Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Raja Juli Tak Gelar Open House, Minta Staf Kemenhut Tak Kirim Hampers

Raja Juli Tak Gelar Open House, Minta Staf Kemenhut Tak Kirim Hampers
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (Dok. Instagram @rajaantoni)
Intinya Sih
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan menggelar open house Idul Fitri 1447 H dan telah mengumumkannya melalui akun Instagram pribadinya sejak awal Ramadan.
  • Raja Juli mengimbau staf Kemenhut untuk memanfaatkan libur Lebaran dengan mudik ke kampung halaman serta tidak mengirimkan hampers kepadanya, melainkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
  • Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat negara agar tidak menyelenggarakan open house secara berlebihan, sejalan dengan surat edaran Mensesneg yang menekankan kesederhanaan perayaan Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa dirinya tak akan menggelar open house pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu ia umumkan lewat Instagram pribadinya @rajaantoni sejak pekan pertama Ramadan.

Pengumuman itu juga ditujukan kepada seluruh staf Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

“Idul Fitri kali ini saya tidak akan menyelenggarakan open house,” kata Raja Juli dikutip pada Kamis (19/3/2026).

1. Menhut imbau jajarannya untuk mudik

2F0D49DE-0678-4C3C-99E4-A57DE9546F99.jpeg
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (Dok. Kemenhut)

Raja Juli mengimbau agar staf Kemenhut membeli tiket dan mudik ke kampung halaman. Dengan tidak adanya open house, Menhut berharap ini menjadi kesempatan bagi jajarannya untuk mudik.

“Kali ini saya lakukan untuk memberikan kesempatan kepada bapak ibu sekalian agar dapat membeli tiket mudik dari sekarang dan memanfaatkan idul fitri untuk bersilaturahim dengan keluarga di kampung masing-masing,” kata dia.

2. Raja Juli tak menerima hampers

3EDC174A-C565-47CF-9649-EDED2A6223D0.jpeg
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada empat Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan total luas 833 hektare untuk 140 Kepala Keluarga (KK). (Dok. Kemenhut)

Kedua, ia juga mengumumkan tidak menerima hampers atau parsel. Ia mengimbau agar jajarannya tidak mengirimkan hampers atau parsel.

“Bagi bapak ibu yang tahun lalu membeli hampers dan persel mengirimkan ke saya, tahun ini saya mengajak agar bapak ibu tetap membeli hampers atau parsel namun tidak dikirimkan ke saya tapi dikirimkan kepada orang-orang yang ada di sekitar bapak ibu yang membutuhkan,” ujar Menhut.

3. Presiden minta penabat tak memggelar open house mewah

Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Jakarta, pada Rabu (11/3/2026).
Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Jakarta, pada Rabu (11/3/2026). (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta pejabat-pejabat tak menggelar open house yang bermewah-mewahan pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu ia sampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia mengingatkan masih banyak warga di Sumatra yang masih dalam suasana bencana.

"Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara, kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," ucap dia.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk seluruh menteri dan pejabat negara agar tidak terlalu berlebihan saat menggelar open house Lebaran.

"Kami kemarin sesuai dengan petunjuk beliau, hari ini, eh hari kemarin mohon maaf, kami sudah menyampaikan Surat Edaran untuk kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk kami imbau untuk tidak apa namanya berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupun halal bihalal," kata Prasetyo di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

Hal itu, kata Prasetyo karena sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang dalam kondisi tidak baik.

"Karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita yang pada kondisi yang belum baik gitu," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More