Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Australian Brushturkey, Namanya Turkey tetapi Bukan Kalkun

3 min read
5 Fakta Australian Brushturkey, Namanya Turkey tetapi Bukan Kalkun
Australian Brushturkey (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
  • Australian Brushturkey bukan keluarga kalkun, melainkan megapoda berkaki besar, dengan bulu hitam kecokelatan, kepala merah tanpa bulu, dan gelambir leher yang bervariasi.
  • Pejantan membuat gundukan bahan organik sebagai inkubator alami, lalu mengatur suhunya pada 33–38 derajat Celsius; telur menetas setelah sekitar 49–50 hari.
  • Anaknya langsung menggali keluar, berjalan, mencari makan, dan terbang beberapa jam setelah menetas; spesies ini juga beradaptasi di taman serta kawasan perkotaan Australia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Australian Brushturkey (Alectura lathami) merupakan salah satu burung yang dapat ditemukan di Australia. Namanya mungkin membuat orang mengira burung ini masih berkerabat dengan kalkun karena adanya kata “turkey”. Namun, anggapan tersebut keliru karena Australian Brushturkey ternyata bukan termasuk keluarga kalkun.

Bukan hanya namanya yang unik, burung ini juga memiliki cara berkembang biak yang tidak biasa. Australian Brushturkey memanfaatkan tumpukan bahan organik untuk membantu menetaskan telur, sementara anaknya sudah mampu hidup mandiri setelah menetas. Kaki berukuran besar dan kemampuannya beradaptasi di lingkungan perkotaan juga menjadi bagian dari karakteristiknya. Yuk, simak lima fakta Australian Brushturkey berikut ini!

  1. 1. Bukan termasuk keluarga kalkun

    Australian Brushturkey
    Australian Brushturkey (commons.wikimedia.org/Graham Winterflood)

    Australian Brushturkey atau yang juga dikenal sebagai scrub turkey atau bush turkey sebenarnya bukanlah bagian dari keluarga kalkun. Penampilannya yang sekilas menyerupai kalkun menjadi salah satu alasan burung ini memiliki nama umum tersebut. Australian Brushturkey memiliki ciri khas tersendiri, seperti bulu berwarna hitam kecokelatan, kepala merah tanpa bulu, serta wattle atau gelambir pada bagian leher yang warnanya dapat berbeda berdasarkan jenis kelamin dan wilayahnya.

    Secara taksonomi, burung ini termasuk ke dalam keluarga megapoda atau kelompok burung yang dikenal memiliki kaki berukuran besar. Kelompok burung ini umumnya dapat ditemukan di wilayah Australasia, Polinesia, Papua Nugini, serta pulau-pulau di Indonesia yang berada di sebelah timur Garis Wallace.

  2. 2. Memanfaatkan tumpukan bahan organik sebagai inkubator alami

    gundukan untuk meletakkan telur
    gundukan untuk meletakkan telur (commons.wikimedia.org/Steve Fitzgerald)

    Australian Brushturkey memiliki cara yang tidak biasa untuk menetaskan telurnya. Alih-alih mengerami telur dengan duduk di atasnya, burung ini memanfaatkan panas yang dihasilkan dari tumpukan material organik yang membusuk. Pejantan mengumpulkan dedaunan dan material tumbuhan lainnya hingga membentuk gundukan besar yang menjadi tempat betina meletakkan telur.

    Panas dari proses pembusukan tersebut membantu menjaga telur tetap hangat selama masa pengeraman. Pejantan juga memantau suhu di dalam gundukan dan menambahkan atau mengurangi material untuk mempertahankan kondisi yang sesuai. Suhu gundukan dijaga sekitar 33–38 derajat Celsius. Masa inkubasinya sendiri berlangsung sekitar 49–50 hari.

  3. 3. Anaknya langsung mandiri setelah menetas

    anak Australian Brushturkey
    anak Australian Brushturkey (commons.wikimedia.org/Doug Beckers)

    Setelah menetas, anak Australian Brushturkey tidak mendapatkan perawatan dari induknya. Anak burung tersebut harus keluar sendiri dari dalam gundukan tempat telurnya berkembang. Prosesnya dilakukan dengan menggali jalan keluar dari tumpukan material organik yang menutupinya.

    Begitu berhasil keluar, anak Australian Brushturkey sudah mampu berjalan dan mencari makan sendiri. Mereka bahkan dapat terbang hanya beberapa jam setelah menetas. Kondisi ini membuat anak brushturkey sudah mampu menghadapi lingkungan di sekitarnya tanpa perlu menunggu pengasuhan dari induknya.

  4. 4. Memiliki ukuran kaki yang sangat besar

    Australian Brushturkey
    Australian Brushturkey (inaturalist.org/Michael Hains)

    Salah satu ciri khas Australian Brushturkey adalah kakinya yang berukuran besar dan kuat. Burung ini termasuk dalam kelompok megapoda, yang dikenal dengan karakteristik kaki besarnya. Bentuk kaki tersebut bahkan digambarkan menyerupai kaki dinosaurus karena ukurannya yang cukup mencolok.

    Kaki yang kuat tersebut juga digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Australian Brushturkey mengandalkan kakinya untuk mengais lapisan dedaunan di lantai hutan ketika mencari makanan. Burung ini juga dapat menggunakan kakinya untuk membuka batang kayu yang sudah membusuk.

  5. 5. Mampu beradaptasi di lingkungan perkotaan

    Australian Brushturkey
    Australian Brushturkey (inaturalist.org/李奕寯)

    Australian Brushturkey tidak hanya ditemukan di kawasan hutan. Burung ini juga dapat hidup di lingkungan yang telah banyak dipengaruhi aktivitas manusia, seperti taman, kebun, dan area hijau di perkotaan. Persebarannya bahkan mencapai kawasan suburban Sydney di pesisir timur Australia.

    Kemampuannya beradaptasi membuat Australian Brushturkey dapat hidup berdampingan dengan manusia. Di lingkungan perkotaan, burung ini dapat mencari makanan dari berbagai sumber yang tersedia. Namun, keberadaannya juga dapat menimbulkan masalah di beberapa kebun karena kebiasaannya mengais atau membongkar tanah.

    Itulah lima fakta tentang Australian Brushturkey. Burung ini memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya berbeda, mulai dari cara berkembang biak hingga kemampuan anaknya untuk hidup mandiri sejak menetas. Semua itu menunjukkan bahwa Australian Brushturkey memiliki pola hidup yang cukup khas sebagai salah satu burung yang berasal dari Australia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More