Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Thonningia Sanguinea, si Bunga Api dari Tanah Afrika
thonningia sanguinea (inaturalist.org/avocat)
  • Thonningia sanguinea adalah holoparasit Afrika Barat dan Tengah yang hidup tanpa daun maupun akar sejati, menyerap air serta nutrisi dari akar tumbuhan inang.
  • Saat musim hujan, bunga merah jingga ini muncul singkat dari tanah; warnanya menarik lalat dan kumbang untuk penyerbukan, sehingga dijuluki bunga api.
  • Di Ghana, Liberia, dan Nigeria, bunga ini dipakai dalam ritual serta ramuan tradisional; siklus hidup dan evolusinya masih sulit dipahami peneliti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah hutan tropis Afrika Barat dan Tengah, ada bunga yang seolah menyala dari dalam tanah—Thonningia sanguinea. Warna merah menyala dan bentuknya yang muncul langsung dari tanah membuatnya dijuluki "bunga api". Namun di balik keindahan itu, tersembunyi kisah hidup yang sepenuhnya bergantung pada tumbuhan lain.

Thonningia sanguinea bukan bunga biasa. Ia adalah parasit sejati, hidup dengan mengisap nutrisi dari akar inangnya tanpa memberi balasan apa pun. Uniknya lagi, bunga ini punya nilai budaya penting di beberapa daerah Afrika dan sering digunakan dalam upacara tradisional. Berikut 5 fakta menarik Thonningia sanguinea.

1. Hidup tanpa daun dan akar sejati

thonningia sanguinea (inaturalist.org/C Niemandt )

Berbeda dari kebanyakan bunga, Thonningia sanguinea sama sekali tidak memiliki daun atau akar sejati. African Plant Database menyebutkan bahwa Thonningia sanguinea hidup sepenuhnya menumpang pada akar pohon lain di bawah tanah, mengambil nutrisi dan air melalui jaringan penghubung khusus. Dalam dunia botani, tipe ini disebut sebagai parasit holoparasit.

Yang muncul ke permukaan hanyalah kepala bunganya yang merah cerah, menyerupai nyala api kecil. Karena hidup di bawah tanah hampir sepanjang waktu, bunga ini hanya terlihat beberapa minggu dalam setahun. Mekanisme hidupnya yang tersembunyi membuatnya sulit ditemukan dan jarang dipelajari secara mendalam.

2. Mekar seperti nyala api di hutan

thonningia sanguinea (inaturalist.org/markusgmeiner)

Saat musim hujan tiba, tanah lembap memicu Thonningia sanguinea untuk mekar. Bunganya berwarna merah jingga dengan bentuk menyerupai kelopak yang tersusun melingkar seperti percikan api. Tak heran jika masyarakat lokal menyebutnya "fire flower" atau bunga api.

Warna mencolok ini bukan hanya keindahan alami, tapi juga strategi untuk menarik penyerbuk seperti lalat dan kumbang. Saat mekar massal di hutan, bunga ini menciptakan pemandangan yang mencolok di antara dedaunan gelap. Momen itu menjadi pertunjukan singkat sebelum ia kembali menghilang di bawah tanah.

3. Parasit dengan strategi cerdas

thonningia sanguinea (inaturalist.org/Léo Giardi)

Sebagai parasit, Thonningia sanguinea tak sekadar menempel di akar pohon. Mengutip Springer Nature Link, Thonningia sanguinea membentuk struktur khusus mirip benang yang menembus jaringan inang untuk menyerap nutrisi. Dalam satu sistem akar, bunga ini bahkan bisa menempel pada beberapa inang sekaligus.

Strategi ini membuatnya sangat efisien dalam bertahan hidup di hutan tropis yang padat. Dengan cara ini, Thonningia tidak perlu berkompetisi dengan tumbuhan lain untuk mendapatkan sinar matahari atau tanah subur. Ia diam, tersembunyi, namun sangat adaptif.

4. Punya peran penting dalam budaya Afrika

thonningia sanguinea (inaturalist.org/Marco Schmidt)

Springer Nature Link menyebutkan bahwa selain keunikannya secara biologis, Thonningia sanguinea juga punya tempat khusus dalam tradisi lokal. Di Ghana, Liberia, dan Nigeria, bunga ini digunakan dalam ritual penyembuhan dan simbol kesuburan. Beberapa masyarakat percaya bahwa warnanya yang menyala melambangkan energi kehidupan.

Bagian bawah bunga sering dikeringkan dan dijadikan ramuan tradisional untuk mengobati luka dan gangguan pencernaan. Walau belum banyak diteliti secara medis, praktik ini menunjukkan bagaimana alam dan budaya saling terhubung dalam kehidupan masyarakat Afrika. Keberadaan bunga ini bukan hanya soal biologi, tapi juga identitas budaya.

5. Masih menyimpan banyak misteri

thonningia sanguinea (inaturalist.org/samzhang)

Hingga kini, Thonningia sanguinea masih menjadi teka-teki bagi banyak ahli botani. Mengutip BMC Ecology and Evolution, siklus hidupnya yang tersembunyi dan hubungan kompleksnya dengan inang membuatnya sulit dikaji di alam. Bahkan, beberapa populasi hanya muncul di wilayah tertentu dan lenyap di musim berikutnya.

Para peneliti sedang mempelajari bagaimana bunga ini berevolusi dari nenek moyang tumbuhan biasa menjadi parasit total. Studi genetik menunjukkan bahwa ia kehilangan sebagian besar gen fotosintesis. Fakta ini menegaskan bahwa di dunia tumbuhan, evolusi bisa mengambil jalur yang benar-benar ekstrem.

Hidupnya singkat, tersembunyi, dan aneh—tapi justru di situlah keindahan Thonningia sanguinea. Dari dalam tanah, ia muncul sebagai bunga api yang menyala sesaat lalu lenyap. Sebuah pengingat bahwa bahkan di tempat paling sunyi, alam tetap tahu cara menciptakan keajaiban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article