Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Le Havre, Kota Unik Prancis dengan Arsitektur Warisan Dunia
kota Le Havre di Prancis (commons.wikimedia.org/Martin Falbisoner)
  • Le Havre di Normandia dikenal dengan arsitektur modern berbahan beton yang berbeda dari kota klasik Prancis, menjadikannya Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2005 karena nilai rekonstruksi pascaperangnya.
  • Kota ini dibangun ulang oleh arsitek Auguste Perret setelah hancur pada Perang Dunia II, menampilkan desain geometris dan penggunaan beton bertulang yang mencerminkan semangat modernisasi abad ke-20.
  • Sebagai salah satu pelabuhan terbesar Prancis, Le Havre memadukan aktivitas maritim, seni modern, dan budaya lokal melalui museum MuMa serta berbagai festival yang memperkuat identitas kotanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di pesisir Normandia, menghadap langsung ke Selat Inggris, berdiri Le Havre—kota pelabuhan yang tampil berbeda dari kebanyakan kota klasik Prancis. Alih-alih gang sempit berbatu dan bangunan abad pertengahan, pusat kotanya justru didominasi arsitektur modern berbahan beton dengan garis tegas dan simetris. Perbedaan inilah yang membuat Le Havre sering dianggap unik sekaligus kontras.

Kota ini memainkan peran penting dalam sejarah maritim Prancis. Sebagai salah satu pelabuhan terbesar negara tersebut, Le Havre menjadi gerbang perdagangan dan transportasi lintas Atlantik. Berikut 5 fakta menarik kota unik Prancis dengan arsitektur Warisan Dunia ini.

1. Pusat kota masuk daftar warisan dunia UNESCO

pusat kota Le Havre (commons.wikimedia.org/Erik Levilly)

Pusat kota Le Havre ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia pada 2005 karena nilai arsitekturnya yang luar biasa. UNESCO menilai kota ini sebagai contoh langka rekonstruksi pascaperang yang dirancang secara terpadu dan visioner. Tata kotanya menampilkan keteraturan geometris yang mencerminkan semangat modernisasi abad ke-20.

Penetapan tersebut bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga inovasi dalam perencanaan kota. Le Havre menjadi simbol bagaimana kota yang hancur bisa dibangun ulang dengan pendekatan arsitektur yang progresif. Status ini memperkuat posisinya sebagai destinasi budaya di Prancis.

2. Dirancang oleh arsitek modernis Auguste Perret

gereja st. joseph di Le Havre (commons.wikimedia.org/Alexandre Prevot)

Rekonstruksi Le Havre dipimpin oleh arsitek terkenal Auguste Perret. Ia dikenal sebagai pelopor penggunaan beton bertulang dalam arsitektur modern. Pendekatannya menekankan fungsi, struktur yang jelas, serta proporsi harmonis.

Dilansir World Heritage Site, Perret merancang bangunan dengan modul yang seragam namun tetap elegan. Salah satu karya paling ikonik adalah Gereja St. Joseph yang memiliki menara tinggi dan jendela kaca berwarna dramatis. Desain ini memperlihatkan bagaimana beton bisa tampil monumental sekaligus artistik.

3. Salah satu pelabuhan terbesar di Prancis

pelabuhan Le Havre (commons.wikimedia.org/Bálint Gyt)

Le Havre merupakan bagian penting dari sistem pelabuhan nasional Prancis. Dilansir Unisco, letaknya yang strategis di muara Sungai Seine membuatnya menjadi titik masuk utama barang ke wilayah Paris dan sekitarnya. Aktivitas logistik dan perdagangan internasional menjadi tulang punggung ekonomi kota.

Sebagai pelabuhan laut dalam, Le Havre mampu menampung kapal kargo besar dari berbagai negara. Perannya sangat vital dalam perdagangan Eropa Barat. Kehidupan kota pun berkembang berdampingan dengan aktivitas maritimnya.

4. Hancur lebur pada perang dunia II

kota Le Havre di Prancis (commons.wikimedia.org/DimiTalen)

Pada 1944, Le Havre mengalami pemboman besar selama Perang Dunia II. Britannica menjelaskan bahwa sebagian besar pusat kota hancur akibat serangan udara sekutu yang menargetkan infrastruktur militer Jerman. Kehancuran tersebut membuka jalan bagi proyek rekonstruksi besar-besaran setelah perang.

Alih-alih membangun ulang dengan gaya tradisional, pemerintah memiliki pendekatan modern. Keputusan ini menghasilkan lanskap kota yang sangat berbeda dari kota-kota tua Prancis lainnya. Tranformasi tersebut menjadikan Le Havre simbol kebangkitan dan inovasi arsitektur.

5. Perpaduan budaya maritim dan seni modern

museum seni modern André Malraux (commons.wikimedia.org/Jean-Pierre Dalbéra)

Selain pelabuhan dan arsitektur, Le Havre juga memiliki kehidupan budaya yang aktif. Dilansir Le Havre Tourism, kota ini memiliki museum seni seperti MuMa (Musée d’Art Moderne André Malraux) yang menyimpan koleksi impresionis ternama. Kehadiran museum ini menambah dimensi artistik kota pelabuhan tersebut.

Pantai berkerikil dan promenadenya menjadi ruang publik favorit warga. Aktivitas seni, festival, dan pameran rutin digelar sepanjang tahun. Kombinasi budaya, sejarah, dan arsitektur modern membuat Le Havre terasa dinamis sekaligus reflektif.

Le Havre adalah bukti bahwa kehancuran dapat melahirkan identitas baru yang kuat. Dengan arsitektur modernis yang diakui dunia dan peran penting sebagai pelabuhan internasional, kota ini tampil berbeda dari citra klasik Prancis pada umumnya. Le Havre bukan sekadar kota pesisir, tetapi simbol transformasi dan keberanian dalam merancang masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team