Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Utusan AS Bertemu Netanyahu Bahas Fase 2 Rencana Trump untuk Gaza

ilustrasi bendera Israel dan Amerika Serikat (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi bendera Israel dan Amerika Serikat (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Intinya sih...
  • Israel melancarkan serangan udara ke Gaza meski gencatan senjata berlaku.
  • Fase kedua rencana Trump atur transisi dan rekonstruksi Gaza.
  • Warga Gaza sambut ragu rencana pembukaan Rafah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff dan Jared Kushner bersama dua penasihat senior, Aryeh Lightstone serta Josh Gruenbaum, menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pertemuan pada Sabtu (24/1/2026) itu dinilai berlangsung positif dengan kesepakatan bersama terkait langkah berikutnya.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak memusatkan perhatian pada percepatan pelaksanaan Fase 2 dari Rencana 20 Poin Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Agenda yang dibahas mencakup capaian terkini, rencana implementasi lanjutan, hingga langkah nyata menuju demiliterisasi Jalur Gaza. Seorang pejabat AS menegaskan koordinasi dengan Netanyahu dan timnya terus terjalin erat sejak tercapainya kesepakatan mengenai sandera.

“Kami telah bekerja sangat erat dengan Perdana Menteri Netanyahu dan timnya… untuk memulangkan jenazah. Kami sedang bekerja sangat erat untuk memulangkan jenazah terakhir itu bersama-sama, sehingga kami memiliki koordinasi yang sangat erat,” katanya pada Minggu (25/1/2026), dikutip dari The National News. Hubungan kedua pihak disebut berkembang sebagai kemitraan produktif untuk menjaga gencatan senjata sekaligus mengupayakan perdamaian jangka panjang di Gaza.

1. Serangan Israel masih terjadi meski gencatan senjata berlaku

ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)
ilustrasi perang (pexels.com/Beyzanur K.)

Walaupun perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS telah berjalan sejak 10 Oktober 2025, Israel masih melancarkan serangan udara ke Gaza. Sumber medis setempat melaporkan sedikitnya tiga warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka akibat serangan sepanjang hari.

Situasi di lapangan digambarkan jurnalis Al Jazeera Hani Mahmoud yang berada di Kota Gaza, dengan tembakan serta bombardir Israel hampir tak pernah berhenti di wilayah timur Jalur Gaza. Di kamp pengungsi Jabalia, warga melaporkan serangan drone menghantam fasilitas kesehatan dekat garis pemisah. Tembakan juga terdengar intens dari kendaraan militer Israel dan artileri di bagian timur kamp tersebut.

Petugas medis bersama tim Pertahanan Sipil kesulitan menjangkau lokasi karena kondisi yang dinilai belum aman. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat lebih dari 480 warga tewas dan 1.321 lainnya terluka sejak 11 Oktober, sementara total korban sejak 7 Oktober 2023 mencapai 71.657 orang meninggal dan 171.399 luka-luka.

2. Fase kedua rencana Trump atur transisi dan rekonstruksi Gaza

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)

Tahap kedua rencana Trump yang kini berjalan menetapkan pembentukan administrasi transisi teknokratis Palestina bernama National Committee for the Administration of Gaza. Skema ini sekaligus menandai dimulainya demiliterisasi menyeluruh serta proses rekonstruksi di wilayah tersebut.

Tantangan utama mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, serta upaya deradikalisasi di kawasan yang dikuasai Hamas sejak 2007. Dalam kerangka yang sama, perjanjian gencatan senjata menawarkan amnesti dan jaminan keamanan menuju pengasingan bagi para pemimpin Hamas.

Seiring itu, AS memaparkan visi Gaza Baru di sela World Economic Forum di Davos yang mencakup pembangunan menara hunian, resor pantai, dan pusat data sebagai bagian dari kerangka gencatan senjata. Ali Shaath, kepala komite teknokratis Gaza sekaligus pemimpin administrasi transisi yang didukung AS, menyampaikan bahwa perlintasan Rafah dengan Mesir akan segera dibuka dua arah dalam beberapa hari atau minggu mendatang.

“Pembukaan Rafah menandakan bahwa Gaza tidak lagi tertutup bagi masa depan dan bagi perang,” kata Shaath.

3. Warga Gaza sambut ragu rencana pembukaan Rafah

Perbatasan Rafah (Gigi Ibrahim, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Perbatasan Rafah (Gigi Ibrahim, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Warga Palestina bernama Ahmed al-JoJo telah terpisah dari tunangannya di Mesir selama lebih dari setahun akibat penutupan perlintasan Rafah tanpa batas waktu.

“Saya menjalani semua tahap yang menyusul kepergiannya – sendirian tanpanya, dan tanpa motivasi hidup apa pun,” katanya, dikutip dari Al Jazeera.

Menurut Ahmed, potensi pembukaan kembali perlintasan tersebut hanya dapat menjadi solusi sebagian atas situasi yang ia alami.

“Inilah dampak perang, dan apa yang dilakukannya terhadap kami. Perang telah memisahkan kami. Langkah pertama adalah saya keluar melalui perlintasan tersebut,” tambahnya.

Di sisi lain, banyak warga Palestina meragukan janji pembukaan Rafah karena pengalaman sebelumnya kerap tak terwujud. Kekhawatiran juga muncul bahwa Rafah justru dimanfaatkan sebagai jalur keluar sepihak yang mempermudah pembersihan etnis. Kantor Netanyahu kemudian menjelaskan Israel hanya menyetujui pembukaan terbatas untuk perlintasan manusia dengan pengawasan ketat dari pihak Israel. Syarat yang diajukan adalah 100 persen upaya oleh Hamas untuk menemukan dan memulangkan seluruh tawanan yang telah meninggal.

Saat ini, hanya jenazah satu tawanan, anggota angkatan bersenjata Ran Gvili, yang belum dikembalikan. Hamas menyebut kesulitan pemulangan disebabkan bombardir Israel yang masih berlangsung. Pasukan Israel tengah menjalankan operasi terfokus berbasis intelijen untuk memulangkan jenazah Ran Gvili, setelah itu perlintasan Rafah direncanakan dibuka. Pejabat Israel juga menegaskan pembukaan penuh hanya akan dilakukan jika seluruh tawanan meninggal yang tersisa dikembalikan dan Hamas dilucuti senjatanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Badai Musim Dingin Lumpuhkan 2 Pertiga Wilayah Amerika Serikat

27 Jan 2026, 01:09 WIBNews