Jakarta, IDN Times - Pemerintah Vietnam mengumumkan rencana pembebasan 9.950 narapidana pada awal Juni 2026. Kebijakan keringanan hukuman atau amnesti ini diberikan kepada warga negara Vietnam serta puluhan warga negara asing yang sedang menjalani masa tahanan dan telah memenuhi syarat hukum.
Keputusan tersebut disampaikan tak lama setelah Vietnam selesai menggelar pemilihan anggota parlemen. Dokumen resmi mengenai pembebasan massal ini ditandatangani langsung oleh Presiden Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, dan diumumkan dalam jumpa pers di Hanoi pada Sabtu (30/5/2026).
