Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Ciudad Perdida, Kota Hilang Kolombia yang Lebih Tua dari Inca
Ciudad Perdida (commons.wikimedia.org/Dwayne Reilander)
  • Ciudad Perdida dibangun sekitar tahun 800 Masehi oleh masyarakat Tairona, menjadikannya sekitar 650 tahun lebih tua dari Machu Picchu dan salah satu pusat permukiman penting di pegunungan Kolombia.
  • Situs ini memiliki 169 teras batu yang tersusun mengikuti kontur pegunungan, dilengkapi sistem pengelolaan air dan pencegah erosi yang menunjukkan kecanggihan perencanaan masyarakat Tairona.
  • Ditemukan kembali pada tahun 1976 setelah tersembunyi berabad-abad, Ciudad Perdida kini menjadi bukti arkeologis penting tentang kompleksitas kehidupan dan peradaban kuno Tairona di Sierra Nevada de Santa Marta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta di Kolombia, terdapat sebuah situs arkeologi kuno yang dikenal sebagai Ciudad Perdida atau Kota Hilang. Situs ini merupakan salah satu peninggalan terpenting dari masyarakat Tairona yang pernah berkembang di kawasan tersebut. Jejak kota kuno ini tersembunyi di tengah hutan lebat dan baru menarik perhatian pada abad ke 20.

Keberadaan Ciudad Perdida sering dibandingkan dengan Machu Picchu di Peru karena sama sama merupakan kota kuno yang dibangun di wilayah pegunungan. Namun, kota ini memiliki usia yang lebih tua dibandingkan kota peninggalan Inca tersebut. Berikut lima fakta menarik tentang Ciudad Perdida yang membuatnya menjadi salah satu situs bersejarah paling unik di Amerika Selatan.

1. Dibangun sekitar tahun 800 Masehi

Ciudad Perdida (commons.wikimedia.org/Giancarlos1234)

Dilansir dari National Geographic, Ciudad Perdida dibangun sekitar tahun 800 Masehi oleh masyarakat Tairona yang mendiami wilayah Sierra Nevada de Santa Marta. Situs ini berada di kawasan pegunungan yang kini termasuk wilayah Kolombia. Usianya menjadikan kota tersebut sekitar 650 tahun lebih tua daripada Machu Picchu yang dibangun oleh peradaban Inca di Peru.

Menurut UNESCO, situs ini juga dikenal dengan nama Teyuna atau Buritaca 200. Kota tersebut menjadi salah satu pusat permukiman penting di kawasan pegunungan utara Kolombia pada masa pra Kolumbus. Keberadaannya menunjukkan bahwa masyarakat Tairona telah mengembangkan komunitas yang kompleks jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.

2. Memiliki ratusan teras batu yang terhubung

Ciudad Perdida (commons.wikimedia.org/Raphael Chay)

Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan oleh UNESCO, Ciudad Perdida terdiri atas 169 teras batu yang dibangun mengikuti kontur lereng pegunungan. Teras teras tersebut menjadi bagian penting dari struktur kota kuno ini. Susunannya menunjukkan adanya perencanaan ruang yang cukup matang pada masanya.

Susunan teras tersebut mengikuti poros utama yang berfungsi sebagai pusat politik dan keagamaan. Dari area pusat tersebut, berbagai bangunan permukiman menyebar ke bagian lereng yang lain. Tata letak ini menunjukkan kemampuan masyarakat Tairona dalam menyesuaikan pembangunan dengan kondisi alam yang curam.

3. Dirancang untuk mengelola air dan mencegah erosi

Ciudad Perdida (unsplash.com/Datingscout)

Msyarakat Tairona membangun Ciudad Perdida dengan memanfaatkan teras bertingkat yang diperkuat dinding batu. Struktur tersebut disesuaikan dengan kondisi lereng pegunungan yang curam. Perencanaan ini dapat membantu menciptakan ruang permukiman yang lebih stabil.

Menurut UNESCO, kota ini tidak hanya memiliki jalan dan tangga batu, tetapi juga sistem saluran pembuangan serta pengelolaan air yang terintegrasi dengan lanskap sekitarnya. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengendalikan aliran air di kawasan dengan curah hujan tinggi. Sistem itu juga membantu mengurangi erosi dan menjaga kestabilan lingkungan permukiman.

4. Pernah menjadi pusat penting masyarakat Tairona

Ciudad Perdida (unsplash.com/Datingjungle)

Ciudad Perdida diyakini sebagai pusat utama dalam jaringan permukiman masyarakat Tairona di Sierra Nevada de Santa Marta. Situs ini diperkirakan berfungsi sebagai pusat politik, ekonomi, dan keagamaan. Perannya membantu menghubungkan berbagai komunitas yang tersebar di wilayah tersebut.

Menurut colombiatravels, Ciudad Perdida pernah menjadi rumah bagi sekitar 2.000 hingga 8.000 orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Ciudad Perdida bukan sekadar desa kecil. Kota ini merupakan pusat permukiman besar yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Tairona.

5. Ditemukan kembali pada abad ke 20

Ciudad Perdida (unsplash.com/Alexander Schimmeck)

Menurut UNESCO, penelitian arkeologi di Sierra Nevada de Santa Marta telah berlangsung sejak dekade awal abad ke 20. Penelitian tersebut menghasilkan penemuan berbagai situs kuno di kawasan pegunungan itu. Namun, lokasi Buritaca 200 atau Ciudad Perdida baru ditemukan kembali pada tahun 1976 dan kemudian menjadi fokus pemulihan hingga 1982.

Dilansir dari National Geographic, keberadaan kota ini sempat tersembunyi oleh vegetasi hutan tropis yang lebat. Kondisi tersebut membuat situsnya sulit dikenali selama bertahun tahun. Setelah diteliti lebih lanjut, para arkeolog menemukan bukti penting mengenai perkembangan masyarakat Tairona dan sejarah kawasan tersebut.

Ciudad Perdida merupakan bukti bahwa masyarakat Tairona telah mengembangkan permukiman yang kompleks di pegunungan Kolombia sejak lebih dari seribu tahun lalu. Dari usia yang lebih tua daripada Machu Picchu hingga sistem teras dan pengelolaan air yang canggih, Ciudad Perdida menjadi salah satu warisan arkeologi paling penting di Amerika Selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article