Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Keren Alap-alap Kaki Merah, Gunakan Bekas Sarang Gagak untuk Bertelur

5 Fakta Keren Alap-alap Kaki Merah, Gunakan Bekas Sarang Gagak untuk Bertelur
alap-alap kaki merah (commons.wikimedia.org/Andy Morffew)
Intinya Sih

  • Bentang sayapnya tak sampai 1 meter, berukuran kecil dengan kaki merah atau kekuningan

  • Strategi berburunya mirip alap-alap eurasia, makanannya mencakup serangga, amfibi, reptil, mamalia, dan burung lain yang lebih kecil

  • Sering menggunakan sarang bekas burung gagak, colonial breeder yang hidup di area lembap dan terancam punah

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Burung predator tak terbatas pada burung elang, vuture, atau burung herring. Nyatanya, ada satu jenis burung predator lain yang tak kalah hebat dari mereka, yaitu alap-alap. Lebih lanjut, alap-alap sendiri merupakan burung predator berukuran kecil hingga sedang yang kecepatannya sangat tinggi. Nah, Falco vespertinus atau alap-alap kaki merah merupakan salah satu spesies tekeren.

Pertama, bentang sayap burung ini tak mencapai 1 meter. Walau begitu, ia sangat gesit, lincah, tangkas, dan memiliki strategi berburu yang efisien. Alap-alap kaki merah juga bisa ditemukan dimanapun, entah itu di daerah yang kering atau area bersuhu dingin. Terakhir, burung ini hidup berkoloni. Lebih lanjut, mari kita bahas semua hal tersebut secara rinci dan mendalam di artikel berikut.

1. Bentang sayapnya tak sampai 1 meter

Alap-alap Kaki Merah
alap-alap kaki merah (commons.wikimedia.org/Wouter van der Ham)

Sejatinya, alap-alap kaki merah merupakan burung predator berukuran kecil. Dilansir NatureGate, panjangnya sekitar 28 - 34 centimeter, bentang sayapnya 65 - 76 centimeter, dan bobotnya sekitar 230 - 265 gram. Seperti namanya, burung ini juga memiliki kaki yang berwarna merah atau kekuningan yang menjadi ciri khasnya. Kemudian, individu jantan dan betina memiliki perbedaan warna yang mencolok. Dalam hal ini, individu jantan punya tubuh berwarna abu-abu atau biru kusam sementara individu betina punya tubuh berwarna cokelat. Jadi, bisa disimpulkan kalau unggas ini memiliki dimorfisme seksual.

2. Strategi berburunya mirip alap-alap eurasia

Alap-alap Kaki Merah
alap-alap kaki merah (commons.wikimedia.org/Bene Riobó)

Laman Birda menjelaskan kalau alap-alap kaki merah merupakan predator oportunis. Artinya, ia bukan burung yang pilah-pilih makanan. Dalam hal ini, makanannya mencakup serangga, amfibi, reptil, mamalia, dan burung lain yang lebih kecil. Gak cuma itu, alap-alap ini juga memiliki strategi berburu yang unik. Lebih lanjut, strategi tersebut sangat mirip dengan spesies lain, yaitu alap-alap eurasia.

Pertama, ia akan melayang tenang di udara sembari mengawasi mangsa di permukaan. Andalkan penglihatannya yang sangat tajam, alap-alap kaki merah bisa mendeteksi gerakan mangsa yang sangat kecil nan jauh. Kemudian, setelah menemukan mangsa, ia akan menukik tajam dengan kecepatan yang tinggi. Terakhir, burung ini akan mencengkeram mangsa dengan cakarnya yang tajam.

3. Sering menggunakan sarang bekas burung gagak

Alap-alap Kaki Merah
alap-alap kaki merah (commons.wikimedia.org/Martin Mecnarowski)

Laman JungleDragon menjelaskan kalau alap-alap kaki merah merupakan colonial breeder. Artinya, ia merupakan hewan yang membentuk koloni besar saat hendak bereproduksi. Sebenarnya, burung ini bisa membuat sarang sendiri. Namun, di banyak kesempatan ia lebih sering menggunakan sarang bekas burung lain, khususnya sarang bekas Corvidae seperti burung gagak.

Gak cuma itu, burung ini juga akan bersarang di ketinggian sekitar 13 -20 meter. Kemungkinan, sarang yang tinggi membuat telur dan anak-anaknya lebih aman dari ancaman predator. Setelah telurnya menetas, burung ini akan menjaga anak-anaknya hingga beberapa minggu. Saat memberi makan, biasanya anak termuda akan mendapat makanan paling banyak. Terakhir, usia hewan ini bisa mencapai 13.25 tahun.

4. Hewan diurnal yang sering terlihat di area lembap

Alap-alap Kaki Merah
alap-alap kaki merah (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Alap-alap kaki merah memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan mampu hidup di berbagai tipe habitat. Dilansir iNaturalist, unggas ini sering ditemukan di pepohonan, hutan, padang rumput, area berkayu, dan area lembap seperti pinggir sungai dan danau. Layaknya spesies alap-alap lain, alap-alap kaki merah juga merupakan hewan diurnal yang aktif di siang hari. Terakhir, penyebarannya mencakup beberapa daerah, seperti Afrika, Eropa, Timur Tengah, Asia Tengah, hingga sebagian wilayah Asia Timur.

5. Spesies terancam punah yang populasinya terus merosot

Alap-alap Kaki Merah
alap-alap kaki merah (commons.wikimedia.org/Martin Mecnarowski)

Burung ini memang sangat unik, namun populasi alap-alap kaki merah terus merosot. Data dari BirdLife DataZone menjelaskan kalau saat ini hanya tersisa sekitar 287 - 400 ribu individu di alam liar. Oleh sebab itu, ia masuk ke kategori vulnerable atau rentan. Di banyak negara, alap-alap kaki merah juga diklasifikasikan sebagai hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Lebih lanjut, penurunan populasinya diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti kerusakan habitat, berkurangnya sarang, menurunnya populasi Corvidae, penggunaan pestisida yang berlebihan, dan adanya perburuan liar.

Di balik ukuran kecilnya, ternyata alap-alap kaki merah merupakan burung yang sangat keren. Bayangkan saja, kemampuan berburunya sangat baik, ia bisa hidup di berbagai habitat, bahkan unggas ini bisa memanfaatkan hewan lain untuk hidup. Tentunya, kita semua gak mau hewan sekeren itu musnah dari muka bumi. Oleh sebab itu, upaya konservasi yang ketat terhadapnya harus terus digayangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More