Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Thessaloniki, Kota Yunani dengan Jejak 4 Kekuasaan

5 Fakta Menarik Thessaloniki, Kota Yunani dengan Jejak 4 Kekuasaan
Kota Thessaloniki, Yunani (unsplash.com/Vardan Papikyan)
  • Thessaloniki, kota terbesar kedua Yunani di pesisir Laut Aegea, didirikan Cassander pada 315 SM dan berkembang berkat posisi strategis yang menghubungkan Makedonia, Balkan, serta jalur perdagangan.
  • Di bawah Romawi dan Bizantium, Thessaloniki menjadi pusat perdagangan, pemerintahan, politik, ekonomi, dan keagamaan; peninggalannya mencakup Kompleks Galerius, Arch of Galerius, Rotunda, serta Gereja Agios Dimitrios.
  • Setelah dikuasai Ottoman sejak 1430 hampir lima abad, kota ini menampung komunitas Yahudi Sephardi; kini warisan sejarahnya terlihat di White Tower, promenade, Ano Poli, dan benteng kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Thessaloniki merupakan kota terbesar kedua di Yunani yang berada di pesisir utara Laut Aegea. Kota ini menjadi pusat penting di kawasan Makedonia dan memiliki sejarah panjang yang berlangsung lebih dari dua milenium. Berbagai bangunan dan peninggalan dari masa Romawi, Bizantium, hingga Ottoman masih dapat dijumpai di sejumlah bagian kota.

Letaknya yang strategis membuat Thessaloniki sejak dahulu menjadi tempat pertemuan masyarakat dan kebudayaan. Perjalanan panjang tersebut membentuk wajah kota yang tidak hanya memiliki warisan Yunani kuno, tetapi juga menyimpan jejak berbagai peradaban yang pernah menguasainya. Yuk, simak lima fakta menarik Thessaloniki berikut!

  1. 1. Berawal dari kota yang didirikan pada tahun 315 Sebelum Masehi

    Kota Thessaloniki, Yunani
    Kota Thessaloniki, Yunani (unsplash.com/ Miltiadis Fragkidis)

    Sebelum menjadi kota besar seperti sekarang, Thessaloniki didirikan sekitar tahun 315 sebelum masehi oleh Cassander, raja Makedonia. Cassander menggabungkan sejumlah permukiman yang telah ada di kawasan tersebut dan menamainya Thessaloniki yang diambil dari nama istrinya. Thessalonike merupakan putri Raja Philip II dari Makedonia dan saudara tiri Alexander Agung.

    Lokasi yang dipilih bukan tanpa alasan. Thessaloniki berada di tepi Teluk Thermaikos sehingga memiliki akses menuju Laut Aegea. Letaknya yang strategi menghubungkan wilayah Makedonia dengan kawasan Balkan dan jalur perdagangan lainnya. Posisi ini menjadi alasan Thessaloniki terus berkembang dan bertahan sebagai pusat penting selama ribuan tahun.

  2. 2. Pernah menjadi kota penting Kekaisaran Romawi

    Arch of Galerius di Kota Thessaloniki
    Arch of Galerius di Kota Thessaloniki (commons.wikimedia.org/Annatsach)

    Thessaloniki semakin berkembang setelah Makedonia berada di bawah kekuasaan Romawi. Dilansir City of Thessaloniki, kota ini berada di jalur Via Egnatia, sebuah jalan yang dibangun Romawi untuk menghubungkan wilayah Balkan dengan Byzantium. Jalur ini menjadikan Thessaloniki sebagai salah satu titik penting perdagangan dan perjalanan di kawasan tersebut.

    Salah satu peninggalan Romawi yang masih dijumpai di pusat kota adalah Kompleks Galerius. Kawasan ini dibangun pada akhir abad ke-3 hingga awal abad ke-4 Masehi ketika Kaisar Galerius menjadikan Thessaloniki sebagai salah satu pusat pemerintahannya. Kompleks tersebut dahulu terdiri atas istana, bangunan keagamaan, hippodrome, dan monumen lainnya.

    Saat berjalan di kawasan pusat Thessaloniki, wisatawan dapat menemukan Arch of Galerius, sebuah gerbang kemenangan yang menjadi salah satu landmark bersejarah kota. Tidak jauh dari sana juga terdapat Rotunda, bangunan monumental yang telah mengalami perubahan fungsi selama sejarahnya. Jadi, perjalanan menyusuri pusat kota Thessaloniki bisa sekaligus menjadi perjalanan melintasi peninggalan Romawi.

  3. 3. Terdapat gereja Bizantium yang masih berdiri hingga sekarang

    Gereja Agios Dimitrios di Kota Thessaloniki
    Gereja Agios Dimitrios di Kota Thessaloniki (commons.wikimedia.org/C messier)

    Setelah Kekaisaran Romawi berkembang menjadi Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium, Thessaloniki tetap memiliki peran penting. Kota ini menjadi salah satu pusat politik, ekonomi, dan keagamaan utama di kawasan Balkan. Periode tersebut meninggalkan banyak gereja dan bangunan yang menjadi bagian penting dari warisan kota.

    Salah satu yang paling terkenal adalah Gereja Agios Dimitrios yang didedikasikan kepada Santo Demetrius, santo pelindung Thessaloniki. Gereja ini memiliki ruang bawah tanah yang berkaitan dengan tradisi mengenai Santo Demetrius. Interiornya juga dihiasi mosaik yang memperlihatkan perkembangan seni keagamaan Bizantium.

  4. 4. Menyimpan jejak Kesultanan Ottoman dan komunitas Yahudi

    Potret Masjid Hamza Bey di Kota Thessaloniki
    Potret Masjid Hamza Bey di Kota Thessaloniki (commons.wikimedia.org/C messier)

    Perjalanan sejarah Thessaloniki tidak berhenti pada masa Bizantium. Pada tahun 1430, kota ini ditaklukkan oleh Kesultanan Ottoman dan kemudian berada di bawah kekuasaannya selama hampir lima abad. Periode yang panjang tersebut membawa perubahan besar terhadap kehidupan sosial, budaya, dan arsitektur kota.

    Thessaloniki kemudian menjadi rumah bagi berbagai komunitas. Salah satunya adalah komunitas Yahudi Sephardi. Setelah pengusiran orang-orang Yahudi dari Semenanjung Iberia pada akhir abad ke-15, banyak dari mereka yang berpindah ke wilayah Kesultanan Ottoman, termasuk Thessaloniki. Kota ini kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kehidupan Yahudi terbesar di Eropa. Dari sini terlihat bahwa Thessaloniki tidak hanya memiliki sejarah Yunani, tetapi merupakan tempat bertemunya berbagai budaya selama berabad-abad.

  5. 5. Kini menjadi kota pesisir dengan sejarah yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki

    White Tower di Kota Thessaloniki
    White Tower di Kota Thessaloniki (commons.wikimedia.org/Dave Proffer)

    Thessaloniki sekarang merupakan kota modern yang ramai, tetapi peninggalan sejarahnya tetap berada di tengah kehidupan sehari-hari. Salah satu tempat yang paling mudah dikenali adalah White Tower, menara yang berdiri di tepi laut dan kini menjadi simbol kota Thessaloniki. Dari kawasan ini, pengunjung dapat berjalan menyusuri promenade sambil menikmati pemandangan Teluk Thermaikos.

    Bagi yang ingin melihat sisi kota yang lebih tua, Ano Poli atau Kota Atas menawarkan suasana berbeda. Kawasan ini memiliki jalan-jalan yang lebih tenang, rumah-rumah tradisional, serta bagian benteng kota yang masih tersisa. Dari beberapa titik di Ano Poli, wisatawan juga bisa melihat panorama Thessaloniki dan teluk dari tempat yang lebih tinggi.

    Itulah lima fakta mengenai Thessaloniki. Thessaloniki menjadi kota yang menarik karena sejarah panjangnya. Kota ini lahir pada masa Makedonia, berkembang di bawah Romawi, menjadi pusat penting Bizantium, kemudian mengalami hampir lima abad pemerintahan Ottoman sebelum akhirnya menjadi bagian dari Yunani modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More