Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yaman Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Houthi di Provinsi Al-Bayda
potret wilayah Yaman (pexels.com/Lara Jameson)
  • Militer Yaman mengklaim melancarkan 20 serangan di Al-Bayda pada 12 September 2026, menargetkan pasukan, kendaraan, peluncur rudal, dan sistem komunikasi Houthi.
  • Yaman juga menyerang Houthi di Mocha serta konvoi puluhan truk pasokan senjata dari Taiz ke Sanaa melalui udara. Houthi sebelumnya menguasai penuh Mocha.
  • Konflik yang berlangsung sejak 2014 kian memanas; PBB mencatat sekitar 76 ribu warga Yaman mengungsi, termasuk penduduk Mocha yang bergerak menuju Aden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Yaman mengklaim berhasil meluncurkan 20 serangan ke pasukan Houthi yang ada di Provinsi Al-Bayda. Serangan itu dilakukan pada Sabtu (12/9/2026). Yaman mengatakan, serangan itu menyebabkan kerugian besar bagi Houthi.

Militer Yaman menambahkan, serangan terbaru itu menyasar sejumlah distrik yang ada di Al-Bayda, yakni Distrik Al-Zahir, Dhi Na’im, Al-Sawadiyah, dan Mukayras. Serangan itu menargetkan perkumpulan pasukan, kendaraan, peluncur rudal, dan sistem komunikasi milik pasukan Houthi.

1. Militer Yaman juga menyerang pasukan Houthi di Kota Mocha

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

Selain di Al-Bayda, militer Yaman juga menyerang pasukan Houthi yang berada di Kota Mocha pada hari yang sama. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan karena milisi tersebut sudah meningkatkan serangan terhadap Yaman selama beberapa pekan terakhir. Serangan itu juga menewaskan sejumlah pasukan militer Yaman.

Masih pada hari yang sama, militer Yaman mengatakan, pihaknya berhasil menyerang puluhan truk Houthi yang sedang dalam perjalanan untuk membawa pasokan senjata dari Kota Taiz ke Sanaa. Yaman mengatakan, serangan itu dilakukan melalui udara dengan bantuan jet tempur. 

2. Kota Mocha sudah sepenuhnya dikuasai oleh Houthi

potret Kota Mocha, Yaman (commons.wikimedia.org/tower10)

Sebelum ini, pasukan Houthi sudah lebih dahulu melakukan serangan brutal terhadap militer Yaman. Bahkan, Houthi berhasil menguasai Mocha dan memukul mundur tentara Yaman dari kota tersebut pada Jumat (11/9/2026) lalu. Mocha sendiri merupakan salah satu kota krusial bagi Yaman. Sebab, kota tersebut punya banyak pelabuhan yang sering digunakan Yaman untuk memfasilitasi perdagangan internasional. 

Berdasarkan keterangan tiga sumber anonim Pemerintah Yaman, Mocha kini sudah sepenuhnya dikontrol oleh Houthi. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk Yaman yang tinggal di kota tersebut kini mulai mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Mereka semua dikabarkan mengungsi ke Aden, sebuah kota yang ada di Yaman selatan. Kota tersebut dinilai lebih aman dari ancaman serangan Houthi.

3. Konflik antara Yaman dan Houthi semakin memanas

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

Aksi saling serang ini membuat konflik antara Yaman dan Houthi semakin memanas. Menurut data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perang saudara antara kedua pihak sudah membuat sekitar 76 ribu warga Yaman kini terpaksa mengungsi guna mencari tempat yang lebih aman. 

Sebagai informasi, perang saudara antara Yaman dan Houthi sudah terjadi sejak 2014 silam. Dilansir Council on Foreign Relation (CFR), perang ini dimulai ketika Houthi melakukan pemberontakan untuk mengambil alih Ibu Kota Yaman, Sanaa. Ketika itu, mereka mendesak Pemerintah Yaman untuk menurunkan harga bahan bakar. Selain itu, milisi tersebut juga menyerukan pergantian rezim Pemerintah Yaman yang kala itu dipimpin oleh Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article