AS Tarik Kapal USS Gerald Ford dari Laut Merah, Kenapa?
- Pemerintah AS menarik kapal induk USS Gerald Ford dari Laut Merah untuk menjalani perbaikan di Pulau Kreta, Yunani, setelah mengalami kebakaran pada 12 Maret 2026.
- Kebakaran di kapal tidak terkait serangan pihak mana pun dan menyebabkan beberapa tentara terluka serta merusak fasilitas penting seperti kamar tidur dan toilet.
- Kapal perang terbesar milik AS ini telah berlayar selama sembilan bulan dalam berbagai operasi militer, memicu kritik karena dianggap membebani stamina prajurit dan kinerja kapal.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk menarik kapal perang USS Gerald Ford yang sedang berlayar di Laut Merah. Langkah ini dilakukan karena kapal tersebut akan menjalani proses perbaikan.
Menurut keterangan angkatan laut AS, kapal USS Gerald Ford akan diperbaiki di markas militer Negeri Paman Sam yang ada di Pulau Kreta, Yunani. Di sana, tim teknisi ahli akan melakukan perbaikan intens.
“Kapal induk (USS Gerald) Ford yang sedang berlayar di Laut Merah akan berada di Teluk Souda di Pulau Kreta, (Yanani), untuk jangka waktu singkat guna melakukan perbaikan," kata pejabat militer AS yang tidak disebut namanya, seperti dilansir CNN, Rabu (18/3/2026).
1. Perbaikan dilakukan setelah kapal terbakar pada pekan lalu

Perbaikan ini dilakukan akibat peristiwa kebakaran yang terjadi di kapal USS Gerald Ford pada 12 Maret 2026. Saat itu, kapal terbakar ketika sedang berlayar di Laut Merah. Menurut keterangan pejabat militer AS, kebakaran tersebut tidak ada hubungannya dengan serangan pihak mana pun, terutama Iran.
Kebakaran tersebut melukai beberapa tentara yang sedang bertugas. Beruntungnya, korban luka kini sudah dalam keadaan baik. Sebab, mereka langsung mendapat pertolongan dari tim medis usai terkena kobaran api.
Selain melukai tentara, kebakaran ini juga merusak sejumlah fasilitas penting yang ada di kapal. Beberapa di antaranya, seperti toilet dan kamar tidur. Kasur-kasur di dalam kamar juga ikut terbakar sehingga tidak bisa digunakan lagi. Ini membuat 600 tentara dan awak kapal kehilangan kasur untuk beristirahat.
2. Kapal USS Gerald Ford ikut andil dalam serangan Iran

Sebagai informasi, kapal USS Gerald Ford sendiri merupakan kapal perang terbesar di dunia milik angkatan laut AS. Kapal tersebut turut andil dalam serangan AS ke Iran yang dilakukan lewat operasi militer Epic Furry.
Kapal USS Gerald Ford menampung lebih dari 5.000 tentara. Selain itu, kapal tersebut juga menampung lebih dari 75 pesawat tempur canggih yang siap menyerang musuh.
Kapal USS Gerald Ford sudah berlayar di Laut Merah sejak 11 Maret lalu. Di sana, mereka melakukan patroli untuk memantau situasi di tengah konflik Timur Tengah yang dipicu perang antara Iran, AS, dan Israel.
3. Kapal perang USS Gerald Ford sudah berlayar selama sembilan bulan

Jika ditotal, kapal USS Gerald Ford sudah berlayar di laut selama sembilan bulan. Pelayaran ini dilakukan untuk memenuhi berbagai operasi militer, termasuk operasi militer yang dilakukan AS ke Iran.
Lamanya masa pelayaran kapal USS Gerald Ford ini menuai kritik dari sejumlah pejabat di AS. Seorang anggota senat AS bernama Mark Warner menilai, pelayaran kapal selama sembilan bulan sudah tidak manusiawi. Sebab, tindakan tersebut bisa menurunkan stamina prajurit yang bertugas serta menurunkan kinerja kapal.
"Kapal (USS Gerald) Ford dan awaknya telah didorong ke ambang batas setelah hampir setahun di laut. Mereka telah membayar harga atas keputusan militer Presiden Donald Trump yang sembrono," kata Warner dilansir BBC.
Awalnya, kapal USS Gerald Ford dikabarkan bakal terus berlayar di Laut Merah setidaknya sampai April 2026 mendatang. Namun, angkatan laut AS kini memutuskan untuk mengistirahatkan kapal semantara waktu guna menjalani perbaikan karena peristiwa kebakaran pada pekan lalu.


















