Danau Nyos (commons.wikimedia.org/Bill Evans)
Setelah bencana, para ilmuwan mengembangkan metode untuk mengurangi penumpukan karbon dioksida di dasar Danau Nyos. Menurut penelitian dalam Journal of African Earth Sciences, pelepasan gas secara terkendali dimulai menggunakan pipa pada 2001, lalu dua pipa tambahan dipasang pada 2011. Sistem tersebut mengangkat air kaya gas dari bagian dalam danau ke permukaan.
Penelitian lain mencatat bahwa program ini dikembangkan untuk mengurangi risiko letusan limnik kembali terjadi. Pada 2019, Danau Nyos disebut hampir sepenuhnya terbebas dari karbon dioksida terlarut yang berbahaya. Upaya tersebut menjadi langkah ilmiah untuk mengendalikan risiko gas di dalam danau.
Peristiwa Danau Nyos menunjukkan bahwa sebuah danau dapat menyimpan gas dalam jumlah besar tanpa tanda yang mudah terlihat di permukaan. Karbon dioksida yang berasal dari sumber magmatik dapat terakumulasi di lapisan dalam dan kemudian dilepaskan secara tiba-tiba hingga membentuk awan gas mematikan. Bencana 1986 juga mendorong pengembangan sistem pengeluaran gas secara terkendali untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Sumber:
https://volcano.si.edu/gallery/ShowImage.cfm?photo=GVP-00264&
https://volcano.si.edu/showreport.cfm?doi=10.5479%2Fsi.GVP.SEAN198608-224030
https://pubs.usgs.gov/of/1997/of97-487/data/OFR97-487.pdf
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1464343X19300421
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1464343X19302286
https://www.britannica.com/event/Lake-Nyos-disaster
https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/lake-nyos-cameroon-86244/