Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Desa Santa Maddalena, Menyuguhkan Panorama Indah Dolomites
Desa Santa Maddalena (commons.wikimedia.org/Eric Kilby)
  • Santa Maddalena berada di Val di Funes, Tyrol Selatan, Italia, pada ketinggian sekitar 1.250 meter, dikelilingi padang rumput, hutan, dan gugusan Dolomites, termasuk puncak Odle.
  • Gereja Santa Maddalena, tercatat sejak 1394, menjadi identitas desa melalui menara bersejarah, arsitektur Gotik akhir, interior Barok, serta lanskap ikonik berlatar pegunungan Odle.
  • Desa ini menjadi akses kegiatan berjalan kaki dan pendakian menuju Puez-Odle Nature Park, tetapi meningkatnya wisatawan mendorong pemerintah setempat mengatur akses kendaraan di sekitar gereja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Santa Maddalena merupakan sebuah desa yang terletak di Lembah Val di Funes, Tyrol Selatan, Italia. Desa ini berada di ketinggian sekitar 1.250 meter dan dikelilingi lanskap padang rumput, hutan, serta pegunungan Dolomites yang menjulang di belakangnya. Pemandangan tersebut membuatnya memiliki karakter khas desa Alpen yang tenang dan asri.

Di balik lanskapnya yang memukau, Santa Maddalena juga memiliki sejarah panjang yang tercermin dari keberadaan gereja tua dan kehidupan masyarakat di lembahnya. Penasaran dengan keindahan desa ini lebih lanjut? Yuk, simak lima fakta Santa Maddalena berikut ini!

1. Terletak di Lembah Val di Funes dengan panorama Pegunungan Dolomites yang spektakuler

Desa Santa Maddalena (commons.wikimedia.org/Böhringer Friedrich)

Santa Maddalena berada di bagian belakang Val di Funes, sebuah lembah di Tyrol Selatan yang dikelilingi pegunungan Dolomites. Desa ini terletak di bawah gugusan Odle, rangkaian puncak batu kapur bergerigi yang menjadi salah satu lanskap paling ikonik di kawasan tersebut. Perpaduan antara padang rumput hijau, rumah-rumah Alpen, dan pegunungan terjal membuat pemandangan Santa Maddalena mudah dikenali.

Letaknya juga membuat desa ini menjadi titik awal untuk menjelajahi kawasan alam di sekitarnya. Dari area Zannes, yang berada tidak jauh dari Santa Maddalena, terdapat sejumlah jalur pendakian menuju kawasan Puez-Odle Nature Park. Salah satunya adalah Adolf Munkel Trail yang membawa pendaki menyusuri kaki pegunungan Odle.

2. Gereja Santa Maddalena berdiri menjadi ikon desa

Gereja Santa Maddalena menjadi ikon di Desa Santa Maddalena. (commons.wikimedia.org/Syrio)

Salah satu bangunan paling terkenal di Santa Maddalena adalah Gereja Santa Maddalena yang menjadi asal nama desa ini. Gereja ini berdiri di atas sebuah bukit di kawasan desa. Dilansir South-tirol.com, gereja ini pertama kali tercatat dalam dokumen pada tahun 1394. Menara gereja menjadi bagian yang masih bertahan dari bangunan gereja yang pertama. Sementara itu, bangunan yang terlihat sekarang merupakan konstruksi bergaya Gotik akhir yang dibangun pada akhir abad ke-15. Bagian interiornya kemudian mendapat sentuhan Barok pada abad ke-18.

Gereja Santa Maddalena memiliki kisah legenda yang membuatnya semakin menarik. Menurut cerita setempat, sebuah gambar atau patung Santa Maria Magdalena pernah dibawa oleh aliran Sungai Fopal hingga ditemukan di kawasan tersebut. Kemudian, warga setempat membangun sebuah gereja di dekat lokasi ditemukannya patung tersebut. Gereja ini pun menjadi bagian penting dari identitas Santa Maddalena.

3. Pemandangan gerejanya berpadu dengan indahnya pegunungan Odle

Pemandangan gerejanya berpadu dengan pegunungan Odle (commons.wikimedia.org/Alessio Battistella)

Gereja Santa Maddalena tidak hanya menarik karena sejarahnya. Posisi bangunan di tengah lanskap pedesaan dengan gugusan Odle sebagai latar belakang membuatnya menjadi salah satu pemandangan yang paling mudah dikenali dari Val di Funes. Menara gereja yang menjulang di antara padang rumput dan pegunungan menciptakan komposisi khas yang sering digunakan untuk menggambarkan keindahan Dolomites.

Pemandangan di sekitar desa juga berubah mengikuti musim. Pada musim semi dan musim panas, padang rumput tampak hijau dengan pepohonan yang rimbun, sedangkan musim dingin menyelimuti kawasan tersebut dengan salju. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati fenomena enrosadira. Dilansir BBC, enrosadira merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi berupa perubahan warna pegunungan Dolomites menjadi merah muda saat fajar dan senja datang. Pada waktu ini, sinar matahari memantul pada puncak-puncak Dolomites yang terjal sehingga permukaannya tampak diselimuti warna merah muda menyala yang menawan.

4. Menjadi titik awal untuk menjelajahi keindahan alam Val di Funes

Lembah Val di Funes (commons.wikimedia.org/Eric Kilby)

Santa Maddalena tidak hanya dikunjungi untuk menikmati pemandangan dari desa. Kawasan di sekitarnya juga menjadi titik awal berbagai kegiatan luar ruangan, terutama berjalan kaki dan mendaki. Jalur-jalur menuju kawasan Puez-Odle Nature Park menawarkan kesempatan untuk menikmati padang rumput Alpen, hutan, serta panorama pegunungan dari jarak yang lebih dekat.

Salah satu rute yang terkenal adalah Adolf Munkel Trail. Jalur ini berada di kaki gugusan Odle dan menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat lanskap pegunungan tanpa harus melakukan pendakian ekstrem. Oleh karena itu, Santa Maddalena tidak hanya menawarkan satu titik foto, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menikmati lingkungan alam Val di Funes.

5. Kini menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi

Desa Santa Maddalena (commons.wikimedia.org/Falk2)

Keindahan Santa Maddalena membuat desa ini semakin dikenal sebagai destinasi wisata di Dolomites. Namun, popularitasnya juga membawa tantangan tersendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan sekitar gereja mengalami peningkatan jumlah wisatawan yang datang terutama untuk mengabadikan pemandangan ikonik gereja dengan latar belakang pegunungan Odle.

Peningkatan kunjungan bahkan membuat pemerintah setempat berupaya mengatur akses kendaraan menuju kawasan gereja. Rencana pembatasan kendaraan pada musim ramai ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan menjaga kenyamanan warga tanpa menutup desa bagi wisatawan.

Santa Maddalena menunjukkan bagaimana sebuah desa kecil di kawasan Alpen dapat memiliki daya tarik yang jauh melampaui ukurannya. Gereja bersejarah, legenda setempat, padang rumput, serta gugusan pegunungan Odle menciptakan lanskap yang menjadi ciri khas Val di Funes. Kini, desa tersebut tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat sekaligus salah satu tempat yang banyak dicari wisatawan ketika menjelajahi Dolomites.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article