Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Upland Sandpiper, Burung yang Bersarang di Area Bandara

4 min read
5 Fakta Upland Sandpiper, Burung yang Bersarang di Area Bandara
Upland Sandpiper (commons.wikimedia.org/Forest Service - Northern Region)
  • Upland sandpiper adalah kerabat trinil yang lebih memilih padang rumput kering dan lahan terbuka daripada pantai, rawa, atau dataran lumpur.
  • Menyusutnya padang rumput alami membuat sebagian populasi di timur laut Amerika Utara bersarang di area bandara, dengan jadwal pemotongan rumput yang dapat disesuaikan.
  • Burung ini memakan serangga daratan dan bermigrasi dari Amerika Utara ke padang rumput Amerika Selatan, meninggalkan wilayah berbiak sekitar pertengahan Juli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagian besar orang mungkin mengenal sandpiper atau trinil sebagai burung yang hidup di pantai, area berlumpur, atau sekitar lahan basah. Namun, upland sandpiper (Bartramia longicauda) justru punya kebiasaan berbeda. Spesies ini lebih banyak menghabiskan waktu di padang rumput kering dan area terbuka yang jauh dari perairan. Pilihan habitat tersebut membuatnya cukup berbeda dari kerabatnya yang lain.

Kebiasaan hidup di ruang terbuka juga membuat burung ini dapat memanfaatkan beberapa kawasan yang dibuat manusia. Ketika padang rumput alami terus berkurang, area seperti lapangan terbang kadang menjadi tempat yang cocok untuk bersarang. Berikut lima fakta menarik seputar upland sandpiper dan kebiasaan uniknya!

  1. 1. Memiliki bentuk tubuh yang mirip burung merpati

    Upland Sandpiper
    Upland Sandpiper (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service - Midwest Region)

    Burung ini berukuran sedang dengan leher cukup panjang dan kepala kecil berbentuk bundar. Dilansir laman Audubon, bentuk tubuh tersebut sempat membuat upland sandpiper dikenal dengan nama upland plover. Belakangan, para ahli menempatkannya sebagai kerabat dekat burung trinil. Bulu tubuhnya yang kecokelatan juga membantu burung ini berbaur dengan warna rerumputan.

    Paruhnya relatif pendek dengan warna kekuningan, sedangkan ekornya cukup panjang dan terlihat ketika burung berdiri tegak. Bagian punggung didominasi warna cokelat yang berpadu dengan corak pada bulunya. Warna tersebut membuat tubuh upland sandpiper lebih sulit dikenali ketika berada di kawasan padang rumput terbuka. Bentuk tubuhnya pun terlihat berbeda dari kebanyakan burung pantai lainnya.

  2. 2. Lebih banyak hidup di padang rumput

    Upland Sandpiper
    Upland Sandpiper (commons.wikimedia.org/Dominic Sherony)

    Habitat upland sandpiper berkaitan erat dengan kawasan terbuka berupa padang rumput dan lahan pertanian yang luas. Dilansir laman Houston Audubon, burung ini hampir tidak pernah mencari makan di dataran lumpur maupun rawa basah. Area daratan yang kering justru lebih sering digunakan untuk mencari makanan dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Saat mencari makan, burung ini berjalan cepat sambil sesekali mengubah arah. Gerakannya kadang terlihat tersentak ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Cara berjalan tersebut membantu upland sandpiper terus memperhatikan keadaan sekitar sambil mencari mangsa di permukaan tanah. Padang rumput terbuka juga memberi ruang yang cukup luas untuk bergerak.

  3. 3. Memanfaatkan area bandara untuk bersarang

    Sarang Upland Sandpiper
    Sarang Upland Sandpiper (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie)

    Berkurangnya padang rumput alami membuat upland sandpiper harus mencari tempat lain dengan kondisi yang serupa. Dilansir laman All About Birds, sebagian populasi di wilayah timur laut Amerika Utara diketahui menggunakan kawasan lapangan terbang sebagai lokasi bersarang. Hamparan rumput di sekitar landasan memiliki kondisi terbuka yang mirip dengan habitat alaminya.

    Kondisi tersebut membuat pengelola bandara perlu memperhatikan aktivitas burung selama musim berbiak. Di beberapa wilayah, jadwal pemotongan rumput dapat disesuaikan agar sarang dan anakan tidak terganggu. Kawasan yang biasanya dipenuhi aktivitas pesawat dan kendaraan itu pun dapat digunakan upland sandpiper untuk membesarkan keturunannya.

  4. 4. Banyak memakan serangga yang hidup di daratan

    Upland Sandpiper
    Upland Sandpiper (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain Prairie)

    Padang rumput menyediakan berbagai jenis mangsa yang dibutuhkan upland sandpiper. Merujuk kembali pada laman Audubon, makanan burung ini antara lain belalang, jangkrik, kumbang, ulat ngengat, laba-laba, hingga cacing tanah. Mangsa tersebut dicari sambil berjalan menyusuri kawasan rumput dan kemudian dipatuk langsung dari permukaan tanah.

    Aktivitas mencari makan berlangsung sepanjang hari, terutama ketika burung sedang memasuki masa berkembang biak atau bersiap melakukan migrasi. Serangga yang dimakan juga termasuk beberapa jenis yang dikenal sebagai hama tanaman. Karena itu, upland sandpiper ikut memangsa serangga yang berada di sekitar lahan pertanian tempat mereka mencari makan.

  5. 5. Bermigrasi dari Amerika Utara ke Amerika Selatan

    Upland Sandpiper
    Upland Sandpiper (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain Prairie)

    Kehidupan upland sandpiper tidak berlangsung di satu wilayah sepanjang tahun. Merujuk kembali pada laman All About Birds, burung ini mulai meninggalkan kawasan berbiak di Amerika Utara sekitar pertengahan Juli. Mereka kemudian bergerak menuju wilayah selatan dan menghabiskan musim dingin di padang rumput terbuka di Amerika Selatan.

    Masa tinggal di wilayah tersebut dapat berlangsung hingga delapan bulan sebelum mereka kembali ke Amerika Utara. Perjalanan migrasi dilakukan melintasi wilayah yang sangat luas dan sebagian penerbangannya berlangsung pada malam hari. Setelah musim dingin berakhir, burung-burung ini kembali menuju kawasan berbiak untuk melanjutkan siklus tahunannya.

    Upland sandpiper punya kebiasaan hidup yang cukup berbeda dari gambaran umum tentang burung trinil. Padang rumput menjadi habitat penting bagi mereka untuk mencari makan dan berkembang biak. Ketika habitat alami berkurang, kawasan bandara pun dapat digunakan untuk bersarang. Menjaga padang rumput dan ruang terbuka tetap tersedia penting agar burung ini memiliki tempat untuk berkembang biak dan melanjutkan siklus migrasinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More