Namun, keunikan tanaman ini tidak berhenti pada kelopaknya saja. Skeleton flower juga memiliki asal, karakter pertumbuhan, serta buah dengan ciri khas tersendiri. Penasaran seperti apa fakta-fakta menarik tentang tanaman ini? Yuk, simak pembahasan berikut ini!
5 Fakta Skeleton Flower, Kelopaknya Bisa Berubah Menjadi Transparan

- Skeleton flower (Diphylleia grayi) berkelopak putih saat kering, lalu tampak transparan ketika basah karena ruang udara antarselnya terisi air; warna putih kembali setelah mengering.
- Tanaman asli Asia Timur ini tumbuh langka di hutan sejuk, lembap, dan teduh di Jepang serta Timur Rusia; pola urat kelopaknya yang terlihat saat bening melahirkan nama “skeleton”.
- Sebagai tanaman tahunan berumbi rimpang, skeleton flower tumbuh lambat dan sensitif terhadap lingkungan; setelah berbunga, tanaman ini menghasilkan beri biru mengilap yang dapat dimakan burung.
Skeleton flower merupakan salah satu tanaman dengan penampilan yang cukup unik. Bunga ini dikenal karena kelopaknya dapat berubah dari putih menjadi tampak transparan ketika terkena air. Hal tersebut membuat skeleton flower terlihat seolah-olah memiliki kelopak yang terbuat dari kaca.
1. Kelopaknya berubah transparan saat basah

kelopak skeleton flower menjadi transparan saat terkena air (inaturalist.org/nanying) Salah satu keunikan skeleton flower (Diphylleia grayi) terlihat saat kelopaknya terkena air. Ketika kering, kelopaknya tampak putih karena terdapat ruang-ruang kecil berisi udara di antara sel-selnya. Ruang udara ini membuat cahaya memantul sehingga kelopak terlihat putih. Namun, saat terkena hujan atau air, ruang tersebut terisi air sehingga cahaya lebih mudah melewati kelopak. Akibatnya, kelopak berubah menjadi tampak transparan.
Perubahan ini hanya berlangsung sementara. Setelah air menguap dan kelopak kembali kering, warna putihnya perlahan muncul lagi. Jadi, kelopak skeleton flower dapat terlihat transparan karena adanya perubahan pada interaksi antara air, struktur kelopak, dan cahaya.
2. Merupakan tanaman asli Asia Timur

skeleton flower tumbuh di lingkungan hutan yang teduh dan lembap (inaturalist.org/Александр Кордюков) Skeleton flower merupakan tanaman asli kawasan Asia Timur, terutama Jepang dan wilayah Timur Rusia. Tanaman ini termasuk bunga yang cukup jarang ditemukan di alam dan biasanya tumbuh di lingkungan hutan dengan kondisi yang sejuk dan lembap.
Di habitat alaminya, skeleton flower banyak ditemukan di bagian bawah hutan yang teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung. Tanaman ini menyukai tanah yang lembap tetapi tetap memiliki drainase yang baik, sehingga lingkungan hutan yang sejuk dan teduh menjadi tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya.
3. Disebut "skeleton" karena ada pola yang terlihat seperti kerangka

garis halus pada kelopak terlihat seperti pola kerangka (inaturalist.org/nanying) Nama skeleton flower merujuk pada tampilan bunganya yang menyerupai kerangka saat kelopaknya menjadi transparan. Dalam kondisi tersebut, garis-garis halus pada bagian dalam kelopak terlihat lebih jelas sehingga bunga seolah memiliki pola seperti urat yang membentuk kerangka.
Jadi, sebutan skeleton bukan karena bunga ini benar-benar memiliki bentuk seperti tulang. Nama tersebut lebih berkaitan dengan tampilan struktur halus di dalam kelopak yang menjadi semakin terlihat ketika kelopaknya tampak bening.
4. Menghasilkan buah beri berwarna biru

beri yang dihasilkan dari skeleton flower (inaturalist.org/hakkahamushi) Daya tarik tanaman ini tidak hanya terlihat saat musim berbunga. Setelah masa berbunga berakhir, skeleton flower mulai menghasilkan kumpulan buah beri kecil. Buah tersebut memiliki warna biru cerah hingga biru kehitaman yang mengilap dan dilapisi lapisan lilin tipis pada permukaannya, sehingga tampilannya cukup mencolok.
Buah beri ini biasanya mulai muncul setelah masa berbunga, sekitar Juni hingga Agustus. Selain menjadi bagian dari perkembangan tanaman setelah berbunga, buah tersebut juga dapat menjadi sumber makanan alami bagi burung-burung yang hidup di sekitarnya.
5. Tanaman tahunan yang tumbuh lambat dan sensitif

skeleton flower tumbuh sebagai tanaman tahunan di lingkungan yang teduh (commons.wikimedia.org/Alpsdake) Skeleton flower tergolong tanaman tahunan atau perennial, yaitu tanaman herba yang dapat hidup bertahun-tahun melalui rimpang di bawah tanah. Perkembangbiakannya dari biji terbilang lambat karena proses perkecambahannya membutuhkan siklus cuaca dingin dan bisa memakan waktu hingga satu tahun atau lebih. Tanaman ini juga mengalami dormansi saat musim dingin sebelum kembali tumbuh pada musim semi.
Skeleton flower cukup sensitif terhadap kondisi lingkungan, terutama pada sinar matahari langsung, angin kencang, dan tanah yang terlalu kering. Tanaman ini membutuhkan tempat yang sejuk dan teduh. Karena kebutuhan tumbuhnya cukup spesifik, skeleton flower tergolong sulit dibudidayakan di luar habitat alaminya.
Skeleton flower menunjukkan betapa uniknya adaptasi di alam. Dari kelopak beningnya yang memukau hingga pertumbuhannya yang memakan waktu, tanaman ini memiliki cara tersendiri untuk membuat kita kagum.



















