- Iklim hutan hujan tropis: karakteristiknya panas dan lembap, curah hujan tinggi dengan suhu mulai dari 20 derajat celcius hingga 35 derajat celcius. Terjadi di daerah Kalimantan, Sumatra dan sebagian besar Papua.
- Iklim mosun tropis: karakteristiknya suhu hangat, curah hujan lebat, kelembapan tinggi dengan suhu rata-rata 18 derajat celcius. Terjadi di wilayah Jawa bagian utara, Sulawesi Selatan dan Timur, Bali.
- Iklim savana tropis: karakteristiknya kering dan panas, curah hujan rendah dengan suhu rata-rata 18 derajat celcius. Terjadi di wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan.
3 Jenis Iklim di Indonesia Beserta Ciri dan Dampaknya

- Iklim adalah pola cuaca jangka panjang yang dipantau setidaknya 30 tahun, berbeda dari cuaca yang berubah cepat dan mencakup wilayah lebih terbatas.
- Indonesia memiliki tiga iklim utama: hutan hujan tropis yang panas-lembap, monsun tropis dengan hujan lebat, serta savana tropis yang kering dan panas.
- Letak geografis, angin monsun, dan topografi memengaruhi iklim Indonesia; dampaknya mendukung pertanian tetapi juga meningkatkan risiko banjir, longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
Letak geografis Indonesia berdampak pada banyak aspek, salah satunya adalah iklim. Bukan sekedar perubahan cuaca, iklim berdampak pada aspek hidup masyarakat. Seperti cara bertahan hidup hingga cara mendapatkan penghidupan.
Untuk itu, perlu kiranya mempelajari jenis iklim di Indonesia. Tujuannya satu agar dapat memanfaatkan dan menanggulangi dampak buruk setiap perubahan iklim. Untuk mempelajari lebih lanjut, berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang iklim yang ada di Indonesia.
1. Pengertian iklim

ilustrasi hujan (pexels.com/Nathan Marcam) Sebelum mengerti jenis iklim di Indonesia, ketahui dulu pengertian iklim. Dikutip National Geographic, iklim adalah pola cuaca jangka panjang suatu wilayah yang dipantau setidaknya 30 tahun. Iklim ini dipengaruhi sistem iklim berupa atmosfer, hidrosfer, kriosfer, permukaan tanah serta biosfer.
Sedangkan berdasarkan Britannica, iklim berarti kondisi atmosfer di lokasi tertentu dalam jangka waktu lama. Unsur yang mempengaruhinya adalah radiasi matahari, suhu, kelembaban, curah hujan. Serta tekanan atmosfer dan angin seperti kecepatan dan arah.
2. Beda iklim dan cuaca

ilustrasi pemandangan (pexels.com/Raychel Sanner) Dari pengertian tersebut, masih banyak yang menganggap iklim dan cuaca hal yang sama. Memang benar, keduanya masih saling terkait karena unsur yang sama yaitu curah hujan, angin, suhu dan kelembapan. Namun, jika dilihat dari beberapa aspek ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan.
Misalnya saja rentang waktu, rentang waktu cuaca cenderung jangka pendek. Selain itu cuaca dapat berubah dari menit ke menit hingga hari ke hari. Berbeda dengan iklim yang rentang waktunya panjang.
Selain itu beda cuaca dan iklim bisa terlihat dari perubahan dan cakupan wilayah. Cuaca biasanya fluktuatif dengan cakupan wilayah tertentu sehingga tidak terlalu luas. Berbeda dengan iklim yang cakupannya luas dengan perubahan yang stabil.
3. Jenis iklim di Indonesia

ilustrasi perahu (pexels.com/Zhefanya Haryanto) Setelah mengerti pengertian iklim dan perbedaannya dengan cuaca, sekarang jenis iklim di Indonesia. Indonesia, dibagi menjadi tiga iklim utama dan berbeda-beda setiap wilayah. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini iklim di Indonesia beserta ciri-cirinya dikutip SMS Broadcaster:
4. Faktor yang mempengaruhi iklim Indonesia

Indonesia (pexels.com/Ahmad Zakaria) Perbedaan iklim di Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Diantaranya, letak Indonesia yang berada di antara Asia dan Australia. Letak wilayah ini membuat Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan kering karena ada angin monsun. Angin monsun adalah angin yang bertiup membawa banyak uap air sehingga curah hujan lebat.
Selain itu, bentuk topografi Indonesia juga berpengaruh terhadap perbedaan iklim tiap wilayah. Indonesia terdiri dari dataran tinggi hingga daerah pesisir. Sehingga ada yang cuaca panas dan lembab, tapi di daerah dataran tinggi suhunya lebih dingin.
5. Dampak positif dan negatif iklim Indonesia

Ilustrasi pertanian (pexels.com/Jeffry Surianto) Beragam jenis iklim di Indonesia berpengaruh pada cara mencari penghidupan. Iklim tropis dengan curah hujan sepanjang tahun membuat Indonesia cocok di sektor pertanian. Apalagi didukung suhu Indonesia yang hangat dan tanah yang kaya mineral vulkanik yang membuat tanah semakin subur.
Selain iklim tropis membuat masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan berpakaian tipis. Berbeda dengan masyarakat di arktik yang lebih memilih pakaian tebal agar tetap hangat. Dari cara berpakaian, membentuk budaya dan peradaban berbeda antara wilayah iklim tropis dan dingin.
Selain dampak positif, iklim di Indonesia juga memiliki dampak negatif. Apalagi jika terjadi climate change atau perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Wilayah di Indonesia menjadi wilayah yang rawan bencana banjir, tanah longsor, kekeringan hingga kebakaran hutan.
Jenis iklim di Indonesia tak hanya berdampak pada cara mencari penghidupan. Tapi juga mencari cara selamat dari wilayah yang rawan bencana. Dampak negatif ini perlu dikaji ulang agar pemerintah bisa melakukan tindakan pencegahan.
Referensi
"What is Indonesia’s Climate Type? An Overview, Variations, and More". SMS Broadcaster. Diakses September 2026.
"Indonesia". EBSCO. Diakses September 2026.
"All About Climate". Education National Geographic. Diakses September 2026.





















