Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Dukung Upaya Reunifikasi Irlandia: Sebaiknya Segera

Trump Dukung Upaya Reunifikasi Irlandia: Sebaiknya Segera
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gereja St. John's. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Presiden AS Donald Trump mendukung reunifikasi Republik Irlandia dan Irlandia Utara agar segera terwujud, usai bertemu Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Dublin.
  • Irlandia terpisah sejak Perjanjian Anglo-Irish 1921: Republik Irlandia berdaulat dengan ibu kota Dublin, sedangkan Irlandia Utara menjadi bagian Britania Raya dengan ibu kota Belfast.
  • Sikap Trump menandai perubahan dari netralitas lama AS, sementara Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan reunifikasi tidak mungkin, meski isu ini lama didukung sebagian pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi dukungan penuh terhadap proses reunifikasi Irlandia. Bahkan, Trump mengatakan reunifikasi tersebut sebaiknya segera terjadi. Sebab, menurutnya, upaya tersebut akan berdampak baik bagi Republik Irlandia dan Irlandia Utara. 

“Pada akhirnya, hal itu (reunifikasi Irlandia) akan terjadi. Sebaiknya, hal itu terjadi sekarang juga. Inggris tentu saja akan ikut berkomentar tentang hal itu,” kata Trump kepada wartawan setelah bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, di Dublin, Sabtu (12/9/2026) dilansir Times of Israel.  

  1. 1. Irlandia terbagi menjadi dua negara berbeda

    Wilayah Republik Irlandia dan Irlandia Utara.
    potret wilayah Republik Irlandia dan Irlandia Utara (pexels.com/Anthony Beck)

    Seperti Korea Selatan dan Korea Utara, Irlandia saat ini juga terbagi menjadi dua negara berbeda, yakni Republik Irlandia yang merupakan negara berdaulat dan Irlandia Utara yang merupakan bagian dari Britania Raya (United Kingdom). Dilansir Britannica, Republik Irlandia memiliki ibu kota bernama Dublin, sedangkan Irlandia Utara memiliki ibu kota bernama Belfast. 

    Perpisahan antara Republik Irlandia dan Irlandia Utara terjadi pada 1921. Perpisahan ini disetujui dalam sebuah perjanjian bernama Anglo-Irish Treaty. Ketika itu, perjanjian ini mengakhiri perang saudara yang terjadi di Irlandia. Sebagai akibatnya, Republik Irlandia yang mayoritas beragama Katolik dan Irlandia Utara yang mayoritas beragama Protestan harus dipisahkan menjadi dua negara berbeda.

  2. 2. AS sudah lama memilih netral terhadap isu reunifikasi Irlandia

    Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)

    Selama ini, AS memilih netral dan cenderung tidak mau ikut campur soal reunifikasi Irlandia. Sebab, Washington menganggap isu tersebut merupakan urusan internal Republik Irlandia, Irlandia Utara, dan Britania Raya. Namun, saat Trump kembali menjabat presiden pada Januari 2025 lalu, AS cenderung ikut campur soal isu tersebut meski tidak intens.

    “Yah, saya tidak ingin menimbulkan masalah. Namun, saya akan memberi tahu Anda bahwa saya ingin sekali melihatnya (Republik Irlandia dan Irlandia Utara) kembali bersatu,” lanjut Trump dilansir CNN

  3. 3. Perdana Menteri Inggris menyebut reunifikasi Irlandia tidak mungkin dilakukan

    Andy Burnham sedang berada di Downing Street, London, Inggris.
    Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, sedang berada di Downing Street, London, Inggris. (flickr.com/Number 10 via commons.wikimedia.org/Number 10)

    Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, mengatakan, reunifikasi Irlandia tidak bisa dilakukan. Namun, Burnham tidak menjelaskan alasan mengapa kedua negara tersebut tidak bisa bersatu. 

    Isu reunifikasi Irlandia sendiri sebetulnya sudah lama menjadi isu hangat di kalangan pejabat Britania Raya. Ada juga banyak pihak dari Republik Irlandia dan Irlandia Utara yang mendukung ide tersebut. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum pernah terealisasi. Oleh sebab itu, Republik Irlandia dan Irlandia Utara masih menjadi dua negara yang berbeda kekuasaan hingga saat ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More