Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Gempa Es, Berikut Karakteristik dan Penyebabnya
ilustrasi gempa es (pixabay.com/jmarti20)

Pernahkah kamu mendengar istilah gempa es atau ice quake? Berbeda dengan gempa tektonik yang terjadi akibat pergerakan lempeng bumi, gempa es terjadi karena perubahan suhu ekstrem yang menyebabkan es atau tanah membeku secara mendadak. Fenomena ini sering terdengar seperti ledakan keras atau getaran ringan di dalam tanah, terutama di daerah bersuhu sangat dingin.

Meskipun tidak berbahaya seperti gempa bumi besar, gempa es tetap bisa menimbulkan dampak, seperti retakan di jalan, bangunan, atau bahkan longsor salju. Lalu, bagaimana gempa es bisa terjadi, apa karakteristiknya, dan apakah ada kejadian yang pernah terdokumentasi? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

1.Fenomena gempa es

ilustrasi gempa (unsplash.com/Paxson Woelber)

Dilansir laman Britannica, gempa es adalah fenomena geologi yang terjadi ketika air di dalam tanah atau batuan membeku dengan cepat sehingga menyebabkan ekspansi volume dan tekanan tinggi yang cukup besar untuk memicu retakan atau getaran dalam tanah. Fenomena ini umumnya terjadi di daerah dengan musim dingin ekstrem seperti Amerika Utara, Kanada, Rusia, dan Skandinavia.

Karena kemunculannya bergantung pada kondisi suhu yang sangat spesifik, gempa es sering terjadi saat musim dingin mencapai titik terdinginnya, terutama setelah hujan atau pencairan salju yang kemudian membeku kembali. Keunikan lain dari fenomena ini adalah sifatnya yang sangat lokal, hanya memengaruhi area dalam radius beberapa meter hingga kilometer, berbeda dengan gempa bumi yang bisa terasa hingga ratusan kilometer.

Selain getaran, salah satu ciri khas dari gempa es adalah adanya suara dentuman keras yang sering kali terdengar seperti ledakan. Banyak orang yang pertama kali mengalami gempa es mengira bahwa ada ledakan gas, reruntuhan bangunan, atau aktivitas seismik lainnya.

2.Penyebab terjadinya gempa es

ilustrasi gempa es (unsplash.com/Dave Hoefler)

Gempa es terjadi akibat perubahan suhu ekstrem yang menyebabkan air di dalam tanah atau batuan membeku dengan cepat. Air memiliki sifat unik yang membuatnya mengembang ketika membeku, berbeda dengan sebagian besar zat lain yang justru menyusut dalam kondisi dingin.

Dilansir laman Science News Explores, ketika suhu turun secara drastis dalam waktu singkat, air yang meresap ke dalam celah tanah atau batuan mulai membeku dan mengembang hingga menciptakan tekanan besar. Jika tekanan ini cukup kuat, tanah atau batuan di sekitarnya akan mengalami retakan secara tiba-tiba, menghasilkan suara dentuman keras dan getaran ringan yang dikenal sebagai gempa es.

Faktor lain yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya gempa es adalah kadar air tanah yang tinggi, kondisi tanah yang sudah retak, serta fluktuasi suhu yang signifikan dalam sehari. Misalnya, jika siang hari suhu cukup hangat hingga mencairkan salju, lalu pada malam hari suhu turun drastis hingga di bawah titik beku, maka kondisi ini sangat ideal untuk memicu gempa es.

3.Karakteristik gempa es

ilustrasi gempa es (pexels.com/Jeffrey Czum)

Meskipun sering kali dikira sebagai gempa bumi kecil, gempa es memiliki karakteristik tersendiri. Salah satu tanda khasnya adalah suara dentuman atau ledakan yang terdengar sebelum terjadi getaran. Hal ini berbeda dengan gempa tektonik yang umumnya diawali oleh getaran tanpa suara ledakan.

Melansir laman Waterbury Roundabout, getaran akibat gempa es juga lebih lokal dan hanya terasa di area yang terbatas, tidak seperti gempa bumi yang bisa menjalar ke wilayah luas. Selain itu, magnitudo gempa es biasanya sangat kecil, sehingga jarang tercatat oleh seismograf.

Karakteristik lainnya adalah pola kemunculannya yang sering kali terjadi pada malam atau dini hari, saat suhu mencapai titik terendah. Selain itu, gempa es juga tidak memiliki aktivitas susulan seperti gempa bumi, karena fenomena ini terjadi akibat satu kali tekanan mendadak yang langsung dilepaskan.

4.Dampak terjadinya gempa es

ilustrasi gempa es (pexels.com/krisztina szombathy)

Melansir laman Farmonaut, meskipun tidak sekuat gempa bumi, gempa es tetap bisa menimbulkan dampak yang cukup signifikan di daerah yang mengalaminya. Salah satu dampak utamanya adalah kerusakan infrastruktur kecil, seperti retakan pada jalan, trotoar, dan pondasi bangunan.

Getaran yang terjadi juga dapat memicu longsor salju di daerah pegunungan, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pendaki atau pemukiman di sekitar. Selain itu, dalam beberapa kasus, tekanan yang dihasilkan oleh pembekuan air juga dapat menyebabkan pergerakan tanah kecil yang berpotensi merusak pipa bawah tanah atau sistem drainase.

Fenomena ini juga dapat menimbulkan kepanikan, terutama bagi orang-orang yang belum pernah mengalaminya sebelumnya, karena suara ledakannya cukup keras dan tiba-tiba. Meskipun begitu, gempa es jarang sekali menyebabkan korban jiwa atau kerusakan besar, karena sifatnya yang lebih bersifat lokal dan skalanya kecil dibandingkan dengan gempa tektonik.

5. Peristiwa gempa es di dunia

ilustrasi gempa es (pexels.com/Кирилл Абрамов)

Salah satu kejadian gempa es yang cukup terkenal terjadi di wilayah Ontario, Kanada, pada Januari 2014. Melansir laman NBC News, saat itu, suhu turun secara drastis dalam waktu singkat sehingga menyebabkan air tanah membeku dengan cepat.

Warga setempat melaporkan mendengar suara dentuman keras yang diikuti dengan getaran ringan di dalam tanah, membuat banyak orang mengira telah terjadi gempa bumi kecil. Fenomena ini juga menyebabkan retakan di beberapa jalan dan bangunan, meskipun tidak ada kerusakan serius yang dilaporkan.

Di tahun-tahun berikutnya, fenomena serupa juga tercatat terjadi di beberapa wilayah di Amerika Serikat, seperti Wisconsin dan Maine, terutama saat musim dingin yang sangat ekstrem. Meskipun fenomena ini sudah dikenal oleh ilmuwan, banyak masyarakat yang masih belum memahami penyebabnya, sehingga sering kali menimbulkan kepanikan di daerah yang mengalaminya.

Gempa es adalah fenomena alam yang unik dan sering kali terjadi di daerah dengan suhu ekstrem. Penyebab utamanya adalah pembekuan air secara cepat di dalam tanah atau batuan, yang menciptakan tekanan besar hingga akhirnya menyebabkan getaran atau retakan. Meskipun tidak berbahaya seperti gempa bumi tektonik, gempa es tetap bisa menimbulkan dampak, seperti kerusakan kecil pada infrastruktur atau bahkan longsor salju. Salah satu karakteristik khasnya adalah suara dentuman keras yang terdengar sebelum getaran terjadi. Jadi, jika suatu hari kamu mendengar suara ledakan keras di musim dingin, bisa jadi itu bukan ledakan biasa, melainkan gempa es yang sedang terjadi!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article