Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Hutan Pando Utah, Organisme Terbesar yang Pernah Ada
Hutan Pando Utah (commons.wikimedia.org/Famartin)
  • Pando di Utah adalah satu organisme raksasa berupa klon pohon aspen yang terhubung melalui sistem akar tunggal, mencakup sekitar 47 ribu batang di area Fishlake National Forest.
  • Dengan luas sekitar 43 hektare dan bobot mencapai jutaan kilogram, Pando dikenal sebagai organisme terbesar dan terpadat di dunia, menarik perhatian ilmuwan serta pengelola hutan.
  • Pando menghadapi penurunan regenerasi akibat tekanan hewan pemakan tunas, serangan serangga, dan penyakit; penelitian menunjukkan area berpagar memiliki pertumbuhan tunas baru lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dari kejauhan, Pando terlihat seperti hutan aspen biasa yang memenuhi lereng Fishlake National Forest di Utah, Amerika Serikat. Batang batangnya tampak berdiri sendiri, dengan daun hijau yang berubah menjadi kuning dan oranye pada musim gugur. Namun, penampilan itu menyimpan fakta biologis yang jauh lebih unik daripada sekadar deretan pohon.

Pando dikenal sebagai salah satu organisme hidup paling luar biasa karena ribuan batangnya terhubung dalam satu sistem akar. Keunikan ini membuat Pando sering dibahas dalam ilmu ekologi, genetika, dan konservasi hutan. Berikut lima fakta menarik tentang Pando yang membuatnya berbeda dari hutan biasa.

1. Pando sebenarnya satu organisme raksasa

Hutan Pando Utah (pexels.com/Alex Moliski)

Pando merupakan klon aspen yang berasal dari satu biji dan menyebar dengan menumbuhkan tunas baru dari sistem akar yang terus meluas. Artinya, batang batang yang terlihat seperti pohon terpisah sebenarnya merupakan bagian dari satu organisme yang sama. Pando berada di Fishlake National Forest, sekitar 1 mil di barat daya Fish Lake, Utah.

Dilansir dari Western Aspen Alliance Utah State University, Pando terdiri dari sekitar 47 ribu batang sebelum mengalami kematian terbaru. Batang batang ini disebut ramet, yaitu bagian yang tampak seperti pohon mandiri tetapi berasal dari sistem akar yang sama. Karena terhubung secara genetik, Pando sering dijelaskan sebagai hutan yang sebenarnya merupakan satu pohon besar.

2. Ukurannya mencapai 106 hektare dalam satu klon

Hutan Pando Utah (pexels.com/Alex Moliski)

Berdasarkan penjelasan Western Aspen Alliance Utah State University, Pando memiliki luas sekitar 106 acre atau 43 hektare. Bobotnya diperkirakan mencapai 13 juta pon atau sekitar 5,8 juta kilogram. Angka tersebut membuat Pando dikenal sebagai organisme hidup yang sangat besar dari sisi luas dan massa.

Forest Service menjelaskan bahwa Pando dipercaya sebagai organisme terbesar dan terpadat yang pernah ditemukan. Klon ini terdiri dari lebih dari 40 ribu pohon individual yang tumbuh dalam satu kawasan. Ukurannya yang masif membuat Pando mendapat perhatian luas dari ilmuwan, pengelola hutan, dan pengunjung.

3. Namanya berarti aku menyebar dalam bahasa Latin

Hutan Pando Utah (pexels.com/runo Kraler)

Nama Pando berasal dari bahasa Latin yang berarti aku menyebar. Nama ini sesuai dengan cara hidupnya sebagai aspen klonal yang memperluas diri melalui akar. Setiap tunas baru tumbuh dari jaringan akar yang sama, sehingga kawasan ini terus membentuk kumpulan batang baru.

Pando juga dikenal dengan julukan Trembling Giant atau raksasa yang bergetar. Forest Service menjelaskan bahwa julukan ini muncul karena daun aspen memiliki tangkai pipih yang membuatnya mudah bergetar saat terkena angin ringan. Gerakan daun dalam jumlah besar menghasilkan suara gemerisik khas di kawasan Pando.

4. Usia Pando sulit dipastikan secara tepat

Hutan Pando Utah (pexels.com/Andrew Dibble)

Dilansir dari Western Aspen Alliance Utah State University, belum ada metode yang benar benar akurat untuk menentukan usia keseluruhan Pando. Perkiraan usia klon ini bervariasi dari ratusan hingga ribuan tahun. Hal ini terjadi karena batang aspen dapat mati dan digantikan oleh batang baru dari sistem akar yang sama.

Usia sistem akar Pando sulit dihitung, tetapi diperkirakan mulai berkembang pada akhir zaman es terakhir. Sebagian batang yang masih hidup diketahui berusia lebih dari 130 tahun. Western Aspen Alliance Utah State University juga menjelaskan bahwa batang tua yang diukur melalui inti pohon umumnya berusia sekitar 120 sampai 150 tahun.

5. Pando sedang menghadapi masalah regenerasi

Hutan Pando Utah (unsplash.com/Gennady Zakharin)

Pando menunjukkan tanda tanda penurunan karena kurangnya regenerasi, serangan serangga, dan penyakit. Kurangnya regenerasi diduga berkaitan dengan tekanan makan dari rusa dan ungulata lain yang memakan tunas muda. Serangga seperti kumbang kulit kayu serta penyakit seperti busuk akar dan kanker batang juga melemahkan pohon dewasa.

Dalam studi Rogers dan Gale yang tersedia melalui Utah State University DigitalCommons, Pando disebut mengalami penurunan karena kematian pohon dewasa dan kegagalan perekrutan tunas baru. Penelitian itu menemukan bahwa area Pando yang diberi pagar menunjukkan pertumbuhan tunas baru yang lebih baik. Sebaliknya, area yang tidak dipagari belum memperlihatkan pemulihan serupa, sehingga perlindungan terhadap tunas muda menjadi penting untuk menjaga kelangsungan Pando.

Pando memperlihatkan bahwa hutan tidak selalu terdiri dari banyak individu yang benar benar terpisah. Di balik ribuan batang aspen yang tampak biasa, terdapat satu organisme besar dengan sistem akar bersama, sejarah panjang, dan tantangan konservasi yang kompleks. Keunikan Pando membuatnya menjadi contoh menarik tentang cara tumbuhan bertahan, menyebar, dan tetap rentan terhadap perubahan lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article