CEK FAKTA: BMKG Balas Unggahan Seskab Klarifikasi soal Vulkanik

BMKG menegaskan tangkapan layar yang terkesan membantah unggahan Sekretariat Kabinet telah disunting dengan teknik crop atau combine, sehingga memicu mispersepsi publik.
Komentar akun @infobmkg disebut merupakan jawaban atas pertanyaan spesifik warganet tentang aktivitas vulkanik, bukan bantahan maupun koreksi resmi terhadap unggahan Sekretariat Kabinet.
BMKG membenarkan imbauan terkait sebaran abu vulkanik dan keselamatan penerbangan, sementara pemantauan aktivitas internal gunung api serta penetapan status erupsi menjadi kewenangan PVMBG-Badan Geologi.
Jakarta, IDN Times - Sebuah unggahan dari akun resmi sekretariat.kabinet yang menerangkan bahwa BMKG merilis laporan kondisi Gunung Anak Krakatau beredar di media sosial.
"Sesuai data BMKG, Gunung Anak Krakatau sedang mengalami beberapa kali erupsi. Untuk mengantisipasi paparan debu vulkanik, kami mengimbau warga untuk melakukan langkah-langkah berikut: Apabila hendak keluar rumah, gunakan masker yang tepat, seperti masker N95 atau KN95 untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik," tulis akun Seskab.
Unggahan Seskab tersebut viral karena akun BMKG langsung memberikan komentar bahwa informasi tersebut bukan ranahnya BMKG.
"Hai Kak, untuk informasi terkait aktivitas vulkanik termasuk Anak Gunung Krakatau, itu bukan dalam ranah tupoksi BMKG ya kak. Kakak bisa langsung bertanya atau memantau informasi dari @badan.geologi ya, terima kasih 😊," tulis akun resmi BMKG.
Benarkah BMKG merespons unggahan akun resmi Seskab?
1. Hasil penyuntingan gambar

Tangkapan layar unggahan akun @seskab yang dibalas oleh akun @BMKG viral di media sosial / (threads@th**ma) Sekretaris Utama (Sestama) BMKG, Guswanto meluruskan tangkapan layar di media sosial yang mengesankan seolah-olah akun resmi infoBMKG memberikan jawaban tidak responsif terhadap unggahan Sekretariat Kabinet.
"BMKG menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar karena pihak yang tidak bertanggung jawab telah menyunting (crop/combine) gambar-gambar tersebut sehingga memicu mispersepsi di masyarakat," tegasnya dalam keterangan tertulis.
2. BMKG murni menjawab pertanyaan netijen

Konferensi Pers Perkembangan Iklim dan Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia. (Dok. BMKG) Dia menerangkan, tangkapan layar komentar dari admin @infobmkg merupakan jawaban atas pertanyaan spesifik salah satu warganet mengenai aktivitas vulkanik.
"Komentar tersebut bukan bentuk bantahan atau koreksi resmi BMKG terhadap unggahan Sekretariat Kabinet," katanya.
3. BMKG benarkan unggahan Seskab

Konferensi Pers Perkembangan Iklim dan Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia. (Dok. BMKG) Meskipun data aktivitas erupsi secara primer merupakan wewenang PVMBG-Badan Geologi, isi imbauan Setkab mengenai potensi dampak sebaran debu vulkanik (volcanic ash) dan keselamatan penerbangan tetap menjadi bagian dari ranah operasional analisis meteorologi penerbangan BMKG.
"Sebagai informasi, BMKG merupakan lembaga yang berwenang memantau cuaca, iklim, gempa bumi tektonik, tsunami, serta sumber data sebaran abu vulkanik (volcanic ash) di atmosfer untuk analisis keselamatan penerbangan (Volcanic Ash Advisory). Sedangkan PVMBG (Badan Geologi KESDM), berwenang penuh memantau aktivitas vulkanik internal gunung api, menetapkan status (Waspada/Siaga/Awas), serta mengeluarkan peringatan awal erupsi," imbuhnya.





















