Bangau sering kali diasosiasikan sebagai sosok burung anggun dan elegan. Namun, anggapan itu tak berlaku bagi greater adjutant. Burung raksasa dengan nama ilmiah Leptoptilos dubius ini justru dicap sebagai hewan kotor dan pembawa sial. Kira-kira kenapa yah? Padahal di balik reputasinya yang kurang baik ini, tersimpan kisah ekologi unik sekaligus inspiratif.
Dikenal dengan nama lokal hargila atau “penelan tulang", spesies ini pernah berada di ambang kepunahan akibat semakin hilangnya habitat dan konflik dengan manusia. Kira-kira konflik seperti apa yang dihadapi bangau ini? Yuk, kenalan lebih dekat dengannya lewat lima fakta greater adjutant berikut ini!
