5 Fakta Rose Throated Becard, Burung dengan Tenggorokan Merah Muda

- Rose-throated Becard adalah burung penghuni kanopi di hutan tropis Meksiko hingga Amerika Tengah
- Sejarah taksonomi yang membingungkan, sarangnya unik, dan suka 'mencuri' material dari sarang burung lain
- Suka menjelajah tapi juga bisa jadi penghuni tetap, serta memiliki dimorfisme seksual yang jelas
Rose-throated Becard adalah salah satu penghuni kanopi di balik rimbunnya hutan tropis dari Meksiko hingga Amerika Tengah. Meski tidak sepopuler burung-burung tropis lain, Rose-throated Becard justru menarik untuk dikenali karena karakter visualnya yang khas. Ciri fisik yang khas ini terletak pada tenggorokan jantan yang berwarna merah muda cerah, fitur yang menjadi asal nama 'rose-throated.' Warna ini bisa sangat mencolok pada beberapa populasi, meski pada jantan dari daerah yang lebih basah kadang tampak lebih samar atau bahkan tidak muncul. Ciri unik inilah yang membuat spesies ini mudah dikenali jika kamu berhasil melihatnya dari sudut yang tepat di antara rimbunnya dedaunan tinggi.
Tidak hanya memiliki visual yang khas, burung dengan nama ilmiah Pachyramphus aglaiae ini juga memiliki hal unik lainnya yang menarik untuk disimak, mulai dari riwayat taksonominya yang membingungkan para ilmuwan selama puluhan tahun hingga perilaku kawinnya yang unik yang akan dirangkum melalui lima fakta menarik berikut ini.
1. Pernah membingungkan ilmuwan selama puluhan tahun

Salah satu fakta paling menarik tentang Rose-throated Becard adalah sejarah taksonominya yang rumit. Para ahli burung pernah kebingungan menempatkan spesies ini dalam keluarga mana. Melansir All About Birds dan Birds of The World, selama bertahun-tahun, becard ditempatkan bergantian di keluarga Cotingidae (cotinga) dan Tyrannidae (tyrant flycatcher). Bahkan pernah diberi label incertae sedis, yang berarti “posisi tidak pasti.”
Kemudian pada 2011, setelah bukti genetik dan morfologi dianalisis kembali, para ilmuwan sepakat menempatkannya dalam keluarga Tityridae. Menariknya, Rose-throated Becard menjadi satu-satunya anggota keluarga ini yang masuk Amerika Serikat bukan sebagai burung tersesat (vagrant), tetapi sebagai bagian dari sebaran normalnya, meskipun tetap jarang ditemukan.
Perjalanan panjang ini menjadikan Rose-throated Becard sebagai contoh klasik bahwa sains pun sering melewati proses panjang sebelum mencapai kejelasan.
2. Sarangnya menggantung seperti bola

Sarang Rose-throated Becard dikenal besar, berbentuk kubah atau menyerupai buah pir, dengan pintu masuk di bagian bawah. Dibangun dari berbagai bahan dedaunan kering, ranting, hingga serat tumbuhan, bentuknya sering terlihat berantakan dan menggantung di ujung ranting yang menjuntai. Bentuk sarang yang unik ini membuatnya berbeda dari kebanyakan burung lain yang lebih rapi dalam membangun rumahnya.
Sarang ini sering berada cukup tinggi dari tanah, sehingga mudah terlihat jika kamu berjalan di sepanjang hutan riparian atau pepohonan besar. Meski betina bertanggung jawab atas inkubasi telur yang jumlahnya tiga hingga enam telur, kedua induk berkontribusi dalam membangun sarang dan memberi makan anak.
3. Suka 'mencuri' material sarang burung lain

Rose-throated Becard bukan burung yang suka membentuk kawanan besar. Mereka umumnya hidup sendiri atau berpasangan. Namun, ada perilaku menarik yang kadang mereka tunjukkan, yaitu 'mencuri' bahan dari sarang burung lain.
Mengutip All About Birds, di Oaxaca, Meksiko pernah ditemukan beberapa spesies berbeda bersarang di satu pohon yang sama, mulai dari Tropical Kingbird hingga Vermilion Flycatcher. Tidak hanya itu, Rose-throated Becard juga diketahui kadang mengambil material dari sarang tetangganya ketika pemiliknya sedang pergi. Perilaku ini menunjukkan strategi bertahan hidup yang efisien dengan menghemat energi tanpa harus mencari bahan baru dari awal.
4. Suka menjelajah tapi juga bisa jadi penghuni tetap

Sebaran Rose-throated Becard sangat luas, mulai dari Meksiko, Guatemala, hingga bagian barat Panama. Di wilayah tersebut, mereka menghuni berbagai tipe hutan, mulai dari hutan kering, hutan pegunungan, hingga semak belukar sekunder.
Menariknya, menurut Audubon dan Birds of The World, populasi di bagian utara, seperti di Sonora dan Arizona, bersifat migratori. Burung ini biasanya tiba di Arizona sekitar Mei dan kembali pergi pada September. Sebaliknya, populasi di Texas lebih sering muncul pada musim dingin, meski status migrasinya masih belum jelas.
Hal ini menunjukkan bahwa perilaku migrasi burung ini tidak seragam di seluruh wilayah, tetapi menyesuaikan kondisi lokal dan ketersediaan makanan.
5. Dimorfisme secara seksual

Rose-throated Becard memiliki dimorfisme seksual yang jelas. Jantan dewasa berwarna abu-abu kehitaman dengan mahkota hitam mengilap dengan bercak merah muda cerah di tenggorokannya. Betina dan anakan jauh berbeda, dengan warna punggung kecokelatan, mahkota gelap, dan bagian bawah berwarna krem hingga putih kusam. Uniknya, melansir Birds of The World, jantan memiliki bercak putih tersembunyi di bahu yang bisa ditegakkan saat masa kawin.
Rose-throated Becard bukan sekadar burung kecil yang memiliki penampilan yang menarik dengan warna tenggorokannya yang merah muda, tetapi juga hal unik lainnya mulai dari sejarah taksonominya, bentuk sarang dan perilaku unik saat membangunnya, serta kemampuan adaptasinya, membuktikan bagaimana keanekaragaman burung tropis tidak hanya soal warna dan ukuran, tetapi juga strategi bertahan hidup, adaptasi, dan interaksi dengan lingkungan.


















