5 Fakta Singapore Flyer, Ikon Wisata dengan Pemandangan Tiga Negara

- Singapore Flyer adalah roda observasi setinggi 165 meter di Marina Bay yang menjadi simbol kemajuan pariwisata dan teknik modern Singapura.
- Pembangunannya berlangsung dua setengah tahun sejak 2005 dengan biaya sekitar 240 juta dolar Singapura, hasil kolaborasi arsitek Jepang dan Singapura.
- Dilengkapi 28 kapsul ber-AC, satu putaran memakan waktu 30 menit, menawarkan pemandangan 360 derajat hingga radius 45 kilometer mencakup Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Singapore Flyer merupakan salah satu atraksi wisata paling ikonik di Singapura yang menawarkan pengalaman melihat pemandangan kota dari ketinggian. Roda raksasa ini bukan sekadar bangunan biasa di kawasan Marina Bay, melainkan simbol kemajuan pariwisata dan kehebatan teknik negara tersebut sejak pertama kali dibuka.
Dengan berbagai fakta sejarah dan teknis yang menarik, Singapore Flyer terus memikat jutaan wisatawan dari seluruh dunia setiap tahunnya.
1. Memiliki tinggi setara gedung berlantai 42

Singapore Flyer berdiri megah dengan tinggi keseluruhan mencapai 165 meter dan diameter roda sebesar 150 meter. Ukuran raksasa ini membuat strukturnya setara dengan gedung berlantai 42, sehingga menjadikannya salah satu roda observasi terbesar di dunia.
Area wisata ini menempati lahan seluas 33.700 meter persegi yang dirancang dengan perhitungan matang agar tetap berdiri kokoh dan stabil di tengah cuaca tropis. Kemegahan struktur rekayasa ini menjadi ciri khas yang mempercantik cakrawala Singapura.
2. Pembangunan proyek ini selesai dalam dua setengah tahun

Proyek pembangunan Singapore Flyer dimulai dengan upacara peletakan batu pertama pada September 2005 dan selesai dalam waktu sekitar dua setengah tahun. Roda observasi ini kemudian resmi diluncurkan pada tahun 2008 setelah melalui tahapan konstruksi yang rumit, termasuk pemasangan kapsul penumpang secara bertahap.
Pembangunan yang memakan biaya sekitar 240 juta dolar Singapura (Rp3,16 triliun) ini merupakan hasil kolaborasi arsitek Jepang, Dr. Kisho Kurokawa, dengan DP Architects dari Singapura. Kehadiran atraksi ini mencerminkan komitmen Singapura dalam menghadirkan inovasi wisata kelas dunia melalui arsitektur yang modern.
3. Tersedia 28 kapsul nyaman dengan fasilitas pendingin udara

Untuk menjamin kenyamanan pengunjung, Singapore Flyer dilengkapi dengan 28 kapsul yang memiliki sistem pendingin udara dan pelindung sinar ultraviolet. Setiap kapsul memiliki ukuran sebesar bus kota dan mampu menampung hingga 28 orang dengan ruang yang lega.
Secara keseluruhan, roda ini dapat mengangkut 784 penumpang dalam satu putaran. Desain kapsul juga memperhatikan aksesibilitas, menggunakan pintu ganda dan lantai yang rata agar mudah diakses oleh semua orang, termasuk lansia dan pengguna kursi roda.
4. Satu putaran penuh memakan waktu sekitar 30 menit

Kecepatan putaran Singapore Flyer dirancang sangat lambat agar pengunjung dapat menikmati pemandangan tanpa merasa pusing. Satu putaran penuh membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan hanya 0,76 kilometer per jam.
Sistem perputaran yang halus ini tetap stabil meskipun terjadi angin kencang, berkat teknologi rekayasa yang presisi. Selain aman, proses naik dan turun penumpang pun menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
5. Jarak pandang dari puncak mencapai radius 45 kilometer

Saat berada di titik tertinggi, pengunjung dapat menikmati pandangan 360 derajat dengan jarak pandang hingga 45 kilometer. Selain melihat panorama kota Singapura dan kawasan Marina Bay, wisatawan juga bisa melihat Bandara Changi, Pulau Sentosa, hingga sebagian wilayah Malaysia dan Indonesia jika cuaca cerah.
Desain rangka roda yang ramping memastikan pandangan pengunjung tidak terhalang, sehingga menjadikannya tempat terbaik untuk melihat perkembangan pembangunan Singapura dari sudut pandang yang luar biasa.

















