5 Fakta Opal Crowned Tanager, Burung Bermahkota Opal dari Hutan Amazon

- Opal-crowned Tanager adalah burung kecil sekitar 14,5 sentimeter dengan mahkota, alis, dan tunggir berona opal, serta perpaduan warna biru dan hitam yang mencolok.
- Spesies ini mendiami Amazon barat hingga kaki Andes, termasuk Kolombia, Ekuador, Peru, Bolivia, dan Brasil; habitatnya hutan lembap terra firme serta várzea.
- Burung penetap berstatus Least Concern ini mencari buah, serangga, dan artropoda di kanopi, baik sendiri, berpasangan, maupun dalam kelompok campuran.
Opal-crowned Tanager (Tangara callophrys) merupakan burung kecil dari keluarga Thraupidae yang hidup di kawasan hutan Amerika Selatan. Burung ini memiliki penampilan mencolok dengan perpaduan warna biru, hitam, dan rona opal pada bagian mahkota serta alisnya. Keunikan tersebut membuat Opal-crowned Tanager menjadi salah satu tanager yang menarik untuk ditemukan di tajuk hutan Amazon.
Spesies ini terutama ditemukan di wilayah Amazon bagian barat dan kawasan kaki Pegunungan Andes. Habitatnya berupa hutan tropis lembap, termasuk hutan terra firme dan várzea, tempat burung ini lebih sering beraktivitas di bagian kanopi. Berikut lima fakta menarik Opal-crowned Tanager, burung bermahkota opal dari hutan Amazon.
1. Memiliki mahkota berwarna seperti opal

burung tangara callophrys (inaturalist.org/Jose Cueva Santos) Ciri paling khas Opal-crowned Tanager terdapat pada bagian kepala yang membuat namanya begitu mudah dikenali. Dilansir eBird, dahi dan garis alisnya memiliki warna opal yang berkilau, sementara sisi kepala serta bagian bawah tubuhnya didominasi warna biru. Bagian tengkuk dan mantel berwarna hitam memberikan kontras yang semakin memperjelas pola warna pada tubuhnya.
Bagian sayapnya juga memiliki warna biru, sedangkan punggung bagian belakang atau tunggir memiliki rona opal yang serupa dengan mahkotanya. Kombinasi warna tersebut membuat tubuh burung ini tampak seperti dihiasi beberapa lapisan warna metalik ketika terkena cahaya. Ukurannya sendiri hanya sekitar 14,5 sentimeter sehingga penampilan warna-warni tersebut terlihat cukup mencolok pada tubuh yang munggil.
2. Hidup di hutan Amazon dan kaki Andes

burung tangara callophrys (inaturalist.org/Mateusz Ciechanowski) Wilayah persebaran Opal-crowned Tanager berada di bagian barat Cekungan Amazon dan membentang hingga kawasan kaki Pegunungan Andes. Dilansir Peru Aves, burung ini tercatat ditemukan di Kolombia bagian selatan, Ekuador bagian timur, Peru, Bolivia bagian barat laut, serta Brasil bagian barat. Persebarannya membuat spesies ini menjadi bagian dari komunitas burung khas hutan hujan Amerika Selatan.
Sebagian besar wilayah hidupnya berada di dataran rendah, tetapi spesies ini juga dapat ditemukan di kawasan kaki pegunungan hingga sekitar 1.000 meter di beberapa bagian Peru. Habitatnya mencakup hutan terra firme yang tidak tergenang secara musiman serta hutan várzea yang dipengaruhi genangan sungai. Lingkungan berhutan tersebut menyediakan tajuk yang menjadi tempat utama Opal-crowned Tanager mencari makanan dan beraktivitas.
3. Lebih sering beraktivitas di tajuk hutan

burung tangara callophrys (inaturalist.org/Jenny) Opal-crowned Tanager merupakan burung yang banyak menghabiskan waktunya di bagian atas pepohonan. BirdForum menyebutkan bahwa burung ini mencari makanan di kanopi hutan dan dapat terlihat bergerak di antara ranting serta vegetasi yang tumbuh pada bagian atas pohon. Kebiasaan tersebut membuatnya tidak selalu mudah diamati dari permukaan tanah.
Ketika mencari makan, Opal-crowned Tanager dapat terlihat sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok kecil. Spesies ini juga sering bergabung dengan kawasan burung campuran yang terdiri dari berbagai jenis tanager, Dacnis, dan honeycreeper. Kebiasaan mengikuti kawasan tersebut memungkinkan beberapa jenis burung mencari makanan secara bersamaan di lapisan hutan yang sama.
4. Memakan buah dan serangga

burung tangara callophrys (inaturalist.org/damienesquerre2) Pola makan Opal-crowned Tanager terdiri dari buah dan berbagai jenis serangga. Dilansir Birds of Bolivia, buah menjadi salah satu sumber makanan penting bagi burung ini, sedangkan serangga dan artropoda lainnya melengkapi kebutuhan nutrisinya. Makanan tersebut ditemukan ketika burung menjelajahi tajuk dan bagian vegetasi di sekitarnya.
Kebiasaan memakan buah juga membuat Opal-crowned Tanager menjadi bagian dari komunitas burung pemakan buah di hutan Amazon. Sementara itu, konsumsi serangga menunjukkan bahwa burung ini tidak sepenuhnya bergantung pada sumber makanan nabati. Variasi makanan tersebut memungkinkan spesies ini memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan kanopi hutan.
5. Merupakan spesies penetap dengan status least concern

burung tangara callophrys (inaturalist.org/Wayne Padgett) Opal-crowned Tanager dikenal sebagai burung penetap yang tidak melakukan migrasi jarak jauh secara musiman. Selama kondisi habitat dan sumber makanan tetap mendukung, burung ini dapat menjalani kehidupannya di kawasan hutan yang menjadi wilayah jelajahnya. Persebarannya yang cukup luas di Amazon membuat spesies ini dapat ditemukan di beberapa negara Amerika Selatan.
Dalam penilaian konservasi yang tercantum pada sumber-sumber spesies tersebut, Opal-crowned Tanager berada dalam kategori Least Concern (LC). Meskipun demikian, keberlangsungan populasinya tetap berkaitan dengan keberadaan hutan tropis yang menjadi tempat hidup dan mencari makan. Perlindungan kawasan hutan Amazon dan habitat hutan di kaki Andes tetap penting bagi berbagai jenis burung yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Opal-crowned Tanager merupakan burung kecil dengan perpaduan warna biru, hitam, dan opal yang membuatnya tampak seperti permata di antara pepohonan. Kehidupannya yang erat dengan kanopi hutan Amazon serta kebiasaannya bergabung dalam kawanan campuran membuat spesies ini semakin menarik untuk diamati. Di balik tubuhnya yang mungil, Opal-crowned Tanager menjadi salah satu penghuni khas hutan Amerika Selatan yang memperlihatkan keindahan luar biasa dari keanekaragaman burung tropis.




















