Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Burung dengan Stamina Terbang Paling Ekstrem di Dunia
Burung Camar Arktik (pexels.com/Guerrero)
  • Artikel membahas lima burung dengan kemampuan migrasi paling ekstrem di dunia, menyoroti daya tahan, insting, dan ketangguhan mereka dalam menempuh ribuan kilometer tanpa bantuan teknologi.
  • Burung-burung seperti pied wheatear, sandpiper dada, godwit berekor belang, penguin Adélie, dan camar Arktik tercatat melakukan perjalanan luar biasa hingga puluhan ribu mil setiap tahun.
  • Camar Arktik menjadi pemegang rekor migrasi terpanjang di dunia hewan, mampu menempuh jarak hingga 59.000 mil per tahun antara wilayah Arktik dan Antartika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Migrasi burung bukan sekadar perjalanan biasa, fenomena ini adalah perjalanan antara hidup dan mati yang harus menyeimbangkan antara stamina, insting, dan ketahanan mental. Bayangkan, seekor burung berukuran sedang dan tanpa alat bantuan apa pun mampu melintasi benua dan kegiatan itu terus dilakukan berulang kali. Langit adalah saksi betapa burung-burung tangguh ini terbang menempuh jarak yang setara dengan mengelilingi separuh bumi.

Ajaibnya, beberapa jenis burung tidak singgah sekadar untuk mengisi tenaga, mereka tetap memilih bertarung di ketinggian melawan angin kencang dan badai yang bisa kapan saja menghajarnya. Perjalanan ini dilakukan demi mengakses sumber makanan yang melimpah dan area berkembang biak yang aman, ini berarti apa pun mereka lakukan demi kehidupan yang aman meskipun resikonya tinggi. Dalam artikel ini, kita akan mengulik lebih dalam daftar burung dengan stamina terbang paling esktrem di dunia.

1. Burung Pied Wheatear

Burung Pied Wheatear (pexels.com/Rajesh)

Burung pied wheatear berasal dari Eropa Tenggara dan Asia Barat dan wilayah berkembangbiaknya membentang dari Rumania dan Bulgaria hingga ke Siberia, Altai, dan Mongalia. Burung berwarna cokelat muda dengan ujung bulu berwarna pucat ini biasanya ditemukan pada ketinggian 2.000 meter di Altai dan hingga 3.000 meter di Tien Shan. Burung ini bermigrasi ke Afrika Timur Laut, melewati Asia Barat Daya dalam perjalanannya.

Selama musim kawin, pied wheatear ditemukan di daerah terbuka yang kasar, stepa dengan vegetasi jarang, lereng berbatu, dan daerah berbukit. Pada musim dingin, burung ini ditemukan di lokasi serupa dengan bebatuan, kerikil, dan dataran dengan semak berduri. Terkadang pied wheatear berkunjung ke tempat yang berumput dan kebun.

Burung pemakan serangga ini pernah tecatat melakukan perjalanan dari ujung tenggora Eropa ke Tiongkok, dan menghabiskan musim dingin di India dan Afrika timur laut. Perpindahan dari tempat berkembang biak ke tempat menghabiskan musim dingin dan kembali lagi berarti satu burung dapat menempuh jarak lebih dari 11.000 mil dalam setahun.

2. Burung Sandpiper Dada

Burung Sandpiper Dada (pexels.com/Frans)

Sandpiper dada (Calidris melanotos) merupakan burung pantai kecil yang paling mudah dikenali karena ciri khas dada berbintiknya yang begitu rapi. Mereka bersarang dari tundra di bagian paling timuru Rusia hingga Alaska dan ke Kanada utara. Beberapa bermigrasi ke Australasia untuk musim dingin, tetapi sebagian besar menghabiskan musim dingin di Amerika Selatan. Ini berarti bahwa beberapa burung sandpiper dada melakukan migrasi pulang pergi sejauh hampir 19.000 mil setiap tahun.

Saat tidak terbang, mereka menghabiskan waktunya mengarungi air untuk mencari makanan. Nama burung ini berasal dari kantung udara yang dapat mengembang di tenggorokannya yang digunakan oleh burung jantan untuk mengeluarkan suara. Sebagian besar burung ini berukuran 8,3 inci panjangnya dengan rentang sayap hingga 18 inci. Burung jantan menumbuhkan bulu abu-abu gelap di dada dan bulu abu-abu muda di perutnya.

3. Burung Godwit Berekor Bergaris

Burung Godwit Berekor Bergaris (pexels.com/Derek)

Burung godwit berekor belang (Limosa lapponica) mendapatkan namanya dari garis hitam-putih yang terdapat pada ekor dan bulu penutup ekor bagian atasnya. Mereka tersebar dari Skandinavia hingga Alaska dan hidup terutama di dataran lumpur dan muara di dekat pantai Arktik. Selama musim kawin, bulunya menampilkan warna merah karat, sedangkan di musim dingin tubuhnya didominasi warna putih dan abu-abu. Ciri khas burung ini adalah bagian paruhnya yang panjang dan melengkung ke atas, di mana desain paruh ini memudahkan burung godwit untuk memakan cacing bulu, kerang, dan invertebrata lainnya.

Di alam liar, burung godwit berekor belang berhasil menaklukan perjalanan migrasi paling luar biasa di dunia burung. Di balik penampilannya yang eksotis, mereka terpantau terbang lebih dari 13.500 km dari Alaska ke Tasmania dalam 11 hari, perjalanan terus menerus terpanjang yang pernah tercatat untuk burung darat.

Jalur migrasi Asia Timur/Australasia digunakan oleh dua subspesies burung godwit berekor belang: L. l. menzbieri , yang bersarang di Siberia timur laut dan menghabiskan musim dingin di belahan bumi utara di Asia Tenggara dan Australia barat, dan L. l. baueri , yang berkembang biak di Alaska barat dan bermigrasi ke Selandia Baru dan Australia tenggara selama musim non-berkembang biak. Populasi di jalur migrasi ini diperkirakan mencapai 325.000, terdiri dari sekitar 170.000 menzbieri dan 155.000 baueri.

4. Penguin Adélie

Penguin Adélie (pexels.com/Pixabay)

Penguin Adélie merupakan penguin berukuran sedang, dengan berat 3 hingga 6 kg dan tinggi 70 cm. Mereka dibedakan oleh cincin putih yang mengelilingi mata. Penguin jantan dan betina memiliki ukuran serupa dan cukup sulit untuk membedakannya.

Layaknya penguin pada umumnya, penguin Adélie adalah perenang yang hebat. Mereka juga gigih dan sukses dalam berjalan jarak jauh melintasi lapisan es yang tebal sejauh beberapa kilometer dalam perjalanan kembali ke koloni mereka. Kecepatan berjalan mereka di atas es rata-rata 2,5 km/jam dan kecepatan berenang 4 hingga 8 km/jam. Ketika salju cukup menutupi es, mereka lebih suka berbaring tengkurap dan meluncur di atas es.

Penguin Adélie, yang diketahui melakukan perjalanan rata-rata 13.000 km (8.077 mil) setiap tahun, mengikuti matahari dari koloni perkembangbiakan mereka ke tempat tinggal musim dingin mereka di wilayah Laut Ross di Antartika dan kembali lagi. Selama musim dingin, matahari tidak terbit di selatan Lingkaran Antartika — sebuah tantangan bagi penguin-penguin ini, yang perlu mengakses laut untuk mencari makan krill. Solusi mereka adalah terus berjalan ke tepi es, yang terus meluas selama bulan-bulan yang membeku. Di musim semi, mereka tetap berada di tepi es sementara es mencair.

5. Burung Camar Arktik

Burung Camar Arktik (pexels.com/Pixabay)

Burung camar Arktik (Sterna paradisaea) merupakan burung berukuran kecil, ramping, berwarna abu-abu dan putih dengan sepasang sayap bersudut. Camar Arktik dikenal berkat kemampuan migrasi tahunannya yang panjang. Burung ini melakukan perjalanan dari tempat berkembang biaknya di Arktik ke Antartika, tempat ia menikmati musim panas Antartika, menempuh jarak sekitar 25.000 mil. Bahkan melansir The Wildlife Trusts, burung camar Arktik pernah tercatat melakukan perjalanan hingga 44.000 mil dan 59.000 mil per tahun. Sungguh, ini migrasi terpanjang yang tercatat untuk hewan mana pun!

Cukup sulit membedakan antara burung camar Akrtik dan camar biasa. Camar Arktik memiliki warna abu-abu lebih gelap di bagian bawah, ekor yang panjang, dan paruh cenderung pendek, berwarna merah darah tanpa ujung hitam. Bagian atasnya berwarna abu-abu keperakan, dengan topi hitam dan kaki kecil berwarna merah.

Demikian 5 burung dengan kemampuan migrasi terpanjang di dunia. Dengan memahami perjalanan ribuan kilometer kelima burung ini, beberapa hal terdengar sulit dipercaya bahwa mereka melakukannya tanpa mengandalkan GPS dan bahan bakar cadangan. Mereka menghabiskan lebih banyak hidupnya untuk berkelana di udara, dan kegiatan itu terus berulang sepanjang hidupnya hanya mengandalkan instring.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article