Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan, serangan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Rusia pada Jumat (17/7/2026). Serangan itu dilaporkan menewaskan dan melukai sejumlah orang. Namun, Zelenskyy tidak merinci jumlah korban tewas dan korban luka imbas serangan tersebut.
Ukraina Serang Gudang E-Commerce di Rusia, 8 Orang Tewas

- Pasukan Ukraina menyerang gudang e-commerce di Moskow dan Tambov, menewaskan delapan orang serta memicu kebakaran besar sebagai balasan atas serangan Rusia sehari sebelumnya.
- Rusia membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke enam distrik di Kyiv, menewaskan satu orang dan melukai 13 lainnya, termasuk kerusakan pada apartemen dan pusat perbelanjaan.
- Warga Ukraina menggelar protes atas pencopotan Menhan Mykhailo Fedorov oleh Presiden Zelenskyy, menilai keputusan itu tidak adil karena Fedorov dianggap berjasa dalam modernisasi militer.
1. Gudang dipakai sebagai tempat pengiriman komponen produksi drone

Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengatakan serangan ini dilakukan karena gudang e-commerce tadi diduga dipakai sebagai tempat pengiriman komponen produksi drone untuk pasukan Rusia. Namun, hingga kini, klaim Zelenskyy tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Rusia juga belum memberikan keterangan untuk menanggapi klaim Zelenskyy tadi.
“Sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil dan kota-kota serta komunitas kami, dua fasilitas logistik utama terkena serangan di wilayah Moskow dan Tambov,” kata Zelensky dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip Euractiv tanpa menyebutkan nama perusahaan e-commerce yang sudah diserang pasukan Ukraina.
Menurut Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, militer Ukraina sudah meluncurkan serangan menggunakan 370 drone selama akhir pekan. Oleh karena itu, ia mengecam keras serangan tersebut.
2. Rusia membalas serangan Ukraina dengan membombardir Kyiv

Merespons serangan Ukraina, Rusia tentu tidak tinggal diam. Moskow langsung meluncurkan serangan balasan menggunakan sejumlah drone dan rudal balistik ke enam distrik yang ada di Kota Kyiv, Ukraina, pada Minggu (19/7/2026) pagi waktu setempat. Dilansir The Strait Times, serangan itu menewaskan 1 orang dan melukai 13 lainnya.
Berdasarkan keterangan Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, serangan Rusia di Distrik Solomianskyi dan Shevchenkivsky menyasar bangunan apartemen. Serangan di Distrik Sviatoshynsky menghantam beberapa rumah warga. Sementara di Distrik Dniprovsky, serangan Rusia menghantam pusat perbelanjaan dan hiburan.
3. Warga Ukraina memprotes pencopotan Menhan Mykhailo Fedorov

Di tengah aksi saling serang ini, warga Ukraina justru ramai-ramai menggelar unjuk rasa. Unjuk rasa itu digelar untuk memprotes keputusan Zelenskyy yang telah memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina, Mykhailo Fedorov.
Zelenskyy sendiri resmi memecat Fedorov sebagai bagian dari perombakan kabinet pada Rabu (15/7/2026) lalu. Menurut seorang anggota parlemen Ukraina, Yaroslav Zhelezniak, pemecatan Fedorov ini disebabkan oleh konflik yang terjadi dengan Panglima Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi. Fedorov dikabarkan berseteru dengan Syrskyi soal tata kelola pertahanan militer di Ukraina.
Warga Ukraina menilai pencopotan Fedorov oleh Zelenskyy tidak adil. Sebab, salah satu menteri termuda di Ukraina itu sudah sangat berjasa bagi militer Ukraina. Terlebih, Fedorov juga baru 7 bulan menjabat sebagai Menhan. Meski belum lama menjabat, Fedorov dikabarkan sudah melakukan sejumlah terobosan di Ukraina. Salah satunya adalah melakukan modernisasi dan digitalisasi militer di Ukraina.






















