Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zelenskyy Ungkap Rusia Ingin Tambah 30 Ribu Tentara dari Korut
ilustrasi parade militer (pexels.com/Nguyen Ngoc Tien)

Jakarta, IDN Times – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Rusia sedang menyiapkan tambahan 30 ribu tentara Korea Utara (Korut) untuk memperkuat posisinya dalam perang melawan Ukraina. Pergerakan itu telah teridentifikasi sejak Juni di wilayah Voronezh, Rusia, dan Zelenskyy menyampaikan klaim tersebut melalui pidato video pada Sabtu (25/7/2026).

Dalam pernyataannya, Zelenskyy menyampaikan rencana tersebut sekaligus menyoroti kerja sama kedua negara.

“Kami juga melihat kerja sama Rusia dengan Korut. Rusia ingin menerima 30 ribu tentara lagi dari Korut,” kata Zelenskyy, dikutip Newsweek.

1. Pakta pertahanan mendorong mobilisasi personel

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Mobilisasi tambahan itu berkaitan dengan pakta pertahanan bersama antara Moskow dan Pyongyang. Korut sebelumnya mengerahkan sekitar 14 ribu personel ke wilayah Kursk pada 2024 untuk memukul mundur operasi lintas batas Ukraina, sementara pengerahan awal tersebut.

Di sisi lain, kehadiran 30 ribu personel tambahan akan membuat keterlibatan militer langsung Korut meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Zelenskyy juga menambahkan bahwa kemitraan tersebut memicu risiko yang meluas jauh melebihi konflik yang sedang berlangsung.

2. Zelenskyy menyoroti pengiriman rudal Korut

Pada tanggal 7-8 Oktober 2020, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengadakan perjalanan kenegaraan resmi ke Britania Raya. (Presidential Office of Ukraine, This file is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International license, via Wikimedia Commons)

Selain pengerahan personel, Zelenskyy mengatakan Korut sedang mempersiapkan pengiriman peluncur rudal balistik tambahan ke Rusia.

“Ini adalah ancaman tidak hanya bagi Ukraina. Rusia membantu Korut belajar cara berperang, meningkatkan senjatanya, dan memperoleh pengalaman tempur nyata dalam menggunakannya,” ujar Zelenskyy, dikutip The Straits Times.

Ia juga mengingatkan bahwa aliansi tersebut membahayakan negara-negara Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korut. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan penjelasannya mengenai kerja sama militer kedua negara.

3. Korut memperluas kerja sama militer

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) mengadakan pembicaraan dengan Ketua Dewan Negara Korea Utara, Kim Jong Un (kiri), di Vladivostok, tepatnya di Pulau Russky pada 25 April 2019. (The Presidential Press and Information Office, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Kerja sama militer Rusia dan Korut pada awalnya berlangsung secara tertutup, lalu berkembang menjadi lebih terbuka. Media pemerintah Korut pernah melaporkan Pemimpin Kim Jong Un menyetujui pengiriman tentara sejak Agustus 2024, sementara Pyongyang juga memberikan penghormatan kepada prajuritnya yang gugur di medan perang sebagai pahlawan nasional.

Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan memperkirakan pengerahan di Kursk telah menyebabkan sekitar 4.700 total korban dari pihak Korut, termasuk 600 orang yang tewas. Meski demikian, data tersebut belum diverifikasi secara independen, dan baik Rusia maupun Korut belum memberikan tanggapan atas pernyataan terbaru dari Zelenskyy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article