Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Grouse Ekor Tajam, Mencari Makan di Atas Tanah

4 min read
5 Fakta Unik Grouse Ekor Tajam, Mencari Makan di Atas Tanah
grouse ekor tajam (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie)
  • Grouse ekor tajam tersebar luas di Kanada dan Amerika Serikat, menempati habitat terbuka, savana, padang rumput, stepa, hingga kawasan bersalju yang berubah mengikuti musim.
  • Burung herbivor ini mencari makan di tanah dengan menu tumbuhan dan sesekali serangga; pola makannya berganti sesuai ketersediaan makanan pada musim dingin, semi, panas, dan gugur.
  • Jantan menarik betina lewat tarian lek pada Maret–Mei. Meski berstatus risiko rendah dengan sekitar 760.000 individu, fragmentasi habitat mengancam populasinya, sementara konservasi membantu peningkatan jumlah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Grouse adalah jenis burung darat berukuran kecil yang berasal dari ordo Galiformes. Ia berkerabat dengan ayam, merak, dan burung pheasant yang sama-sama merupakan burung darat atau burung terestrial. Spesies burung grouse juga ada banyak, salah satunya adalah Tympanuchus phasianellus atau grouse ekor tajam.

Namanya memang sedikit menyeramkan dan mengisyaratkan bahwa ia memiliki ekor yang tajam dan bisa menusuk. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho. Sebaliknya, grouse ekor tajam adalah burung unik yang jago menari, hidup di wilayah Amerika, dan populasinya mulai terancam. Yuk, kita ulik berbagai fakta unik grouse ekor tajam di artikel berikut.

  1. 1. Penyebarannya mencakup Kanada dan Amerika Serikat

    grouse ekor tajam
    grouse ekor tajam (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie)

    Berdasarkan data BirdLife DataZone, grouse ekor tajam menyebar di wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Penyebarannya terbilang luas mulai dari Amerika Selatan bagian tengah, wilayah Great Lakes, hingga daerah Alaska. Tercatat, burung ini tersebar di delapan provinsi di Kanada dan 21 negara bagian di Amerika Serikat. Habitatnya juga beragam, mulai dari area terbuka, savana, daerah berkayu, area bersalju, padang rumput, hingga stepa. Habitatnya juga bisa berubah sesuai musim dan hal tersebut terjadi karena perubahan suhu dan pasokan makanan.

  2. 2. Kebiasaan makannya berubah tergantung musim

    grouse ekor tajam mencari makan
    grouse ekor tajam mencari makan (commons.wikimedia.org/Ron Knight)

    Dilansir Animal Diversity Web, grouse ekor tajam adalah herbivor yang makanan utamanya mencakup dedaunan, buah-buahan, bunga, biji-bijian, kacang, dan buah. Selain tanaman, di beberapa kesempatan unggas ini juga akan memangsa serangga. Di musim gugur dan dingin burung ini biasanya akan memakan bunga-bungaan, rumput, buah, dan biji-bijian, Sementara itu, saat musim semi dan panas makanannya berubah menjadi serangga (semut, jangkrik, kumbang, ngengat, dan belalang), buah-buahan, serta rerumputan. Perubahan pola makan tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan makanan yang berbeda di tiap musim.

  3. 3. Ujung ekornya tidak benar-benar tajam dan berbahaya

    grouse ekor tajam
    grouse ekor tajam (commons.wikimedia.org/Simon Pierre Barrette)

    Meski punya kata "ekor tajam" di namanya tapi grouse ekor tajam tidak memiliki ekor yang tajam. Nama tersebut disematkan karena ekornya terlihat lancip seperti jarum, khususnya ketika ditegakan. Dilansir Animalia, grouse ekor tajam adalah spesies dengan panjang 38-48 centimeter, bentang sayap 62-65 centimeter, dan bobot maksimal di angka 880 gram sehingga termasuk spesies berukuran sedang.

    Sekilas ia terlihat memiliki tubuh membulat yang pendek. Bulunya tebal, bagian bawah tubuh berwarna putih, dan bagian atas berwarna cokelat. Individu jantan punya alis berwarna kuning yang mencolok dan corak berwarna ungu di lehernya ketika musim kawin. Sementara itu, warna individu betina terlihat lebih kalem dan tidak terlalu mencolok. Unggas ini sebenarnya bisa terbang, tetapi ia lebih suka beraktivitas di atas tanah.

  4. 4. Menari untuk menarik perhatian lawan jenis

    grouse ekor tajam menari
    grouse ekor tajam menari (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie)

    Laman iNaturalist menjelaskan bahwa grouse ekor tajam adalah spesies lekking. Artinya, burung ini akan menampakkan diri di area luas yang bernama "lek." Dalam satu lek bisa terdapat satu hingga 20 ekor jantan. Di area tersebut tiap burung jantan akan berlomba untuk menarik perhatian betina dengan cara menari. Aktivitas tersebut biasanya akan dilakukan pada bulan Maret hingga Mei.

    Tariannya terdiri atas beberapa gerakan, seperti menghentakan kaki ke tanah dalam tempo yang cepat, melebarkan sayap, menaikkan/menegakan ekor, menggembangkan kantung berwarna ungu di leher, dan menggoyangkan kepala. Burung betina akan menyaksikan tarian dan memilih satu atau dua ekor jantan yang paling dominan untuk menjadi pasangan kawinnya.

  5. 5. Populasinya terancam oleh fragmentasi habitat

    grouse ekor tajam
    grouse ekor tajam (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain-Prairie)

    Grouse ekor tajam sebenarnya bukan hewan yang terancam punah. Berdasarkan data IUCN Red List, ia masuk ke kategori least concern (risiko rendah) yang artinya burung tersebut tidak memiliki risiko kepunahan dalam waktu dekat. Populasinya juga juga masih melimpah dan saat ini tersisa sekitar 760,000 individu di alam liar.

    Namun, grouse ekor tajam mulai terancam oleh fragmentasi habitat. Area terbuka yang menjadi habitat utamanya mulai berubah menjadi hutan lebat, area pertanian, pemukiman, dan daerah industri. Untungnya berbagai pihak terus melakukan beragam upaya konservasi, observasi, dan peremajaan habitat. Upaya tersebut terbilang sukses karena sekarang populasi grouse ekor tajam mulai meningkat.

    Hidup di wilayah Amerika bukan hal yang mudah bagi grouse ekor tajam. Jika dihadapkan dengan aktivitas manusia burung tersebut tak bisa berkutik. Nasib yang sama juga menimpa spesies grouse lain yang terbesar luas di berbagai daerah. Setelah menilik berbagai fakta unik grouse ekor tajam kamu jadi lebih paham tentang burung tersebut dan kamu tidak boleh meremehkannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More