berharap saya melakukan apa yang Anda lakukan'. Saya tidak ingin menyebutkan siapa. (Sebab), saya tidak ingin membuatnya mendapat masalah,” ujar Trump kepada awak media pada Senin (16/3/2026), seperti dilansir The Strait Times.
1. Ada empat eks presiden AS yang diduga mendukung serangan ke Iran

Sejumlah media menduga George W. Bush yang dimaksud oleh Trump sebagai eks presiden AS yang mendukung serangan ke Iran. Apalagi, Bush juga berasal dari partai yang sama dengan Trump, yakni Partai Republik. Namun, ketika ditanya soal hal tersebut, Trump membantahnya.
Sejumlah media lantas memasukkan tiga nama eks presiden AS dari Partai Demokrat, yakni Bill Clinton, Barack Obama, dan Joe Biden. Mereka juga diduga menjadi eks Presiden AS yang mendukung serangan ke Iran.
Namun, dugaan tersebut lagi-lagi meleset. Sebab, seorang sumber yang dekat dengan Clinton, Obama, dan Biden membantah bahwa mereka mendukung serangan AS ke Iran. Sumber tersebut juga mengatakan ketiga eks presiden AS tersebut sebelumnya belum pernah bertemu dengan Trump untuk menyatakan dukungan kepada AS yang sedang berperang melawan Iran.
2. Trump mengatakan eks presiden AS yang dimaksud berasal dari Partai Demokrat

Meski begitu, dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa eks presiden AS yang ia maksud tadinya merupakan anggota Partai Demokrat. Trump juga mengatakan pendahulunya tersebut sangat menyukai gaya kepemimpinannya.
"(Dia) kebetulan menyukai saya dan saya juga menyukai orang itu. Dia merupakan orang yang cerdas," jelas Trump.
Namun, Trump tetap enggan memberi tahu siapa orang yang ia maksud. Sikap bungkam ini memicu gelombang spekulasi di kalangan pengamat politik. Sebab, jumlah mantan presiden AS dari Partai Demokrat yang masih hidup cukup terbatas, yakni hanya Clinton, Obama, dan Biden.
3. Trump kerap mengejek mantan presiden AS dari Partai Demokrat

Sebetulnya, Trump sendiri terkenal tidak menyukai semua mantan presiden AS yang berasal dari Partai Demokrat, seperti Clinton, Obama, dan Biden. Sejak menjadi presiden AS pada 2017 lalu, ia juga kerap mengejek pencapaian keempat eks presiden tersebut selama memimpin Negeri Paman Sam.
Pada Februari lalu, Trump juga dengan terang-terangan menghina Obama. Saat itu, ia membuat video singkat yang menyamakan Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai seekor kera yang hidup di hutan. Aksi ini menuai kecaman dari warga AS karena Trump dianggap menghina ras kulit hitam.
Namun, Trump membantah bahwa video tersebut dibuat olehnya. Bahkan, dalam pernyataannya, ia mengatakan akan menindak siapa pun yang sudah membuat dan mengunggah video rasis tersebut secara massal.

















