Yunani Tangkap Anggota Militer yang Diduga Mata-mata China

- Pelaku merupakan anggota pasukan angkatan udara Yunani yang diduga sebagai mata-mata China
- Pemerintah Yunani mengecam tindakan spionase oleh oknum militer dan akan mencabut status kewarganegaraan pelaku
- China sering melakukan aksi spionase, termasuk menyadap satelit Prancis dan mencuri data sensitif pemerintah Inggris
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Yunani menangkap seorang anggota militer yang diduga kuat sebagai mata-mata China. Penangkapan tersebut terjadi di sebuah markas militer pada Kamis (5/2/2026) dini hari waktu setempat.
"Penangkapan itu terjadi di dalam area militer. Penangkapan ini dilakukan berkat kerja sama dan berkoordinasi dengan dinas-dinas negara lainnya," bunyi pernyataan resmi Staf Pertahanan Umum Yunani (GEETHA) dalam siaran pers, seperti dilansir The Strait Times.
Militer Yunani sudah berupaya menghubungi China terkait masalah ini. Namun, hingga saat ini, Negeri Tirai Bambu belum memberikan respons.
1. Pelaku merupakan anggota pasukan angkatan udara Yunani

Menurut keterangan GEETHA, pelaku merupakan anggota pasukan angkatan udara Yunani yang berusia 50 tahun. Namun, namanya tidak disebarluaskan untuk menjaga privasi dan keamanan tersangka.
GEETHA menjelaskan pelaku berupaya mengambil data sensitif milik militer Yunani dan NATO untuk diberikan kepada China. Dugaan ini muncul karena sekitar 2 bulan lalu, salah seorang anggota militer Yunani juga terciduk membocorkan data sensitif militer Yunani untuk China.
Jika dugaan tersebut benar, Pemerintah Yunani bakal mencabut status kewarganegaraan pelaku. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk hukuman karena tindakan spionase militer yang telah ia lakukan.
2. Pemerintah Yunani mengecam tindakan spionase oleh oknum militer

Aksi spionase ini menuai kecaman keras dari Pemerintah Yunani. Mereka menganggap aksi tersebut sebagai pelanggaran serius dan tidak bisa dibiarkan. Jika dibiarkan, aksi serupa kemungkinan bakal terjadi lagi di masa mendatang.
Militer Yunani awalnya menduga kasus ini ada hubungannya dengan Turki. Sebab, hubungan Yunani dan Turki saat ini dikabarkan sedang renggang imbas sengketa wilayah. Namun, berdasarkan bukti yang ada, militer Yunani menyimpulkan bahwa tindakan spionase yang dilakukan oleh salah satu anggotanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan Turki.
3. China sering melakukan aksi spionase

Yunani mengaitkan aksi spionase ini dengan China bukan tanpa dasar. Sebab, intelijen China memang sering melakukan aksi tersebut. Mereka memanfaatkan warga sipil dalam negeri atau warga negara yang bersangkutan untuk mencuri data sensitif milik pemerintah.
Pada Rabu (4/2/2026) lalu, misalnya, dua warga China ditangkap karena terciduk menyadap satelit milik Prancis. Saat ini, kedua tersangka sedang menjalani persidangan di Prancis buntut aksi tersebut. Selain itu, pada 2025 lalu, China juga dilaporkan melakukan aksi spionase terhadap Inggris. Aksi ini dilakukan untuk mencuri data-data sesifitif milik pemerintah.
















