Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tiga Warga Palestina Tewas Kena Serpihan Rudal Iran di Tepi Barat

Tiga Warga Palestina Tewas Kena Serpihan Rudal Iran di Tepi Barat
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)
Intinya Sih
  • Tiga perempuan Palestina tewas dan 13 lainnya luka-luka akibat serpihan rudal Iran yang menghantam salon di Beit Awa, Hebron, menjadi korban pertama di Tepi Barat.
  • Serangan rudal Iran pada hari yang sama juga menewaskan seorang pekerja asal Thailand di Israel tengah, tepatnya di Moshav Adanim dekat Tel Aviv.
  • Sejak perang dimulai 28 Februari, sedikitnya 15 orang tewas di Israel dan 1.444 di Iran, sementara warga Palestina kekurangan akses ke tempat perlindungan bom.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tiga perempuan Palestina tewas setelah serpihan rudal Iran menghantam sebuah salon di Tepi Barat yang diduduki. Ini menjadi kematian pertama warga Palestina akibat serangan Iran dalam perang yang berlangsung di Timur Tengah.

Insiden itu terjadi di kota Beit Awa, barat daya Hebron, pada Rabu (18/3/2026) malam. Menurut laporan kantor berita WAFA, salon tersebut didirikan di dalam sebuah karavan logam di samping sebuah rumah. Sejumlah foto menunjukkan atapnya yang tampak berlubang akibat jatuhnya serpihan rudal, sementara karpet dan seprai di dalamnya terlihat berlumuran darah.

Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan sedikitnya 13 orang juga terluka dalam insiden tersebut, termasuk satu orang yang dilaporkan dalam kondisi kritis. Serpihan rudal tersebut juga jatuh di beberapa lokasi lainnya di wilayah Hebron.

1. Mayoritas warga Palestina di Tepi Barat tidak punya akses ke tempat perlindungan bom

warga Israel bersembunyi di tempat perlindungan bom
warga Israel bersembunyi di tempat perlindungan bom (https://www.flickr.com/people/45644610@N03, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)

Tim Pertahanan Sipil Palestina, tenaga medis, dan tim teknik bahan peledak dari Kementerian Dalam Negeri Otoritas Palestina (PA) segera merespons insiden tersebut dengan memberikan perawatan kepada para korban selamat dan mengamankan lokasi. Warga setempat juga diimbau untuk mencari tempat yang aman saat terjadinya serangan serta menjauhi puing dan sisa-sisa rudal setelah serangan.

Rory Challands, koresponden Al Jazeera di Amman, Yordania, mengatakan bahwa serangan udara Iran sebelumnya telah menyebabkan komunitas warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki mengalami luka-luka dan kerusakan properti, tapi belum pernah menimbulkan korban jiwa.

“Hal itu baru berubah malam ini. Dari yang kami pahami, sebuah bom kecil dari rudal—salah satu dari amunisi klaster atau submunisi—jatuh di sebuah salon rambut wanita di sana, yang menyebabkan kematian dan luka-luka,” ujarnya.

2. Serangan rudal Iran tewaskan seorang warga negara Thailand di Israel

paramedis mengeluarkan tanda dari ambulans
paramedis mengeluarkan tanda dari ambulans (pexels.com/RDNE Stock project)

Pada hari yang sama, seorang pekerja asing juga dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran di Israel tengah. Media Israel menyebutkan bahwa korban merupakan warga negara Thailand yang bekerja di bidang pertanian.

Menurut layanan ambulans Magen David Adom (MDA), pria tersebut tewas di Moshav Adanim, yang terletak sekitar 20km di timur laut Tel Aviv. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di antara puing-puing logam yang berserakan sebelum kemudian dinyatakan meninggal di tempat kejadian, dilansir dari RFI.

3. Perang telah menewaskan 15 orang di Israel dan 1.444 orang di Iran

pencegat rudal Iron Dome
pencegat rudal Iron Dome (Oren Rozen, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Iran telah menembakkan rudal setiap hari ke arah Israel, negara-negara Teluk dan Timur Tengah sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan perang terhadapTeheran pada 28 Februari. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 15 orang di Israel dan 1.444 orang di Iran.

Sebagian besar warga Israel memiliki akses ke tempat perlindungan bom yang dapat melindungi mereka dari serangan udara dan serpihannya yang jatuh. Namun, hampir tidak ada fasilitas perlindungan serupa bagi warga Palestina di Tepi Barat. Banyak dari mereka hanya mengandalkan suara sirine dari kota atau permukiman Israel terdekat sebagai sebagai peringatan akan datangnya serangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More