angsa trompet (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie/CC BY 2.0)
Awal abad ke-20 adalah masa paling kelam yang mengancam kepunahan angsa trompet, yang juga dijelaskan oleh National Audubon Society dan All About Birds. Apa penyebabnya? Kerakusan manusia untuk keuntungan pribadi selalu saja membuat kekayaan fauna di ambang lenyap dari dunia, termasuk angsa trompet ini. Mereka sengaja diburu untuk dimanfaatkan tubuhnya menjadi barang mewah, termasuk bantalan bedak wanita yang saat itu adalah produk top di Eropa dan Amerika Serikat.
Tak hanya itu, bulu-bulu angsa ini juga digunakan untuk pembuatan bulu pena. Ya, akibat perburuan massal ini, populasi angsa liar dinyatakan menurun drastis pada tahun 1930-an. Bahkan tercatat dalam sejarah, populasi mereka hanya tersisa kurang dari 70 ekor. Kabar baik datang ketika ditemukannya populasi tersembunyi angsa di Alaska dan gerakan dari pemerintah melalui program penangkaran, akhirnya mengembalikan populasi angsa trompet yang stabil hingga detik ini.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh angsa trompet. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari namanya yang memang diambil karena suara mirip terompet hingga pernah tersisa kurang dari 70 ekor karena keserakahan manusia untuk kepentingan industri global. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.