Keunikan Orange Dove ternyata tidak hanya terletak pada warnanya. Burung asal Fiji ini juga memiliki sejumlah fakta menarik lainnya, mulai dari ukuran tubuh hingga suara panggilannya. Penasaran? Yuk, simak lima fakta unik Orange Dove berikut ini!
5 Fakta Unik Orange Dove, Burung Merpati Endemik Fiji

- Orange Dove (Ptilinopus victor) adalah merpati endemik Fiji; jantannya berbulu oranye terang, sedangkan betina dan burung muda didominasi hijau.
- Spesies ini hidup di beragam kawasan hutan Fiji pada ketinggian 420–980 meter, berukuran kecil sekitar 17–20 sentimeter dengan tubuh dan ekor relatif pendek.
- Sebagai fruit dove, Orange Dove memakan buah, beri, juga serangga; burung ini membantu penyebaran biji dan memiliki panggilan berulang mirip jentikan atau tetesan air.
Jika mendengar kata burung merpati, mungkin yang terlintas di pikiran adalah burung dengan bulu berwarna abu-abu atau putih yang sering dijumpai di sekitar kita. Namun, ada spesies merpati dengan penampilan yang jauh berbeda, yaitu Orange Dove. Sesuai namanya, burung ini memiliki warna tubuh oranye terang yang membuatnya terlihat sangat mencolok.
1. Hanya burung jantan yang berwarna oranye terang

Orange Dove betina (inaturalist.org/cmmteixeira) Salah satu ciri paling mencolok dari Orange Dove (Ptilinopus victor) adalah perbedaan warna antara burung jantan dan betina. Jantan memiliki bulu tubuh berwarna oranye terang dengan bagian kepala berwarna hijau zaitun kekuningan. Bulu tubuhnya juga memiliki bentuk yang memanjang dengan tekstur agak longgar dan menyerupai helaian rambut, sehingga tampilannya semakin berbeda dari burung merpati pada umumnya.
Berbeda dengan jantan, burung betina memiliki warna tubuh yang didominasi hijau gelap. Bagian kepala betina cenderung lebih pucat, sedangkan bagian bawah ekornya memiliki warna kuning-oranye. Bahkan, burung muda juga umumnya memiliki warna hijau yang menyerupai betina sebelum yang berkelamin jantan beranjak dewasa.
2. Burung endemik Kepulauan Fiji

Orange Dove (inaturalist.org/cmmteixeira) Orange Dove merupakan burung endemik Kepulauan Fiji, yang berarti spesies ini secara alami hanya ditemukan di wilayah tersebut. Persebarannya mencakup sejumlah pulau, antara lain Vanua Levu, Taveuni, Rabi, Kioa, Qamea, dan Laucala.
Di Fiji, Orange Dove hidup di kawasan berhutan dengan karakter habitat yang cukup beragam. Burung ini dapat ditemukan di hutan primer, hutan sekunder, hutan galeri, hingga kawasan hutan yang lebih terbuka. Orange Dove tercatat menghuni wilayah submontane atau kawasan hutan di lereng pegunungan pada ketinggian sekitar 420–980 meter. Jadi, meskipun hanya ditemukan di kawasan berhutan Fiji, habitatnya tidak terbatas pada satu jenis hutan saja.
3. Ukurannya hanya sekitar 20 sentimeter

Orange Dove (inaturalist.org/HUANG QIN) Orange Dove termasuk burung merpati berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 17–20 sentimeter. Tubuhnya juga memiliki bentuk yang relatif pendek dengan ekor yang tidak terlalu panjang. Ukuran tersebut membuatnya tampak mungil jika dibandingkan dengan sejumlah jenis merpati lain yang lebih umum dikenal.
Meski berukuran kecil, Orange Dove tetap memiliki bentuk tubuh yang khas sebagai anggota keluarga merpati. Ukurannya yang mungil juga menjadi salah satu ciri yang membuat spesies ini berbeda dari bayangan umum tentang burung merpati yang biasanya berukuran lebih besar.
4. Termasuk kelompok fruit dove

Orange Dove (inaturalist.org/HUANG QIN) Orange Dove termasuk dalam genus Ptilinopus, kelompok burung yang dikenal sebagai fruit dove atau merpati pemakan buah. Sesuai namanya, buah menjadi bagian penting dalam pola makan burung ini. Orange Dove terutama memakan berbagai buah berukuran kecil dan beri.
Selain buah dan beri, Orange Dove juga pernah teramati memakan ulat serta serangga lain. Kebiasaan memakan buah membuat burung ini turut berperan dalam ekosistem sebagai penyebar biji. Biji dari buah yang dimakannya dapat tersebar ke lokasi lain melalui kotorannya, sehingga membantu proses regenerasi tumbuhan di hutan.
5. Memiliki suara yang unik

Orange Dove (flickr.com/Ruoxi Fu) Selain warna bulunya, suara Orange Dove juga menjadi salah satu ciri khasnya. Suaranya sangat berbeda dari suara merpati pada umumnya, berupa bunyi pendek yang berulang dengan tempo teratur seperti metronom. Dari jarak dekat, bunyinya terdengar seperti jentikan jari, sedangkan dari kejauhan menyerupai tetesan air yang jatuh ke dalam wastafel.
Suara tersebut terdengar sekitar satu kali setiap satu setengah detik dan biasanya diawali siulan pendek bernada naik. Orange Dove juga memiliki suara lain berupa lengkingan bernada sengau yang dapat dikeluarkan oleh jantan maupun betina.
Dengan warna tubuh yang mencolok, ukuran yang mungil, serta suara yang khas, Orange Dove menjadi salah satu burung yang menarik untuk diperhatikan. Meski hanya hidup di Kepulauan Fiji, keberadaannya menunjukkan betapa beragamnya karakter burung yang bisa ditemukan di alam.


















