Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta San Sebastian, Kota Peristirahatan Bangsawan Eropa di Spanyol

4 min read
5 Fakta San Sebastian, Kota Peristirahatan Bangsawan Eropa di Spanyol
San Sebastian, Spanyol (pexels.com/jesus esteban)
  • San Sebastian di Basque, Spanyol utara, didirikan melalui piagam Raja Sancho VI pada 1180 sebagai pelabuhan strategis untuk perdagangan wol, besi, perikanan, dan pembuatan kapal.
  • Kebakaran 1813 menghancurkan sebagian besar kota setelah perebutan oleh pasukan Inggris dan Portugis; rekonstruksi menata Parte Vieja, sementara pembongkaran tembok 1863 memperluas kawasan perkotaan.
  • Pada abad ke-19 kota menjadi peristirahatan bangsawan Eropa, lalu mempertahankan budaya Basque dan gastronomi pintxos; Kursaal 1999 menandai perpaduan landmark modern dengan kawasan bersejarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

San Sebastian berada di Provinsi Gipuzkoa, Negara Basque, Spanyol bagian utara. Kota ini terletak di tepi Teluk Biscay, tidak jauh dari perbatasan Prancis. Kawasannya berada di antara Gunung Urgull dan Gunung Igueldo dengan garis pantai yang menghadap langsung ke laut. Kondisi tersebut membuat San Sebastian berkembang sebagai kawasan pelabuhan sejak masa lampau.

Kota yang kini dikenal sebagai tujuan wisata tersebut memiliki sejarah panjang. San Sebastian pernah menjadi pelabuhan perdagangan, pangkalan militer, hingga tempat berlibur keluarga kerajaan Spanyol. Kebakaran besar pada 1813 juga sempat menghancurkan sebagian besar kota. Berikut lima fakta tentang sejarah dan perkembangan San Sebastian.

  1. 1. Didirikan Raja Sancho VI sebagai pelabuhan navigasi

    San Sebastian, Spanyol
    San Sebastian, Spanyol (commons.wikimedia.org/Calips)

    Awal mula San Sebastian berkaitan dengan Raja Sancho VI dari Navarra. Dilansir laman Kupi, ia memberikan piagam kepada kawasan tersebut pada 1180. Pemberian piagam itu berkaitan dengan kepentingan kerajaan untuk memiliki akses menuju laut. Nama San Sebastian sendiri berhubungan dengan Biara San Sebastian el Antiguo yang telah berdiri sebelum kota tersebut ditetapkan.

    Pelabuhan San Sebastian berada di kawasan Teluk Biscay yang cukup terlindung oleh Gunung Urgull. Kondisi tersebut memudahkan kapal keluar masuk kawasan pelabuhan. Perdagangan menjadi salah satu kegiatan utama, terutama pengiriman wol dan besi. Masyarakat setempat juga bekerja sebagai nelayan, termasuk menangkap paus. Pembuatan kapal turut dilakukan untuk mendukung kegiatan pelayaran.

  2. 2. Memiliki tata ruang hasil rekonstruksi pasca-kebakaran 1813

    San Sebastian, Spanyol
    San Sebastian, Spanyol (commons.wikimedia.org/Calips)

    San Sebastian mengalami kehancuran besar pada 1813 ketika perang melanda kota tersebut. Dilansir laman Britannica, pasukan Inggris dan Portugis merebut San Sebastian dari pasukan Prancis. Setelah pertempuran berlangsung, kebakaran melanda kawasan kota. Sebagian besar rumah dan bangunan ikut terbakar. Hanya sedikit bangunan yang masih bertahan setelah peristiwa tersebut.

    Pembangunan kembali dilakukan setelah perang berakhir. Kawasan Parte Vieja kemudian ditata dengan jalan yang lebih teratur dan bangunan yang berdiri rapat. Tembok kota juga akhirnya dibongkar pada 1863. Pembongkaran tersebut membuka ruang bagi pembangunan kawasan baru di sebelah selatan. Area perkotaan San Sebastian pun semakin luas hingga mendekati Sungai Urumea.

  3. 3. Berkembang menjadi lokasi peristirahatan bergengsi bangsawan Eropa

    Hotel Maria Cristina, San Sebastian, Spanyol
    Hotel Maria Cristina, San Sebastian, Spanyol (commons.wikimedia.org/Calips)

    San Sebastian mulai dikenal sebagai tempat berlibur kalangan kerajaan pada abad ke-19. Dilansir laman Smart Moov, Permaisuri Eugenie de Montijo dan Ratu Isabel II pernah memilih kota tersebut sebagai tempat beristirahat. Kedatangan keluarga kerajaan membuat San Sebastian semakin dikenal. Kalangan bangsawan dan masyarakat kelas atas kemudian ikut berdatangan saat musim panas.

    Pembangunan fasilitas wisata ikut meningkat setelah San Sebastian ramai dikunjungi. Hotel Maria Cristina dan Teater Victoria Eugenia dibangun pada masa Belle Époque. Pantai La Concha juga ditata sebagai tempat pemandian laut. Istana Miramar digunakan keluarga kerajaan sebagai tempat tinggal selama musim panas. Sejumlah bangunan tersebut masih dapat ditemukan di San Sebastian hingga sekarang.

  4. 4. Menjadi pusat kebudayaan dan gastronomi Basque

    Festival Tamborrada, San Sebastian, Spanyol
    Festival Tamborrada, San Sebastian, Spanyol (commons.wikimedia.org/Javier Pérez Montes)

    Kebudayaan Basque tetap memiliki tempat kuat dalam kehidupan masyarakat San Sebastian. Masih dari laman Smart Moov, bahasa Euskara dan tradisi lokal terus dipertahankan, termasuk ketika Spanyol berada di bawah pemerintahan Francisco Franco. Salah satu tradisi yang masih digelar hingga sekarang adalah Tamborrada. Festival tersebut berlangsung setiap 20 Januari dan diikuti masyarakat setempat.

    San Sebastian juga punya reputasi kuat dalam dunia kuliner. Pada 1970-an, sejumlah koki Basque mulai memakai teknik memasak baru untuk mengolah bahan makanan lokal. Gerakan tersebut kemudian dikenal sebagai New Basque Cuisine. Dari dapur-dapur kota ini lahir berbagai restoran ternama. San Sebastian juga dikenal dengan pintxos serta sejumlah restoran yang memperoleh bintang Michelin.

  5. 5. Memiliki landmark modern ikonik Kursaal buatan Rafael Moneo

    Bangunan Kursaal, San Sebastian, Spanyol
    Bangunan Kursaal, San Sebastian, Spanyol (commons.wikimedia.org/Zarateman)

    San Sebastian memiliki bangunan modern yang cukup mudah dikenali, yakni Kursaal. Merujuk kembali pada laman Kupi, kompleks pusat kongres tersebut dirancang arsitek Rafael Moneo dan dibuka pada 1999. Kursaal berdiri di tepi Sungai Urumea, dekat pertemuannya dengan laut. Bentuknya terdiri atas dua bangunan seperti kubus kaca yang menghadap ke Teluk Biscay.

    Kursaal digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti kongres, pertunjukan, pameran, dan konser. Kompleks ini juga menjadi salah satu lokasi utama Festival Film Internasional San Sebastian. Letaknya tidak jauh dari kawasan kota lama. Bangunan bersejarah seperti Gereja San Vicente dan Museum San Telmo berada di kawasan yang sama, sehingga wajah lama dan baru San Sebastian berdampingan.

    San Sebastian menyimpan sejarah panjang sebagai kota pelabuhan di utara Spanyol. Perjalanan tersebut terlihat dari kawasan Parte Vieja, bangunan peninggalan masa Belle Époque, hingga Kursaal yang hadir pada era modern. Tradisi masyarakat Basque dan kuliner khas seperti pintxos juga masih kuat. Berbagai peninggalan tersebut membuat sejarah San Sebastian tetap terasa di tengah kehidupan kota saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More