Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Snow Bunting, Bulunya Berubah Warna saat Berganti Musim
Snow Bunting (commons.wikimedia.org/Chrissy McClarren and Andy Reago)
  • Snow bunting adalah burung kecil Arktik yang berkembang biak di tundra utara dan bermigrasi ke kawasan lebih rendah saat musim dingin.
  • Bulu jantan tampak lebih gelap pada musim dingin karena ujung cokelat, lalu menjadi putih-hitam menjelang berkembang biak setelah ujung bulu terkikis.
  • Jantan tiba 3–6 minggu lebih awal untuk memilih sarang celah batu; kedua induk membesarkan anak cepat dengan makanan serangga selama musim panas singkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Wilayah Arktik menjadi habitat bagi snow bunting (Plectrophenax nivalis), burung penyanyi berukuran kecil yang mampu bertahan di lingkungan dengan suhu sangat rendah. Burung ini berkembang biak di wilayah tundra bagian utara dan menghabiskan musim dingin di kawasan yang lebih rendah.

Snow bunting memiliki sejumlah adaptasi untuk menghadapi perubahan kondisi lingkungan sepanjang tahun. Salah satunya terlihat dari perubahan warna bulu jantan yang tampak berbeda saat musim dingin dan musim berbiak. Yuk, simak lima fakta tentang snow bunting berikut ini!

1. Ujung bulunya berubah warna saat musim berganti

Snow Bunting (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Perubahan warna bulu snow bunting jantan tidak sepenuhnya terjadi karena pergantian bulu. Dilansir laman All About Birds, ujung bulu jantan berwarna cokelat pada musim dingin sehingga tubuhnya terlihat lebih gelap dibandingkan saat musim berbiak. Warna tersebut membantu burung beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda sepanjang tahun.

Ketika mendekati musim panas, bagian ujung bulu yang berwarna cokelat terkikis akibat aktivitas burung di salju dan bebatuan. Warna putih pada bagian dalam bulu kemudian semakin terlihat. Pada awal musim berbiak, bagian tubuh jantan tampak lebih putih dengan sayap dan punggung berwarna hitam, sehingga penampilannya berubah cukup jelas dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

2. Jantan tiba lebih awal di wilayah Arktik

Snow Bunting (commons.wikimedia.org/Cephas)

Snow bunting jantan melakukan perjalanan menuju wilayah perkembangbiakan lebih awal daripada betina. Dilansir laman Audubon, jantan dapat tiba sekitar tiga hingga enam minggu sebelum betina, ketika kondisi di Arktik masih sangat dingin dan suhu dapat mencapai sekitar minus 30 derajat Celsius. Mereka harus menghadapi salju dan suhu rendah sebelum musim panas benar-benar dimulai.

Kedatangan lebih awal memberi kesempatan bagi jantan untuk mencari lokasi yang cocok untuk bersarang. Mereka biasanya memilih celah atau rongga di antara bebatuan yang dapat melindungi sarang dari angin dan kondisi cuaca. Jantan juga mempertahankan lokasi tersebut dari individu lain sebelum betina datang dan proses perkembangbiakan dimulai.

3. Sarangnya dibuat di celah bebatuan

Sarang Snow Bunting (commons.wikimedia.org/Joseph Dewey Soper)

Lokasi yang lebih dulu dipilih jantan kemudian digunakan untuk membangun sarang ketika pasangan mulai terbentuk. Snow bunting memanfaatkan celah-celah batu sebagai tempat membuat sarang. Dilansir laman EBSCO, betina membangun sarang berbentuk cangkir menggunakan rumput kering, lumut, dan material lain yang tersedia di sekitar lokasi.

Sarang ditempatkan cukup jauh di dalam celah batu agar lebih terlindungi dari kondisi lingkungan Arktik yang dingin dan berangin. Bagian dalamnya kemudian diberi lapisan bulu untuk membantu menjaga suhu telur tetap hangat. Selama betina mengerami telur, jantan membantu menyediakan makanan sehingga betina dapat tetap berada di sekitar sarang.

4. Mencari makan dengan pola gerak berkelompok

Snow Bunting (commons.wikimedia.org/Elma)

Setelah telur menetas, kebutuhan makanan meningkat karena kedua induk harus memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Snow bunting memiliki cara bergerak yang khas ketika mencari makanan dalam kelompok. Masih dari laman EBSCO, burung-burung ini dapat bergerak di permukaan tanah dengan pola yang disebut leapfrog. Individu yang berada di bagian belakang kelompok akan terbang melewati burung lain dan mendarat di bagian depan sebelum anggota lainnya melakukan hal serupa.

Pola tersebut membuat kawanan snow bunting terus bergerak ketika mencari makanan di area terbuka. Mereka memanfaatkan wilayah tersebut untuk mencari berbagai sumber makanan, termasuk biji-bijian dan serangga. Pergerakan secara berkelompok membuat kawanan dapat berpindah ke area lain ketika sumber makanan di suatu tempat mulai berkurang.

5. Anak burung tumbuh cepat di musim panas

Snow Bunting (commons.wikimedia.org/Cephas)

Musim panas merupakan periode penting bagi induk untuk membesarkan anak-anaknya karena waktu berkembang biak di Arktik relatif singkat. Masih dari laman EBSCO, anak snow bunting membutuhkan makanan dengan kandungan protein tinggi seperti serangga kecil dan ulat. Kedua induknya terlibat dalam mencari makanan dan membawanya ke sarang untuk memenuhi kebutuhan anak yang sedang tumbuh.

Ketersediaan serangga selama musim panas membantu anak burung tumbuh dalam waktu singkat. Anak snow bunting dapat meninggalkan sarang sekitar 10 hari setelah menetas dan mulai belajar bertahan di lingkungan sekitarnya. Pertumbuhan yang cepat membuat mereka dapat memanfaatkan waktu musim panas sebelum menghadapi kondisi yang lebih dingin dan periode migrasi berikutnya.

Snow bunting menjalani siklus hidup yang sangat bergantung pada perubahan musim di wilayah Arktik. Perubahan warna bulu, kedatangan jantan lebih awal, hingga pertumbuhan anak yang berlangsung cepat terjadi dalam rangkaian waktu yang cukup singkat. Setelah musim panas berakhir, burung-burung ini kembali menghadapi suhu rendah sebelum menjalani periode migrasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article