Pulau Sangihe yang terletak di wilayah Sulawesi utara terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Pulau ini punya banyak spesies endemik yang tentunya hanya bisa dijumpai di pulau ini. Nah, salah satu dari banyak spesies endemik Pulau Sangihe yang diketahui adalah burung seriwang sangihe (Eutrichomyias rowleyi). Burung berwarna biru langit jadi salah satu burung yang sangat jarang ditemukan di pulau ini, lho. Lantas mengapa burung ini begitu langka ditemukan di habitatnya? Yuk, cari tahu lewat lima fakta menarik seriwang sanghie berikut ini!
5 Fakta Seriwang Sangihe, Endemik Sulawesi yang Kini Kian Langka

1. Burung berwarna biru yang dikenal sebagai permata biru Pulau Sangihe
Seriwang sangihe merupakan burung dari keluarga Monarchidae yang punya tubuh berukuran sedang. Dilansir lamanBirds of the World, burung ini punya panjang tubuh sekitar 18 sentimeter. Saat pertama kali melihatnya, kamu pasti mengingatnya lewat penampilan biru tubuhnya. Iya, tubuh burung ini didominasi oleh warna biru cerah. Hal ini membuatnya dikenal sebagai permata biru Pulau Sangihe.
Jika melihatnya lebih dekat, kita bisa melihat bagian atas tubuhnya berwarna biru langit, dengan bulu penutup sayap berwarna lebih terang. Sementara itu, bagian kepalanya punya warna biru kehijauan, sedangkan dahinya berwarna biru muda. Ekornya juga berwarna biru dengan bagian tengah yang lebih gelap warnanya. Selain bulu biru, burung ini punya ciri khas berupa lingkar putih yang melingkari matanya. Selain itu, ia juga rambut-rambut halus menyerupai kumis di sekitar paruhnya.
2. Burung ini hanya ditemukan di Pulau Sangihe
Seperti yang sudah kita bahas di awal, seriwang sahinge bukan termasuk burung yang mudah dijumpai di sembarang tempat. Pasalnya, burung ini termasuk burung endemik yang hanya menghuni kawasan tertentu saja. Seperti namanya, burung ini hanya hidup secara alami di Pulau Sangihe yang terletak di Sulawesi utara. Saat ini, keberadaannya diketahui ada di kawasan Gunung Sahendaruman yang ada di bagian selatan Sangihe.
Bicara mengenai habitat, seriwang sangihe tergolong burung dengan habitat yang spesifik. Burung ini dapat dijumpai di kawasan hutan primer, tepatnya di lembah-lembah lembap dengan aliran sungai kecil di dalamnya. Biasanya ia menghuni habitat di ketinggian sekitar 390-674 meter di atas permukaan laut.
3. Sempat tidak terlihat selama lebih dari 100 tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali
Burung seriwang sangihe pertama kali ditemukan dan dikoleksi spesimennya pada tahun 1873 di Pulau Sangihe, oleh seorang naturalis Jerman bernama Adolf Bernhard Meyer. Setelah penemuan tersebut, burung ini sempat tidak pernah terlihat lagi. Burung ini tidak terlihat hingga lebih dari 100 tahun saat itu. Hal ini membuat para peneliti menduga seriwang sangihe telah punah di alam.
Namun, akhirnya harapan keberadaannya kembali muncul pada Oktober 1998. Pada tahun tersebut, seriwang sangihe berhasil ditemukan kembali di lembah-lembah kawasan Gunung Sahendaruman yang berada bagian selatan Sangihe. Penemuan kembali ini tentunya menjadi kabar penting yang membuktikan keberadaannya setelah sebelumnya dianggap telah punah di alam. Survei lanjutan pun dilakukan dan diketahui bahwa burung ini ternyata masih mendiami setidaknya di 14 lembah yang berada di kawasan Gunung Sahendaruman.
4. Seriwang sangihe gemar berburu serangga di tajuk pohon
Bicara tentang makanan, ternyata burung satu ini merupakan pemakan serangga. Dilansir Birds of the World, salah satu mangsa seriwang sangihe yang berhasil diidentifikasi adalah serangga dari kelompok Orthoptera. Burung ini biasanya berburu mangsa di antara vegetasi hutan dan paling sering di bagian kanopi pohon setinggi 15 meter. Tak hanya berburu di atas pohon, burung ini juga kerap kali turun ke vegetasi bawah, dan sesekali pergi ke tanah untuk menangkap mangsa. Burung ini berburu mangsanya dengan cara terbang melayang, melakukan penerbangan melingkar, atau bisa juga dengan menyambar mangsanya langsung dari vegetasi.
5. Populasinya terbatas dan terancam kehilangan habitat
Seriwang sangihe masuk dalam kategori burung yang sangat terancam punah, lho. IUCN menempatkannya ke dalam kategoricritically endangeredkarena jumlah populasinya yang kecil. Dilansir lamanBirdlife Datazone, perkiraan jumlah populasinya saat ini hanya ada sekitar 34-150 ekor saja, dengan estimasi individu dewasa sebanyak 21-100 ekor.
Populasinya yang sedikit ini tentunya tidak hadir begitu saja. Burung ini memang tengah menghadapi ancaman kehilangan habitat akibat adanya aktivitas pembukaan dan perubahan hutan menjadi lahan pertanian. Hal ini tentu saja membuat populasinya menjadi kian sedikit. Bahkan, diketahui bahwa hampir seluruh kawasan Pulau Sangihe telah mengalami deforestasi dan alih fungsi lahan, lho. Hal ini tentu saja membuat ruang gerak burung endemik ini semakin terbatas.
Nah, itulah lima fakta menarik mengenai seriwang sangihe. Keberadaannya menjadi salah satu kekayaan alam khas Pulau Sangihe yang menarik untuk dikenali. Namun, habitatnya yang semakin terbatas membuat kelangsungan hidupnya kini menjadi terancam. Semoga upaya konservasi yang kini tengah dilakukan dapat membantu seriwang sangihe tetap menjadi permata biru di habitat alaminya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- 7 Fakta Unik di Balik Drakor Between Steps, Couple Seumuran!19 Sep 2026, 17:07 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- 3 Fakta Unik Cantor, Sebuah Gereja Rusia Bersejarah di Iran19 Sep 2026, 09:58 WIB