Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Oman, Eks Kekaisaran Maritim yang Lolos dari Kolonialisme
Oman (unsplash.com/Anfal Shamsudeen)
  • Oman berkembang sebagai kekuatan perdagangan dan maritim Samudra Hindia sejak akhir abad ke-18, dengan pengaruh hingga pesisir Afrika Timur melalui jaringan pelabuhan, pulau, dan wilayah pesisir.
  • Pada 1698, Oman merebut Mombasa dari Portugis dan kemudian memperluas dominasi politik-ekonomi di Afrika Timur; pada 1832, pusat pemerintahannya dipindahkan dari Muscat ke Zanzibar.
  • Setelah Sayyid Said bin Sultan wafat, kekaisaran terpecah menjadi Oman dan Zanzibar pada 1861; Oman tetap berdaulat meski dipengaruhi Inggris, yang mengakui kemerdekaannya pada 1951.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Oman merupakan negara di tenggara Semenanjung Arab yang memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan perdagangan di Samudra Hindia. Pengaruhnya tidak hanya berada di wilayah Arab, tetapi juga menjangkau pesisir Afrika Timur. Jaringan tersebut kemudian berkembang menjadi kekuatan maritim yang dikenal sebagai kekaisaran Oman.

Sejarah Oman juga berkaitan dengan persaingan melawan kekuatan Eropa. Oman mempertahankan kemerdekaan formalnya ketika banyak wilayah di sekitarnya berada di bawah kekuasaan kolonial, meski memiliki hubungan politik yang kuat dengan Inggris. Perjalanan tersebut dapat dipahami melalui lima fakta berikut.

1. Oman berkembang menjadi kekuatan maritim di Samudra Hindia

Oman (unsplash.com/Julius Yls)

Menurut Cambridge University Press, Oman berkembang menjadi kekuatan komersial dan maritim di Samudra Hindia sejak akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Kekuatan ini terbentuk melalui jaringan pelabuhan, pulau, wilayah pesisir, dan perdagangan. Karena bertumpu pada jaringan laut, kekuatan Oman disebut sebagai thalassocracy oleh sebagian sejarawan.

Pengaruhnya berkembang sampai pesisir Afrika Timur setelah Portugis mengalami kemunduran. Metropolitan Museum of Art mencatat bahwa Kesultanan Oman menguasai pesisir Afrika Timur pada akhir abad ke-17 hingga abad ke-18, termasuk menjadikan Mombasa sebagai pusat penting. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana kekuatan Oman berkembang melalui jalur perdagangan.

2. Oman berhasil merebut Mombasa dari Portugis

Fort jesus mombasa (commons.wikimedia.org/Alex Wafula)

Pada 1698, Oman merebut Mombasa dari Portugis dalam upaya memperkuat jalur perdagangan di pesisir Swahili. World History Encyclopedia mencatat bahwa Oman bergerak ke kawasan tersebut ketika Mombasa masih berada di bawah kekuasaan Portugis. Perebutan Mombasa kemudian menjadi bagian dari melemahnya pengaruh Portugis di pesisir Afrika Timur.

Menurut Metropolitan Museum of Art, Oman selanjutnya menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang dominan di sejumlah wilayah pesisir Afrika Timur. Perkembangan ini memperkuat posisi Oman sebagai salah satu kekuatan maritim di kawasan Samudra Hindia. Persaingan dengan Portugis menjadi bagian penting dalam perkembangan kekuasaan Oman di kawasan tersebut.

3. Ibu kota kekaisaran pernah dipindahkan ke Zanzibar

Zanzibar (pexels.com/George John)

Pada 1832, Sayyid Said bin Sultan memindahkan pusat pemerintahan dari Muscat ke Zanzibar. Cambridge University Press menjelaskan bahwa keputusan tersebut mencerminkan semakin pentingnya Zanzibar dalam jaringan politik dan perdagangan Oman di Afrika Timur. Pada masa itu, Oman memiliki hubungan perdagangan yang luas di kawasan Samudra Hindia.

Perpindahan tersebut menunjukkan bahwa pusat kekuatan Oman tidak selalu berada di Semenanjung Arab. Zanzibar menjadi pusat pemerintahan ketika kekuasaan Oman berkembang sebagai jaringan maritim yang menghubungkan wilayah Arab dengan Afrika Timur. Namun, kendali teritorial Oman di wilayah tersebut sebenarnya relatif lemah meskipun pengaruh politik dan perdagangannya luas.

4. Kekaisaran Oman akhirnya terpecah menjadi dua

Oman (unsplash.com/ahmed nasser)

Kekuasaan Oman dan Zanzibar tidak bertahan sebagai satu kesatuan politik setelah wafatnya Sayyid Said bin Sultan pada 1856. Kekuasaan tersebut kemudian dibagi di antara dua putranya dan pemisahan itu secara resmi ditegaskan pada 1861. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya Kesultanan Muscat dan Zanzibar sebagai satu kesatuan politik.

Pembagian itu juga mengubah hubungan Oman dengan wilayah Afrika Timur. Oman tetap berdiri sebagai kesultanan di Semenanjung Arab, sedangkan Zanzibar berkembang sebagai kesultanan tersendiri sebelum kehilangan banyak wilayah akibat ekspansi kolonial Eropa. Zanzibar menjadi protektorat Inggris pada 1890, sementara Oman mempertahankan kedaulatannya di bawah pengaruh kuat Inggris.

5. Oman tetap merdeka meski berada di bawah pengaruh Inggris

Oman (unsplash.com/ahmed nasser)

Sejarah Oman menunjukkan bahwa hubungan dekat dengan Inggris tidak berarti menjadi koloni Inggris. Oman dan Inggris memiliki perjanjian persahabatan dan perdagangan sejak abad ke-19, tetapi Inggris mengakui Oman sebagai negara sepenuhnya merdeka pada 1951. Hubungan tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh Inggris tanpa menjadikan Oman sebagai koloni.

Hubungan Inggris dengan Oman tetap berlangsung melalui kerja sama politik dan keamanan. Inggris juga memiliki pengaruh dalam urusan Oman melalui penasihat politik dan militer yang membantu pemerintahan kesultanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan Oman tetap berjalan bersamaan dengan kuatnya hubungan dengan Inggris.

Oman pernah menjadi kekuatan maritim yang menghubungkan Semenanjung Arab dengan pesisir Afrika Timur melalui perdagangan dan politik. Kekuasaan itu berkembang setelah Oman menggantikan pengaruh Portugis, memindahkan pusat pemerintahan ke Zanzibar, lalu terpecah menjadi Oman dan Zanzibar. Saat Zanzibar menjadi bagian dari sistem kolonial Inggris, Oman tetap merdeka dan diakui secara resmi pada 1951.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article