Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Burung Hoopoe, Tak Mampu Bersihkan Sarang Kotor dan Bau

5 Fakta Burung Hoopoe, Tak Mampu Bersihkan Sarang Kotor dan Bau
Burung hoopoe (commons.wikimedia.org/Pierre-Marie Epiney)
Intinya Sih
  • Burung hoopoe tersebar luas di Afro-Eurasia dan memiliki habitat beragam, dari padang rumput hingga hutan terbuka, dengan beberapa spesies bermigrasi saat musim dingin.
  • Ciri khas burung ini adalah jambul bulu di kepala, tubuh oranye kemerahan bergaris hitam putih, serta paruh panjang melengkung untuk mencari makanan seperti serangga dan kotoran.
  • Burung hoopoe dikenal berperilaku pacaran agresif, memiliki sarang kotor berbau menyengat, namun bau tersebut justru digunakan sebagai pertahanan alami dari predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Burung hoopoe hidup di seluruh wilayah Afro-Eurasia yakni Asia, Eropa, Afrika khususnya Afrika Utara, Sub-Sahara hingga Madagaskar. Burung hoopoe dari Eropa dan Asia Utara bermigrasi ke tempat lebih hangat di musim dingin. Sebaliknya, burung hoopoe yang tinggal di Afrika tetap tinggal selama sepanjang tahun.

Burung hoopoe bisa ditemukan di berbagai habitat seperti padang rumput, sabana, hutan lebat dan hutan dengan lahan terbuka, kebun zaitun dan deretan pohon ek gabus.

Sebaliknya kamu baca lebih lanjut mengenai burung hoopoe karena mereka mempunyai segudang hal menarik mulai dari tidak dapat bersihkan sarang, suka makan kotoran, mengeluarkan bau busuk dan berperilaku toxic saat berpacaran. Langsung saja simak ya.

1. Taksonomi burung hoopoe

Burung hoopoe
Burung hoopoe (commons.wikimedia.org/Hari K Patibanda)

Hoopoe adalah jenis burung masuk dalam famili upupidae dan satu-satunya burung yang masih hidup dalam keluarga ini. Dulu ada burung hoopoe raksasa di pulau Saint Helena, sekarang sudah punah. Nama hoopoe sendiri dari bahasa Latin bermakna seperti 'suara kicauan burung'.

Burung hoopoe masuk dalam ordo coraciiformes bersama dengan burung: kingfisher, pemakan lebah dan roller. Selain itu, para ilmuwan juga percaya bahwa burung hoopoe berkerabat dengan woodhoopoe karena sama-sama memiliki tulang telinga khusus.

2. Ciri fisik burung hoopoe

Burung hoopoe
Burung hoopoe (commons.wikimedia.org/Subbashastri)

Burung ini dikenal orang banyak karena ciri khas uniknya dengan mahkota bulu di kepalanya. Burung hoopoe memiliki tubuh merah muda-oranye dengan garis-garis hitam dan putih di punggung dan sayapnya. Bagian bawah tubuhnya, kepala dan punggungnya berwarna kayu manis.

Sayapnya burung ini membulat, ekornya berbentuk persegi berwarna hitam dengan pita putih lebar. Paruh burung hitam panjang dan ramping. Matanya coklat kecil dan bulat. Sementara itu kaki dan cakarnya pendek berwarna abu-abu. Jantan dan betina serupa dengan betina sedikit lebih kusam daripada jantan.

3. Banyak pilihan makanan burung hoopoe termasuk kotoran

Burung hoopoe
Burung hoopoe (commons.wikimedia.org/Anaarias)

Saat mencari makan, burung hoopoe menggunakan paruh panjangnya dengan melengkungkan ke bawah untuk menyelidiki makanannya di tanah. Tujuannya adalah untuk mencari kotoran hewan, tumpukan kotoran serta kumbang.

Burung hoopoe suka mencari makanan di tanah kosong dan rumput yang dipangkas pendek. Lengkapnya, makanannya meliputi serangga: belalang, kumbang, semut beserta larva dan pulpa. Burung hoopoe sebenarnya adalah omnivora yang juga memakan reptil kecil, katak bahkan biji dan buah peri.

4. Perilaku pacaran yang toxic

Burung hoopoe
Burung hoopoe (commons.wikimedia.org/Achat1999)

Burung jantan mengejar betina, mengembangkan jambul, membungkuk dan mengipas-ngipas ekor sebagai bentuk pendekatan.

Perilaku pacaran menjadi toxic saat kelompok-kelompok kecil terlibat dalam pengejaran lucu berujung menjadi perkelahian kecil. Burung yang terlibat kadang mendapatkan luka serius.

Sarang dari burung hoopoe berbentuk lubang bekas sarang kelinci, pohon dan tebing. Kedua, sarang buatan burung ini biasanya terbuat dari tanah berpasir yang gersang.

Menurut laman livingwithbirds, kelemahan burung dewasa adalah menjaga kebersihan kotoran anaknya sehingga kandang menjadi kotor dan berbau.

5. Cara untuk melawan predator dengan mengeluarkan bau busuk

Burung hoopoe
Burung hoopoe (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Terkait penjelasan di atas, sebenarnya burung hoopoe memanfaatkannya kelemahan sarangnya yang bau dan kotor itu sebagai senjata kimia untuk melawan predator seperti burung pemangsa, biawak, ular dan mamalia kecil.

Ada beberapa sub spesies burung ini, di antaranya burung hoopoe afrika berwarna hijau, varian eurasia berwarna biru, oranye dan biru tua dan varian madagaskar berwarna coklat. Konon, burung hoopoe diyakini sebagai burung kesayangan Raja Salomo atau Nabi Sulaiman. Nah, mana fakta burung hoopoe yang kamu suka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More