5 Fakta Unik Burung Wrybill, Paruhnya Miring Hanya ke Satu Sisi

- Wrybill adalah burung endemik Selandia Baru dengan paruh unik yang selalu melengkung ke kanan, berukuran sudut sekitar 16–23 derajat tanpa perbedaan bentuk berdasarkan jenis kelamin.
- Paruh miringnya berfungsi mengambil larva dan telur serangga dari bawah batu sungai, serta hewan kecil di lumpur pesisir; makanannya berubah mengikuti musim dan habitat.
- Wrybill berkembang biak di sungai berjalin Pulau Selatan lalu bermigrasi ke utara saat musim dingin; anaknya aktif mencari makan dan berenang dalam hitungan jam setelah menetas.
Wrybill merupakan burung kecil endemik Selandia Baru yang memiliki salah satu bentuk paruh paling tidak biasa di dunia. Burung ini hidup di lingkungan sungai dan wilayah pesisir, dengan pola hidup yang berubah-ubah mengikuti musim. Keunikan burung ini terlihat pada paruh yang melengkung ke satu arah.
Bentuk paruh tersebut bukan sekadar ciri penampilan, tetapi berkaitan dengan cara wrybill mencari makanan. Habitat sungai yang menjadi tempat berkembang biaknya juga membuat burung ini menghadapi kondisi lingkungan yang dinamis. Berikut adalah lima fakta unik yang memperlihatkan keunikan burung wrybill.
1. Paruhnya selalu melengkung ke kanan

Wrybill (commons.wikimedia.org/Pseudopanax) Wrybill memiliki bentuk paruh yang tidak biasa dibandingkan burung lain. Menurut Department of Conservation Selandia Baru, paruhnya melengkung ke kanan dan bentuk seperti ini tidak dimiliki burung lain di dunia. Lengkungan tersebut muncul pada bagian ujung paruh dan menjadi ciri utama spesies kecil ini.
Penelitian yang diterbitkan Wader Study Group menunjukkan bahwa sudut lengkungan ujung paruh burung wrybill berkisar antara 16 hingga 23 derajat. Hasil studi ini juga mengungkap adanya variasi bentuk paruh antarindividu, terutama pada titik awal lengkungannya. Meski demikian, tidak ditemukan perbedaan bentuk berdasarkan jenis kelamin
2. Paruh miring membantu mencari makanan

Wrybill (flickr.com/Nick Athanas) Paruh miring wrybill berkaitan dengan cara burung ini mencari makanan di sungai. Department of Conservation menjelaskan bahwa bentuk tersebut membantu wrybill menjangkau larva serangga yang berada di bawah batu sungai. Di habitat berkembang biaknya, makanan utama burung ini adalah larva lalat capung yang hidup di air.
Di habitat sungai, wrybill mencari makan pada bagian yang dangkal, riak air, dan tepian kolam. Te Ara menjelaskan bahwa paruhnya dapat digunakan seperti kait untuk mengambil larva dan telur serangga dari bawah batu. Ketika berada di dataran lumpur pesisir, bentuk paruh yang sama juga membantu mengambil hewan kecil dari permukaan lumpur.
3. Wrybill hanya ditemukan di Selandia Baru

Wrybill (commons.wikimedia.org/John Hill) Wrybill hanya ditemukan secara alami di Selandia Baru. Department of Conservation menyebut spesies ini sebagai burung endemik yang berkembang biak di Mainly braided rivers South Island. Habitat tersebut memiliki banyak saluran air yang dipisahkan oleh hamparan kerikil dan menjadi tempat wrybill mencari makan serta membuat sarang.
Setelah musim berkembang biak, wrybill berpindah ke wilayah utara untuk melewati musim dingin. New Zealand Birds Online mencatat bahwa migrasi ke utara biasanya dimulai pada akhir Desember dan mencapai puncaknya pada Januari. Burung ini kemudian kembali ke wilayah selatan, dengan sebagian besar burung dewasa bergerak pada Agustus dan awal September.
4. Makanannya berubah saat musim berganti

Wrybill (flickr.com/Francesco Veronesi) Wrybill memiliki pola hidup yang berubah mengikuti musim dan habitatnya. New Zealand Birds Online menjelaskan bahwa saat berkembang biak, burung ini memakan berbagai hewan tak bertulang belakang, seperti larva lalat capung dan lalat air. Ketika musim dingin tiba, makanannya bergeser ke hewan kecil di lingkungan laut dan pesisir, termasuk cacing, moluska, serta serangga.
Perubahan habitat juga membuat perilaku sosialnya berbeda. Pada wilayah berkembang biak, pasangan wrybill mempertahankan wilayah dan bersarang sendiri. Di luar musim berkembang biak, burung ini menjadi berkelompok dan dapat membentuk kawanan padat di wilayah pesisir tempat mencari makan.
5. Anak wrybill sudah aktif setelah menetas

Wrybill (commons.wikimedia.org/Renke Lühken) Kehidupan wrybill di dasar sungai penuh risiko. Department of Conservation menyebut banjir kerap menghanyutkan telur atau anakan. Oleh karena itu, wrybill dan burung sungai lain beradaptasi menghadapi risiko kehilangan sarang, misalnya dengan memilih lokasi strategis demi meningkatkan peluang sukses membesarkan anak.
Anak wrybill juga berkembang cukup cepat setelah menetas. Menurut Department of Conservation, anak burung sudah aktif beberapa saat setelah menetas dan mengikuti induknya ketika mencari makanan. Bahkan dalam hitungan jam, anak yang baru menetas sudah bisa mencari makanan, bahkan dapat berenang sendiri.
Wrybill memperlihatkan bagaimana bentuk tubuh dapat berkaitan erat dengan lingkungan tempat suatu spesies hidup. Paruh yang selalu melengkung ke kanan membantu burung ini mencari makanan di habitat sungai dan pesisir. Siklus migrasi, pola makan, serta perkembangan anakannya juga menunjukkan bagaimana wrybill beradaptasi dengan perubahan habitat sepanjang tahun.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)














