Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Crested Quetzal, Tampil Beda dengan Jambul Anggun di Dahinya
Crested quetzal (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)
  • Crested quetzal hidup di hutan awan, hutan hujan pegunungan, dan hutan sekunder lembap sepanjang Andes pada ketinggian 1.200–3.000 meter, dari Kolombia hingga Bolivia.
  • Spesies ini berciri jambul hijau zamrud-biru kehijauan dan bulu hijau metalik; jantan berdada merah terang, sedangkan betina lebih kusam dengan jambul serta ekor lebih pendek.
  • Crested quetzal yang soliter terutama memakan buah, tetapi juga hewan kecil; pasangan monogami berbagi pengeraman dan perawatan anak, meski burung pemalu ini sulit diamati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Quetzal dikenal sebagai salah satu kelompok burung paling indah di dunia. Selain resplendent quetzal yang populer di Amerika Tengah, ada pula kerabatnya yang tak kalah memesona, yaitu crested quetzal (Pharomachrus antisianus). Burung asal Amerika Selatan ini tampil beda dengan jambul anggun di dahinya. Selain itu, ia dikenal sebagai burung pemalu sehingga jarang terlihat di alam liar. Penasaran dengan burung ini lebih lanjut? Yuk, simak lima fakta crested quetzal di artikel berikut!

1. Hidup di hutan pegunungan kawasan Andes

Crested quetzal (commons.wikimedia.org/Gary L. Clark)

Crested quetzal merupakan spesies burung yang menghuni wilayah Amerika Selatan. Dilansir Birds of the World, burung ini mendiami wilayah Kolombia, Venezuela, Ekuador, Peru, dan Bolivia. Sebagian besar populasinya mengikuti bentang Pegunungan Andes, termasuk kawasan Sierra de Perijá di perbatasan Kolombia dan Venezuela.

Burung ini menghuni habitat hutan awan, hutan hujan pegunungan, serta hutan sekunder tua yang lembap pada ketinggian sekitar 1.200–3.000 meter di atas permukaan laut. Crested quetzal lebih sering ditemukan bertengger di tajuk pohon yang sedang berbuah. Meski bukan burung migran, beberapa populasi di Kolombia diketahui berpindah ke daerah yang lebih rendah selama musim tertentu.

2. Tampil berbeda dengan jambul anggun di kepalanya

Crested quetzal (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Berbeda dengan kerabatnya yang terkenal dengan bulu ekornya yang super panjang, crested quetzal punya daya tariknya sendiri. Burung ini dikenal dengan ciri khas jambul yang anggun. Jambulnya berwarna hijau zamrud dan biru kehijauan yang membedakannya dari spesies quetzal lain dalam genus Pharomachus.

Penampilan bulunya didominasi warna hijau metalik. Jantan memiliki perpaduan bulu hijau metalik, dada dan perut berwarna merah terang, iris mata merah, serta paruh kuning hingga jingga kekuningan. Betina memiliki warna yang lebih kusam, kepala cokelat keabu-abuan, hampir tidak memiliki jambul, dan ekornya lebih pendek dibandingkan jantan.

3. Burung omnivora yang lebih senang hidup menyendiri

Crested quetzal (commons.wikimedia.org/Don Henise)

Crested quetzal merupakan burung soliter yang menghabiskan sebagian besar waktunya bertengger diam di tengah hingga atas tajuk hutan. Kemampuan terbangnya tidak terlalu baik sehingga ia lebih sering berpindah dari satu tenggeran ke tenggeran lain dengan penerbangan bergelombang. Sesekali, burung ini melayang sebentar di udara untuk memetik buah langsung dari pohon.

Meski tergolong omnivora, sebagian besar makanannya berupa buah-buahan, terutama dari keluarga Lauraceae, seperti kerabat alpukat dan kayu manis. Tercatat, crested quetzal mengonsumsi buah dari sekitar 41 spesies tumbuhan dalam famili tersebut. Selain itu, burung ini juga memangsa serangga, kadal kecil, katak, dan amfibi berukuran kecil sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya.

4. Pasangan monogami yang kompak merawat anak

Crested quetzal (commons.wikimedia.org/Dominic Sherony)

Crested quetzal membentuk pasangan monogami selama musim berkembang biak. Jantan dan betina bekerja sama mulai dari membuat sarang hingga membesarkan anak. Sarangnya dibuat dengan menggali lubang pada batang atau cabang pohon yang telah membusuk, sementara musim berbiaknya berlangsung antara Februari hingga Juni.

Betina biasanya menghasilkan satu hingga dua butir telur berwarna biru muda dengan masa pengeraman sekitar 18 hari. Tugas mengerami telur dibagi secara adil, yaitu jantan mengerami pada siang hari, sedangkan betina mengambil giliran pada malam hari. Setelah menetas, kedua induk bergantian memberi makan dan melindungi anak-anaknya. Menariknya, betina sering meninggalkan sarang lebih awal, sehingga induk jantan melanjutkan tugas merawat anak hingga mereka mampu terbang dan hidup mandiri.

5. Sulit dijumpai karena sifatnya pemalu dan pendiam

Crested quetzal (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Walaupun memiliki warna bulu yang mencolok, crested quetzal justru termasuk burung yang sulit ditemukan di alam liar, lho! Burung ini lebih sering bertengger diam di balik rimbunnya dedaunan pohon berbuah, sehingga keberadaannya kerap luput dari perhatian.

Suaranya pun jarang terdengar. Lagu utamanya belum banyak didokumentasikan, tetapi diduga mirip dengan kerabat dekatnya, resplendent quetzal. Panggilan yang telah diketahui berupa suara keras menyerupai "way-way-wáyo", sedangkan saat merasa terganggu burung ini mengeluarkan suara alarm "ka-ka-ka-ka". Perilaku yang tenang dan habitatnya yang berada di hutan pegunungan membuat crested quetzal menjadi salah satu burung paling menarik sekaligus paling sulit diamati di kawasan Andes.

Itulah lima fakta mengenai crested quetzal. Crested quetzal merupakan salah satu permata tersembunyi di hutan pegunungan Andes. Perpaduan bulu hijau metalik, jambul khas, dan perilaku pengasuhan yang kompak menjadikannya spesies yang menarik untuk dipelajari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article