Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Imhotep, Arsitek dan Dokter Pertama yang Pernah Tercatat
Imhotep (commons.wikimedia.org/Photographie André Alliot)
  • Imhotep, tokoh Mesir Kuno abad ke-27 SM, merancang Piramida Bertingkat Firaun Djoser di Saqqara, yang dianggap piramida pertama Mesir dan inovasi awal arsitektur batu.
  • Selain arsitek, Imhotep menjabat wazir Firaun Djoser serta dikenal sebagai pendeta, dokter, matematikawan, astronom, dan cendekiawan dengan pengaruh besar di kerajaan.
  • Imhotep dikaitkan dengan tradisi medis kuno, meski penulisannya tidak pasti, dan setelah wafat dipuja sebagai dewa kebijaksanaan serta pengobatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Imhotep merupakan salah satu tokoh paling terkenal dari Mesir Kuno yang hidup sekitar abad ke-27 sebelum Masehi. Namanya sering dikaitkan dengan berbagai bidang pengetahuan, mulai dari arsitektur hingga pengobatan. Sosok ini dikenal karena perannya yang besar pada masa pemerintahan Firaun Djoser.

Keistimewaan Imhotep tidak hanya berasal dari pencapaiannya semasa hidup, tetapi juga dari penghormatan luar biasa yang diterimanya setelah wafat. Menurut berbagai catatan sejarah, ia termasuk sedikit tokoh non kerajaan yang kemudian dipuja sebagai dewa. Berikut lima fakta menarik tentang Imhotep yang membuat namanya terus dikenang hingga ribuan tahun kemudian.

1. Menjadi arsitek Step Pyramid yang bersejarah

Piramida Djoser (commons.wikimedia.org/Prof. Mortel)

Menurut World History Encyclopedia, Imhotep dikenal sebagai arsitek yang merancang Step Pyramid atau Piramida Bertingkat milik Firaun Djoser di Saqqara. Bangunan tersebut dianggap sebagai piramida pertama dalam sejarah Mesir. Karya ini menjadi salah satu pencapaian arsitektur paling penting pada masanya.

Selain itu, menurut sumber yang sama, rancangan tersebut berawal dari bentuk makam mastaba yang kemudian ditumpuk secara bertingkat hingga membentuk struktur piramida. Inovasi itu menghasilkan bentuk bangunan yang berbeda dari tradisi makam sebelumnya. Keberhasilan proyek tersebut membuat nama Imhotep dikenal luas dalam sejarah Mesir Kuno.

2. Menjabat sebagai pejabat tinggi kerajaan

Imhotep (commons.wikimedia.org/Wellcome Collection)

Menurut World History Encyclopedia, Imhotep bukan hanya seorang arsitek, tetapi juga menjabat sebagai wazir atau pejabat tinggi yang melayani Firaun Djoser. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di lingkungan pemerintahan. Perannya mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan administrasi dan pengetahuan.

Selain sebagai wazir dan arsitek, Imhotep juga dikenal sebagai pendeta, dokter, matematikawan, astronom, dan cendekiawan. Kemampuannya dalam berbagai disiplin ilmu membuatnya sering digambarkan sebagai seorang polymath. Julukan tersebut diberikan kepada individu yang menguasai banyak bidang pengetahuan sekaligus.

3. Dianggap sebagai dokter pertama yang tercatat

Imhotep (commons.wikimedia.org/Louvre Museum)

Imhotep sering dianggap sebagai salah satu dokter pertama yang pernah tercatat dalam sejarah. Namanya kemudian dikaitkan dengan berbagai teks medis Mesir Kuno yang membahas diagnosis dan pengobatan ratusan penyakit. Reputasi tersebut berkembang kuat dalam tradisi Mesir setelah masa hidupnya.

Menurut Science Museum Group, sebuah papirus medis kuno yang diterjemahkan pada abad ke-20 menggambarkan praktik bedah dan pengobatan Mesir yang cukup maju. Gagasan dalam naskah tersebut dipercaya berasal dari tradisi yang jauh lebih tua dan sering dikaitkan dengan Imhotep. Meski demikian, tidak ada kepastian apakah naskah itu ditulis langsung olehnya atau oleh murid dan pengikutnya.

4. Berperan dalam awal arsitektur batu Mesir

Piramida Djoser (pexels.com/Tamer Soliman)

Dilansir dari World History Encyclopedia, Piramida Bertingkat karya Imhotep merupakan piramida pertama di Mesir dan menjadi tonggak penting dalam perkembangan bangunan batu. Sebelum masa itu, makam umumnya dibuat menggunakan bata lumpur kering. Penggunaan batu dalam skala besar menjadi langkah baru dalam sejarah konstruksi Mesir.

Perkembangan dari makam mastaba menuju piramida bertingkat kemudian membuka jalan bagi pembangunan piramida yang lebih besar pada masa berikutnya. Struktur tersebut menjadi bagian penting dalam evolusi arsitektur Mesir Kuno. Pengaruhnya masih terlihat pada berbagai monumen monumental yang dibangun setelah era Djoser.

5. Diangkat menjadi dewa setelah wafat

Imhotep (unsplash.com/Birmingham Museums Trust)

Menurut World History Encyclopedia, Imhotep merupakan salah satu dari sangat sedikit orang Mesir yang akhirnya dipuja sebagai dewa setelah meninggal dunia. Dalam perkembangannya, ia dikaitkan dengan kebijaksanaan dan pengobatan. Status tersebut menunjukkan besarnya penghormatan yang diberikan masyarakat Mesir terhadap dirinya.

Kuil dan tempat pemujaan Imhotep menjadi lokasi yang dikaitkan dengan berbagai kisah kesembuhan. Ketika bangsa Yunani menguasai Mesir pada tahun 332 sebelum Masehi, mereka melihat kemiripan antara Imhotep dan dewa pengobatan Yunani bernama Asklepios. Karena itu, penghormatan terhadap Imhotep tetap berlanjut pada masa berikutnya.

Imhotep merupakan sosok langka dalam sejarah kuno yang meninggalkan jejak di banyak bidang sekaligus. Namanya dikenang sebagai perancang Piramida Bertingkat, pejabat penting kerajaan, tokoh yang dikaitkan dengan ilmu pengobatan, hingga figur yang kemudian dipuja sebagai dewa. Berbagai pencapaian tersebut menjadikan Imhotep salah satu tokoh paling berpengaruh dalam peradaban Mesir Kuno.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article