Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TNI AL Telah Temukan 15 Jenazah Marinir Korban Longsor Bandung Barat

Prajurit TNI AL, marinir
Prosesi penghormatan dan pemberangkatan jenazah prajurit marinir yang tertimbun lumpur di Cisarua. (Dokumentasi TNI AL)
Intinya sih...
  • Proses evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, berlangsung dengan kondisi cuaca cerah yang memudahkan operasi pencarian.
  • Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menyebut longsor dipicu hujan lebat selama dua malam di Cisarua saat 23 prajurit marinir TNI AL sedang berlatih di sana.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sejauh ini sudah ada 15 jenazah prajurit marinir TNI AL yang berhasil ditemukan. Proses pemberangkatan jenazah ke lokasi pemakaman sudah dilakukan secara bertahap sejak pekan lalu.

"Hingga 5 Februari 2026 atau hari ke-12, Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) secara bertahap telah melaksanakan pelepasan terhadap 15 jenazah prajurit. Sementara, sebanyak 8 prajurit lainnya masih dalam proses pencarian," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (AL), Laksamana Tunggul, di dalam keterangan pada Jumat (6/2/2026).

Dia mengatakan, TNI AL senantiasa berkomitmen untuk memberikan penghormatan terbaik kepada setiap prajurit yang gugur dalam tugas.

"Kami juga terus mendukung penuh upaya pencarian sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian institusi terhadap seluruh prajuritnya," kata dia.

Sementara, total ada 23 prajurit marinir TNI AL yang sedang melakukan latihan di Cisarua sebelum dikirimkan untuk bertugas ke perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

1. Kondisi cuaca yang cerah di titik longsor memudahkan proses evakuasi

Longsor Cisarua
Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (IDN Times/Istimewa)

Sementara, Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan, operasi pencarian korban diperpanjang hingga satu pekan ke depan. Sebab, masih ada 20 korban longsor yang dilaporkan hilang.

"Masih ada 20 orang lagi yang harus kami cari. Berdasarkan hasil asesmen bersama seluruh tim gabungan dan pihak terkait, kami memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan resmi dilanjutkan," ujar Syafii, Sabtu (31/1/2026).

Hingga saat itu, tim SAR gabungan telah menemukan puluhan jenazah yang dimasukan ke dalam 60 kantong. Sebanyak 44 jenazah di antaranya telah diserahkan kepada keluarga korban.

Syafii mengatakan, proses pencarian korban di titik longsor kini lebih mudah, karena cuaca di lokasi dalam keadaan cerah. Selain itu, terdapat pula 17 alat berat yang dikerahkan untuk mengeruk materi longsor.

2. KSAL sebut longsor dipicu hujan lebat selama dua malam di Cisarua

Muhammad Ali
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali (tengah) di geladak di KRI SIM-367, Jakarta Utara. (Dokumentasi TNI AL)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, mengatakan, 23 prajurit marinir TNI AL tengah berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat kejadian longsor karena mengikuti latihan pengamanan sebelum dikirim untuk bertugas di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

"Mereka berada di sana karena tengah melaksanakan latihan pratugas untuk melakukan pengamanan perbatasan di Indonesia-Papua Nugini. Jadi, memang di sana sedang berlatih," ujar Ali usai mengikuti rapat kerja Menhan dan komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (26/1/2026).

Ali mengatakan, saat itu kondisi di Kecamatan Cisarua tengah diguyur hujan lebat selama dua malam.

"Itu mungkin yang mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa. Kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana," kata dia.

3. KSAL jamin kehidupan anak dari 23 prajurit marinir yang meninggal

Muhammad Ali
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali (tengah) ketika memberikan keterangan usai rapat kerja dengan komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (26/1/2026). (IDN Times/Amir Faisol)

Ali mengatakan, TNI AL akan menjamin masa depan anak-anak dari 23 marinir yang gugur dalam peristiwa tanah longsor di Cisarua. Dia pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya puluhan prajurit marinir itu. Dia menegaskan komitmen negara untuk memenuhi segala hak keluarga yang ditinggalkan.

“TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ali, Kamis (29/1/2026).

Tak hanya memberikan santunan, Ali memastikan pendidikan anak-anak korban terjamin. TNI AL menyiapkan beasiswa penuh hingga mereka lulus sarjana.

Bahkan, Ali membuka jalan lebar bagi anak-anak tersebut jika ingin mengikuti jejak sang ayah mengabdi sebagai tentara.

"(Akan) diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo Sediakan Lahan di Depan Bundaran HI untuk Kantor Baru MUI

07 Feb 2026, 12:52 WIBNews