Burung hoopoe atau hud-hud punya penampilan yang cukup mudah dikenali. Jambulnya bisa ditegakkan seperti kipas, sementara warna bulunya membuat burung ini terlihat cukup mencolok ketika sedang berada di tanah.
Kenapa Burung Hoopoe Hasilkan Cairan Bau dari Kelenjar Tubuh?

Namun, ada satu hal dari burung hoopoe yang mungkin gak kamu sangka dan justru terdengar agak aneh. Penasaran apa yang dimaksud? Yuk, simak faktor yang membuat burung hoopoe hasilkan cairan bau dari kelenjar tubuh!
1. Cairan bau dipakai untuk mengusir predator

Burung Hoopoe (commons.wikimedia.org/Sl-Ziga) Cairan berbau busuk pada burung hoopoe berasal dari kelenjar uropigial yang berada di bagian pangkal ekor. Saat musim berkembang biak, kelenjar pada induk burung hoopoe dan anak burung hoopoe mengalami perubahan sehingga menghasilkan sekresi berwarna cokelat gelap dengan aroma yang sangat menyengat. Bau tersebut dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan ketika ada hewan lain yang mendekati sarang.
Anak burung hoopoe yang sudah berusia sekitar enam hari bahkan mampu menyemprotkan cairan tersebut langsung ke arah pemangsa ketika merasa terancam. Ular, tikus, atau mamalia kecil lain yang mendekati sarang bisa terkena semprotan tersebut. Dengan cara ini, cairan berbau busuk menjadi semacam senjata yang digunakan burung hoopoe ketika sarangnya terancam.
2. Senyawa dari bakteri membantu melindungi telur

Burung Hoopoe (commons.wikimedia.org/×ž×™× ×•×–×™×’) Di dalam kelenjar uropigial burung hoopoe hidup bakteri yang dapat menghasilkan senyawa antimikroba. Salah satunya adalah Enterococcus faecalis yang menghasilkan senyawa bernama bakteriosin. Senyawa tersebut dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu yang berpotensi mengganggu telur selama masa pengeraman.
Induk burung hoopoe kemudian mengoleskan sekresi dari kelenjar tersebut pada permukaan tubuh dan telur. Keberadaan senyawa antimikroba membuat cairan itu punya fungsi yang berbeda dari sekadar mengeluarkan bau menyengat. Selama telur berada di dalam sarang, sekresi tersebut ikut membantu melindunginya dari bakteri tertentu.
3. Membantu menjaga bulu dari mikroorganisme dan parasit

Burung Hoopoe (commons.wikimedia.org/Ken Billington) Bulu burung hoopoe juga bisa mengalami kerusakan akibat mikroorganisme tertentu. Beberapa bakteri dapat menguraikan keratin yang menjadi bahan utama bulu, sedangkan parasit juga dapat hidup di antara bulu dan mengganggu kondisi tubuh burung. Sekresi dari kelenjar uropigial mengandung senyawa yang membantu menghambat sebagian mikroorganisme tersebut.
Burung hoopoe menyebarkan sekresi dari kelenjar uropigial ke bagian tubuhnya ketika merapikan bulu menggunakan paruh. Cara ini membantu menjaga bulu tetap dalam kondisi baik selama burung menjalani aktivitas sehari-hari. Jadi, kelenjar yang menghasilkan cairan berbau itu juga berkaitan dengan perawatan tubuh burung hoopoe itu sendiri.
Burung hoopoe hasilkan cairan bau dari kelenjar tubuh sebagai mekanisme perlindungan diri. Bau yang mungkin membuat manusia langsung menjauh justru merupakan bagian dari cara bertahan burung ini. Gak heran kalau burung hoopoe punya salah satu kebiasaan paling unik di antara burung yang sering kita temui.
Referensi
"Antimicrobial chemicals in hoopoe preen secretions are produced by symbiotic bacteria." Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. Diakses pada September 2026.
"The Hoopoe: Emissary of Kings, Secreter of Stink." Audubon. Diakses pada September 2026.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)















