Kehidupan di Ortisei tidak hanya dibentuk oleh pegunungan yang mengelilinginya. Selama berabad-abad, masyarakat setempat mengembangkan tradisi dan aktivitas yang kemudian menjadi bagian penting dari identitas desa. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Ortisei!
5 Fakta Menarik Ortisei, Desa Alpen Italia dengan Tradisi Ukir Kayu

- Ortisei berada di Val Gardena, South Tyrol, Italia, pada ketinggian sekitar 1.236 meter dan dikelilingi pegunungan Dolomites seperti Seceda, Pitschberg, serta Resciesa.
- Sejak abad ke-17, Ortisei dikenal sebagai pusat ukir kayu untuk figur religius, patung, dan altar; keahlian turun-temurun ini masih terlihat di toko serta gereja setempat.
- Dari desa pertanian, Ortisei berkembang menjadi pintu masuk wisata Dolomites sejak abad ke-19, menawarkan aktivitas musim panas, olahraga salju, bangunan bersejarah, dan budaya Ladin.
Ortisei merupakan desa yang berada di Val Gardena, South Tyrol, Italia. Desa ini terletak pada ketinggian sekitar 1.236 meter dan dikelilingi pegunungan Dolomites. Selain memiliki pemandangan Alpen yang indah, Ortisei juga dikenal sebagai salah satu pusat budaya Ladin dan kerajinan ukir kayu di kawasan tersebut.
1. Letaknya berada di jantung Val Gardena

Desa Ortisei, Italia (pixabay.com/Gianni Crestani) Ortisei merupakan wilayah yang berada di Dolomites Val Gardena, South Tyrol, Italia. Desa ini terletak di ketinggian sekitar 1.236 meter di atas permukaan laut. Ortisei dikelilingi pegunungan seperti Seceda, Pitschberg, dan Resciesa. Letaknya ini membuat Ortisei menjadi desa pegunungan yang berada tepat di tengah lanskap Dolomites yang indah.
2. Terkenal sebagai pusat kerajinan ukir kayu

Ortisei terkenal dengan kerajinan ukiran kayunya (commons.wikimedia.org/Flowizm) Salah satu tradisi paling terkenal di Ortisei adalah seni ukir kayu. Dilansir Val-Gardena.com, Ortisei telah menjadi pusat kerajinan ukir kayu sejak abad ke-17. Keahlian ini meliputi pembuatan figur religius, patung orang kudus, dan altar. Keahlian mengukir kayu ini kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kerajinan ini bahkan berkembang menjadi salah satu identitas utama Ortisei. Hasil karya para pengukir dari Val Gardena dikenal hingga ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Tradisi tersebut masih bertahan hingga sekarang dan dapat ditemukan di berbagai toko kerajinan serta karya seni yang menghiasi gereja-gereja di sekitar desa.
3. Pariwisata mulai berkembang sejak abad ke-19

Desa Ortisei, Italia (pixabay.com/Gianni Crestani) Ortisei pada awalnya bukanlah desa dengan identitas wisata. Masyarakatnya Ortisei lebih dikenal dengan kehidupan pertaniannya di Val Gardena. Perubahan mulai terjadi pada abad ke-19 ketika para pendaki dan pelancong mulai datang untuk menikmati keindahan pegunungan. Sejak paruh kedua abad tersebut, Ortisei semakin dikenal sebagai titik awal untuk menjelajahi kawasan pegunungan di sekitarnya.
Perkembangan pariwisata kemudian ikut mengubah wajah desa. Hotel-hotel dan bangunan tempat tinggal bergaya awal abad ke-20 mulai menghiasi kawasan Ortisei. Bahkan, beberapa bangunan lama dan bekas bengkel masih dapat ditemukan dalam rute wisata sejarah desa, menjadi bukti bagaimana pariwisata dan industri kerajinan turut membentuk perkembangan Ortisei.
4. Dikelilingi pegunungan dengan sejarah geologi jutaan tahun

Pegunungan Dolomites (pexels.com/Lars Böttcher) Keindahan Ortisei tidak dapat dipisahkan dari pegunungan Dolomites yang mengelilinginya. Desa ini berada di tengah Val Gardena dengan beberapa gunung terkenal seperti Seceda, Pitschberg, dan Resciesa berada di sekitarnya. Dari kawasan desa, pegunungan tersebut menjadi latar yang membuat Ortisei memiliki karakter khas desa Alpen.
Salah satu yang paling menarik adalah Seceda. Kawasan ini tidak hanya menawarkan panorama pegunungan, tetapi juga menyimpan jejak kehidupan laut purba. Fosil ichthyosaurus berusia sekitar 240 juta tahun ditemukan di lereng Seceda pada 1968. Penemuan tersebut menjadi bukti bahwa kawasan yang kini berupa pegunungan Alpen dulunya pernah berada di bawah laut.
5. Kini menjadi pintu masuk wisata Dolomites sepanjang tahun

Desa Ortisei, Italia (pixabay.com/XINGCHEN XIAO) Ortisei kini berkembang menjadi destinasi wisata yang dapat dikunjungi pada berbagai musim. Pada musim panas, desa ini menjadi titik awal untuk berjalan kaki, mendaki, dan bersepeda gunung. Sementara itu, ketika musim dingin tiba, kawasan sekitarnya berubah menjadi tujuan olahraga salju dengan akses menuju area ski Dolomiti Superski dan jalur Sellaronda.
Di pusat desa, wisatawan juga dapat menikmati kawasan pejalan kaki yang dipenuhi toko, kafe, restoran, serta bangunan tradisional. Gereja St. Ulrich dan Gereja St. Jacob menjadi beberapa tempat yang memperlihatkan kekayaan seni dan sejarah lokal Ortisei. Pengunjung juga bisa mengunjungi Museum Gherdëina untuk mengenal lebih jauh sejarah Val Gardena, termasuk tradisi ukir kayu, budaya, dan peninggalan geologinya.
Itulah lima fakta mengenai Ortisei, desa Alpen Italia yang terkenal dengan tradisi ukir kayunya. Ortisei menunjukkan bagaimana sebuah desa Alpen dapat berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya. Seni ukir kayu, bangunan bersejarah, serta lanskap Dolomites menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang terus bertahan hingga sekarang. Perpaduan budaya dan alam inilah yang membuat Ortisei menjadi salah satu desa menarik untuk dikunjungi di kawasan Dolomites.




















