Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Hutan Hujan Tongass Alaska, Hutan Terluas di Amerika
Hutan Hujan Tongass Alaska (commons.wikimedia.org/Forest Service Alaska Region)
  • Hutan Hujan Tongass di Alaska mencakup hampir 17 juta hektare, menjadikannya hutan nasional terbesar di Amerika Serikat dengan lanskap pulau, fjord, gletser, dan pegunungan pesisir.
  • Tongass merupakan hutan hujan beriklim sedang terbesar yang masih utuh di dunia, menjadi rumah bagi flora dan fauna langka seperti elang, beruang, serta lima spesies salmon Pasifik.
  • Kawasan roadless Tongass menyimpan karbon dalam jumlah besar dan dilindungi kembali pada 2023 untuk menjaga nilai ekologis, budaya, serta kesejahteraan masyarakat asli Alaska Tenggara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hutan Hujan Tongass di Alaska dikenal sebagai salah satu lanskap alam paling penting di Amerika Utara. Kawasan ini berada di Alaska Tenggara dan mencakup wilayah sangat luas yang terdiri dari pulau, fjord, gletser, serta pegunungan pesisir. Dilansir dari U.S. Department of Agriculture, Tongass merupakan hutan nasional terbesar di Amerika Serikat dengan luas hampir 17 juta hektare.

Keunikan Tongass tidak hanya terletak pada ukurannya. Hutan ini juga menjadi bagian dari hutan hujan beriklim sedang terbesar yang masih utuh di dunia. Di balik bentang alamnya yang dingin dan basah, Tongass menyimpan kehidupan liar, simpanan karbon, hingga nilai budaya bagi masyarakat asli Alaska. Berikut lima fakta menarik tentang Hutan Hujan Tongass Alaska.

1. Tongass merupakan hutan nasional terbesar di Amerika Serikat

Hutan Hujan Tongass Alaska (commons.wikimedia.org/gillfoto)

Tongass National Forest menutupi hampir 17 juta hektare wilayah Alaska Tenggara. Ukuran tersebut membuatnya menjadi hutan nasional terbesar di Amerika Serikat. Kawasan ini mencakup sebagian besar Alaska Tenggara dan mengelilingi jalur Inside Passage yang terkenal sebagai koridor pesisir berpemandangan dramatis.

Lanskap Tongass juga tidak berupa hutan lebat saja. Wilayahnya meliputi pulau pulau di Alexander Archipelago, fjord, gletser, serta puncak Coast Mountains. Kombinasi bentang alam tersebut membuat Tongass tampak seperti mosaik alam yang mempertemukan laut, es, pegunungan, dan hutan dalam satu kawasan besar.

2. Hutan ini termasuk hutan hujan beriklim sedang terbesar yang masih utuh

Hutan Hujan Tongass Alaska (unsplash.com/Matt Artz)

Dilansir dari U.S. Department of Agriculture, Tongass disebut sebagai hutan hujan beriklim sedang terbesar yang masih utuh di dunia. Istilah hutan hujan beriklim sedang merujuk pada hutan basah yang berada di kawasan beriklim lebih sejuk, berbeda dari hutan hujan tropis yang berada di wilayah panas dekat khatulistiwa.

Kondisi geografis Alaska Tenggara membuat Tongass memiliki karakter yang khas. Sebagian besar wilayah Tongass cukup terpencil sehingga menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka. Keterpencilan ini ikut membantu mempertahankan karakter alami Tongass sebagai salah satu ekosistem hutan hujan paling penting di bumi.

3. Tongass menjadi habitat elang, beruang, dan salmon

Hutan Hujan Tongass Alaska (pexels.com/Jennifer Kardiak)

Tongass menawarkan peluang untuk melihat elang, beruang, salmon, serta panorama liar Alaska. Kehadiran satwa satwa tersebut menunjukkan bahwa Tongass bukan hanya kawasan hutan luas, melainkan juga ruang hidup bagi berbagai spesies yang bergantung pada sungai, pesisir, dan tutupan hutan.

Melansir Audubon, Tongass menjadi habitat lima spesies salmon Pasifik, beruang hitam, beruang cokelat, serigala, rusa Sitka black tailed deer, serta beragam ikan dan satwa liar lain. Audubon juga mencatat bahwa burung seperti Bald Eagle, Chestnut backed Chickadee, Greater Yellowlegs, Red breasted Sapsucker, dan Pigeon Guillemot dapat ditemukan di jalur birding Alaska Tenggara.

4. Tongass menyimpan karbon dalam jumlah besar

Hutan Hujan Tongass Alaska (commons.wikimedia.org/Mark Brennan)

Berdasarkan Federal Register, kawasan roadless di Tongass merupakan hutan hujan beriklim sedang tua yang masih utuh dan berperan dalam mendukung keanekaragaman hayati serta menyimpan karbon. Sumber yang sama menjelaskan bahwa Tongass menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan hutan nasional lain di Amerika Serikat.

Peran tersebut membuat Tongass sering dibahas dalam konteks perubahan iklim. U.S. Department of Agriculture menjelaskan bahwa dengan luas 16,7 juta hektare, Tongass dianggap penting untuk penyerapan dan penyimpanan karbon. Hutan tua di kawasan ini mampu menyimpan karbon dalam ekosistem, sedangkan hutan muda dapat menyerap karbon melalui pertumbuhan baru.

5. Perlindungan kawasan roadless Tongass pernah menjadi isu penting

Hutan Hujan Tongass Alaska (commons.wikimedia.org/gillfoto)

Dilansir dari U.S. Department of Agriculture, pada 2023 pemerintah Amerika Serikat memulihkan perlindungan roadless untuk 9,37 juta hektare kawasan Tongass. Aturan tersebut mengembalikan perlindungan lama terhadap area tanpa jalan yang mendukung nilai ekologis, ekonomi, dan budaya Alaska Tenggara.

Federal Register menjelaskan bahwa area roadless di Tongass memiliki banyak nilai, mulai dari tanah, air, udara, habitat spesies sensitif, lanskap alami, hingga situs budaya dan tempat sakral. Sumber yang sama juga menyebut kawasan ini penting bagi masyarakat asli Alaska, perikanan, pariwisata, rekreasi luar ruang, serta kesejahteraan komunitas lokal.

Tongass memperlihatkan bahwa hutan hujan tidak selalu identik dengan kawasan tropis yang panas. Di Alaska, hutan hujan beriklim sedang ini berdiri sebagai hutan nasional terbesar di Amerika Serikat, habitat penting bagi satwa liar, penyimpan karbon besar, sekaligus kawasan bernilai budaya. Fakta fakta tersebut membuat Tongass menjadi salah satu lanskap alam paling menarik untuk memahami hubungan antara hutan, iklim, satwa, dan manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article