Desa Ortisei, Italia (pixabay.com/XINGCHEN XIAO)
Ortisei kini berkembang menjadi destinasi wisata yang dapat dikunjungi pada berbagai musim. Pada musim panas, desa ini menjadi titik awal untuk berjalan kaki, mendaki, dan bersepeda gunung. Sementara itu, ketika musim dingin tiba, kawasan sekitarnya berubah menjadi tujuan olahraga salju dengan akses menuju area ski Dolomiti Superski dan jalur Sellaronda.
Di pusat desa, wisatawan juga dapat menikmati kawasan pejalan kaki yang dipenuhi toko, kafe, restoran, serta bangunan tradisional. Gereja St. Ulrich dan Gereja St. Jacob menjadi beberapa tempat yang memperlihatkan kekayaan seni dan sejarah lokal Ortisei. Pengunjung juga bisa mengunjungi Museum Gherdëina untuk mengenal lebih jauh sejarah Val Gardena, termasuk tradisi ukir kayu, budaya, dan peninggalan geologinya.
Itulah lima fakta mengenai Ortisei, desa Alpen Italia yang terkenal dengan tradisi ukir kayunya. Ortisei menunjukkan bagaimana sebuah desa Alpen dapat berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya. Seni ukir kayu, bangunan bersejarah, serta lanskap Dolomites menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang terus bertahan hingga sekarang. Perpaduan budaya dan alam inilah yang membuat Ortisei menjadi salah satu desa menarik untuk dikunjungi di kawasan Dolomites.